• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Memperkenalkan Ritual Ogoh-ogoh Lewat Game

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
9 March 2012
in Berita Utama, Teknologi
0
7

Ogoh-ogoh kini bisa dimainkan secara virtual.

Ritual pembuatan ogoh-ogoh dan mengaraknya jelang Hari Raya Nyepi kini bisa dinikmati masyarakat dunia melalui game. Sebuah perusahaan teknologi informasi di Bali  bersama sejumlah siswa SMK membuat aplikasi game bernama D’Kala. Permainan ini bisa diunduh gratis oleh pengguna tablet yang menggunakan sistem aplikasi Android.

Permainan ini secara resmi diluncurkan minggu ini di salah satu pameran IT terbesar dunia, CeBIT di Hannover, Jerman.

Putu Sudiarta, pemilik Bamboomedia, perusahaan developer di Bali ini, ke Jerman bersama tiga produsen produk IT lain dari Jogja, Bandung, dan Jakarta. Keempatnya mewakili Indonesia dalam pameran produk hardware dan software besar di Jerman itu.

“Ini game tentang Nyepi pertama di dunia untuk memperkenalkan adat dan budaya Bali dan filosofinya,” ujar Sudiarta. Menurutnya culture heritage dari Bali ini bisa dinikmati masyarakat dunia secara luas melalui game.

Tokoh ogoh-ogoh diambil karena bersifat ikonik dan bermakna peleburan sifat buruk manusia. Dalam game D’Kala yang sedang disempurnakan ini, ada enam level permainan yang bermakna enam sifat buruk atau tantangan hidup manusia yang disebut Sadripu. Di antaranya kemarahan, ketamakan, dan korupsi.

Permainannya sederhana, pengguna diajak menyusun gambar terpisah (puzzle) gambar ogoh-ogoh yang ada di tiap level. Misalnya di level pertama, bagian kepala ogoh-ogoh di atas lingga (wadah ogoh-ogoh) ini tidak boleh jatuh dari balok-balok penyusunnya. User harus menyusun strategi balok-balok mana yang harus dilepas duluan agar kepalanya tidak jatuh.

Usai level 6, ogoh-ogoh yang sudah terbentuk diarak kemudian dibakar sebagai penanda nyomia atau menyucikan diri sebelum menyambut Nyepi keesokan harinya. Nyepi tahun ini akan jatuh pada Jumat, 23 Maret.

Dua Bulan
“Kami terinspirasi dari game Angry Birds yang sangat simple tapi mengaitkan ilmu gravitasi, gerak tumpuan dan gesekan,” jelas Sudiarta.

D’Kala terhitung cepat dibuat, yakni dua bulan mulai awal tahun ini. Dieksekusi oleh sejumlah anak-anak SMK jurusan multimedia di Bali yang diundang Bamboomedia untuk terlibat. Di antaranya SMKN 1, PGRI 2 dan 4 Denpasar, SMK Klungkung, dan lainnya.

“Ini bentuk akulturasi budaya dan teknologi. Nyepi selama ini bagi turis identik dengan paket Nyepi di hotel saja,” kata Sudiarta. Pendekatan lewat game ini juga menurutnya mampu menggairahkan industry wisata di Bali dan merangsang industry kreatif di Bali.

Jika game ini berhasil menarik perhatian, Sudiarta sudah menyiapkan game-game terkait adat dan budaya lain di Bali. Misalnya dongeng-dongeng tradisional seperti Siap Selem dan korps petugas keamanan tradisional, Pecalang. Menurutnya ini bentuk konservasi budaya untuk generasi Bali dan orang asing.

Anak Agung Gede Rama Dalem, salah satu pelajar 17 tahun yang terlibat dalam pembuatan D’Kala mengatakan sangat menikmati proses kreatif game ini. Ia bertugas menggambar karakter ogoh-ogoh dan background tampilan game ini.

Sebagai penanda Bali yang khas, Rama membuat gambar penjor dan pohon kamboja sebagai background. “Ini game pertama yang saya buat, teman-teman yang nyoba bilang menarik karena soal ogoh-ogoh,” kata pria siswa SMKPGRi 4 Denpasar ini. Saat ini Ia magang di Bamboomedia selama tiga bulan.

Menurut Rama, minat anak muda menekuni multimedia makin tinggi di Bali. “Biar tidak cuma bisa menikmati tapi juga memproduksi content internet,” katanya.

Armika Jaya, salah satu user yang sudah mencoba mengatakan game ini menarik walau grafisnya belum terlalu detail. “Sayang level kesulitannya baru sampai 6 saja,” katanya.

Jika Angry Birds Rio bisa memomulerkan Kota Rio de Janeiro di Brazil hingga dibuatkan versi layar lebarnya, D’Kala diharapkan juga mengenalkan Bali yang memiliki tradisi Nyepi dengan ogoh-ogohnya. [b]

Versi bahasa Inggris artikel ini bisa dibaca di The Jakarta Post.

Tags: BaliGameTeknologiTeknologi Informasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Gagalnya Pembunuhan Karakter Melalui Bali Post

Menyoal Prosedur Hukum Somasi Gubernur Bali

Comments 7

  1. Agung Suryawan Wiranatha says:
    14 years ago

    Selamat dan sukses buat Putu Sudiarta dng Bamboomedia dan anak2 muda Bali yg kreatif.
    Salam kreatif dan terus semangat !

    Reply
  2. Budiasa says:
    14 years ago

    Maju terus… pantang menyerah.

    Reply
  3. astiatrixia says:
    14 years ago

    Generasi muda Bali ayo tetap semangat dan kreatif. teruslah berkarya…selamat,ya…

    Reply
  4. Wayan Emplegan says:
    14 years ago

    Jleme Bali ije alih nak mule dueg dueg. De gen keduegane anggone melog2in anak. Sukses terus buat yowana yowana Bali 🙂

    Reply
  5. MADE SURATA says:
    14 years ago

    kreatif anak muda bali mulai kelihatan. maju terus

    Reply
  6. sudira ketut says:
    14 years ago

    jempol buat anak bali,semoga bisa go international.salam:nak legian

    Reply
  7. elbirtus says:
    14 years ago

    Bisa juga nih, pake level2an pula. 😀

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia