
SVARA PR Consultant yang merupakan kelompok belajar mahasiswi LSPR Institute of Communication & Business Bali berkolaborasi dengan Relawan TIK Bali, menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk LENTERA (Literasi Etika dan Norma Ramah Digital). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow interaktif pada Rabu, 7 Januari 2026, diikuti oleh perwakilan siswa/i kelas X dan XI dari SMAS Katolik Santo Yoseph Denpasar sebagai peserta utama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja terhadap literasi digital dan pencegahan cyberbullying.
Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah mitra, seperti English One, Bali Bird Park, dan LA Olshop, yang berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan acara.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai literasi digital serta sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas isu cyberbullying di kalangan pelajar. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong penggunaan media digital yang lebih bijak, beretika, dan bertanggung jawab.
Materi pertama disampaikan oleh narasumber Relawan TIK Bali, Krisna Juliharta, yang membahas konsep internet sehat dan pentingnya literasi digital dalam mencegah perundungan daring. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap lingkungan digital menjadi kunci dalam meminimalkan risiko negatif bagi anak dan remaja.
“Literasi digital menekankan pentingnya memahami lingkungan digital untuk mencegah dampak buruk dari perundungan. Hal ini merupakan bagian dari risiko anak di internet yang perlu diwaspadai,” ujarnya.
Sesi selanjutnya diisi oleh psikolog Laura Saskia, yang membahas dampak cyberbullying dari sisi psikologis. Ia menjelaskan bahwa bullying kerap disamarkan sebagai candaan, namun tetap menimbulkan luka emosional bagi korban, terutama pada remaja. “Dalam konteks daring, dampak bullying menjadi lebih berat karena dapat tersebar luas dan terjadi berulang. Candaan seharusnya memberi rasa aman, jika tidak, maka itu sudah termasuk bullying,” jelasnya.
Ketua panitia penyelenggara, Bintang Ariesta, menyampaikan bahwa LENTERA diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus cyberbullying di Denpasar. “Melalui LENTERA, kami berharap para peserta dapat memahami pentingnya etika dan tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Salah satu peserta, Sebastian, siswa SMAS Katolik Santo Yoseph Denpasar, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan dari kegiatan ini.
“Terima kasih untuk hari ini, kegiatannya seru dan membuka wawasan tentang cyberbullying. It’s such a good experience for me and everyone as well,” katanya.
Dengan dukungan berbagai pihak dan mitra, SVARA PR Consultant berharap kegiatan LENTERA dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran generasi muda, khususnya remaja, terhadap pentingnya etika dan norma ramah digital, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan digital yang lebih aman dan inklusif.
kawijitu kawijitu kawijitu kawijitu







![[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan](https://balebengong.id/wp-content/uploads/2025/01/KOLOM-MATAN-AI-oleh-I-Ngurah-Suryawan-by-Gus-Dark1-120x86.jpg)
