• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mencegah Pandemi dengan Mengurangi Laju Deforestasi

Tude Guna Suara by Tude Guna Suara
19 September 2020
in Kabar Baru, Opini
0
0
Sumber Foto : Amman/CDC

Mari bicara bagaimana mengurangi deforestasi dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pandemi di kemudian hari.

Luas hutan di seluruh dunia mencapai 3,999 miliar hektar (ha), menutupi sekitar 30,6 persen daratan di Bumi. Dalam setahun, dunia kehilangan 3,3 miliar ha hutan. Lebih dari seperempat (27 persen) dari total hutan yang hilang tersebut disebabkan oleh deforestasi untuk kegiatan produksi komoditas manusia. Bumi kini hanya memiliki sekitar 40 persen hutan yang berkondisi baik.

Di tengah perluasan teknologi yang sangat masif, di sisi lain hutan kita makin menyempit dan memburuk kondisinya. Deforestasi nampaknya memegang peranan penting akan fenomena ini.

Deforestasi sederhananya adalah penebangan hutan. Definisi deforestasi juga tercantum dalam  Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. P.30/Menhut II/2009 tentang Tata Cara Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD) yang dengan tegas menyebutkan bahwa deforestasi adalah perubahan secara permanen dari areal berhutan menjadi tidak berhutan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia.

Deforestasi terjadi ketika areal hutan ditebang habis dan diganti dengan bentuk penggunaan lahan lainnya. Istilah lain deforestasi adalah penggundulan hutan yang biasanya dilakukan untuk mengubah fungsi lahan menjadi fungsi lain, seperti pertanian, peternakan, atau permukiman.

Deforestasi besar-besaran dapat menghasilkan lahan yang luas untuk produksi komoditi manusia, pun menyebabkan dampak buruk yang besar-besaran juga pada kehidupan manusia. Dampak deforestasi pada alam mengarahkan kita pada pemanasan global dan bencana-bencana alam lainnya seperti banjir, kekeringan, punahnya hewan beserta tumbuhan dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan suatu wabah penyakit yang mendunia (pandemi).

Satu hal yang menjadi perhatian banyak peneliti beberapa tahun terakhir ini adalah hubungan deforestasi dengan pandemi. Di tengah pandemi COVID19 ini, tidak sedikit ilmuwan yang mencoba menjelaskan bahwa deforestasi merupakan faktor risiko terjadinya pandemi di kemudian hari.

Berdasarkan penyebab penularannya, penyakit dibagi menjadi beberapa jenis, dan salah satunya adalah penyakit zoonosis. Penyakit zoonosis sederhananya adalah penyakit yang ditularkan hewan pada manusia. Sekitar 60% dari penyakit menular yang menjangkiti manusia adalah penyakit yang berjenis zoonosis.

SARS dan MERS yang sebelumnya pernah mewabah adalah contoh penyakit zoonosis. Bahkan virus SARS-CoV-2 yang menimbulkan penyakit Covid-19 juga diduga kuat  ditularkan dari hewan ke manusia.

Deforestasi akan menghancurkan habitat asli dari hewan-hewan liar yang sebelumnya hidup di dalam hutan dan mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati. Keaadan ini seringkali menyebabkan terjadinya perpindahan pathogen penyakit dari spesies yang punah ke spesies lainnya.

Perlu diketahui bahwa pathogen penyakit ada dalam dan di sekitar kita. Begitupun pada hewan-hewan yang ada di hutan sana. Meningkatnya interaksi manusia dengan hewan liar dapat meningkatkan risiko terjadinya perpindahan pathogen penyakit dan menimbulkan penyakit zoonosis.

Saat manusia mulai tertular penyakit zoonosis sampai pada penyakit tersebut mampu beradaptasi dan nantinya dapat menular dari manusia ke manusia. Kondisi inilah yang kita patut waspadai bersama. Walaupun tidak semua penyakit zoonosis nantinya dapat menjadi pandemi, tapi apa salahnya untuk memperkecil kemungkinan terjadinya pandemi dengan mengurangi deforestasi?

Langkah-langkah strategis seperti meregulasi dengan baik tentang pemanfaatan lahan hutan, mengurangi deforestasi, memonitoring perdagangan hewan liar dan mengurangi konsumsi daging hewan liar sangat disarankan oleh ilmuwan.

Langkah pencegahan ini sempat diulas oleh studi yang di publikasikan sciencemag dengan judul “Ecology and economics for pandemic prevention” menyatakan bahwa lebih sedikit biaya yang dikeluarkan ketika mencegah pandemic daripada saat menanggulanginya, studi kasus yang digunakan adalah pandemi Covid-19.

Deforestasi dan pandemi awalnya nampak masih sedikit abu-abu. Kini peneliti-peneliti diseluruh dunia tengah mencoba menerangkan keabu-abuan ini dan menyarankan suatu langkah pencegahan, bagaimana mencegah pandemi dengan mengurangi deforestasi. [b]

kampungbet
Tags: COVID-19DeforestasihealthLingkunganPandemi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Tude Guna Suara

Tude Guna Suara

Pemula dalam epidemiologi

Related Posts

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Next Post
Sorrow dan Kelindan Teks yang Melingkupinya

Sorrow dan Kelindan Teks yang Melingkupinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia