• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Liburan Sepi di Pasar Kumbasari

Anton Muhajir by Anton Muhajir
10 June 2007
in Kabar Baru
0 0
0

“Sekarang sepi, Mas. Tidak ada yang lewat ke atas soalnya. Kalau dulu lantai atas masih ada kan ada saja orang lewat,” kata Wayan, penjaga toko kerajinan Hawaii di lantai dua Pasar Kumbasari Denpasar Sabtu kemarin. Wayan pun lebih banyak bersantai di depan toko yang menjual souvenir beraneka ragam itu: ada patung asmat, gantungan kunci, ijuk hiasan, dan lain-lain.

Sekali-kali Wayan membersihkan beberapa jualannya. Satu dua orang yang melintas hanya tersenyum padanya, tidak mampir apalagi membeli jualannya. “Kalau sebelum terbakar, kami bisa lah dapat tiga juta per hari. Sekarang dapat saju juta saja sudah syukur,” lanjut Wayan.

Sore itu Pasar Kumbasari memang lengang. Padahal Juni biasanya musim puncak liburan terutama bagi anak-anak sekolah. Banyaknya orang liburan tentu saja berdampak pada banyak tidaknya jualan yang laku di Kumbasari, pasar souvenir terbesar di Denpasar. Tapi meski musim liburan sudah tiba, suasana Pasar Kumbasari terasa sepi. Hanya ada satu dua turis lokal jalan-jalan. Selebihnya, penjaga toko yang pada melongo.

Terbakarnya Pasar Kumbasari awal Mei lalu jadi penyebab utama sepinya pasar yang terletak di Jl Gajah Mada ini. Sebelum terbakar, Pasar Kumbasari menjual beraneka ragam souvenir di berbagai lantainya. Maka pasar pun hiruk pikuk dengan orang yang lalu lalang memberi barang kenangan. Tapi pasar menjual kenangan itu malah tinggal kenangan bagi pedagang di sana setelah terbakar.

Saat ini memang masih ada toko-toko souvenir di Pasar Kumbasari tapi hanya di lantai dua. Lantai tiga dan empat habis terbakar. Hanya tinggal arang menghitam memenuhi seluruh bagian. Dulu pedagang di lantai dua mungkin yang paling ramai karena lantai ini yang pertama dituju pembeli setelah dari tempat parkir di bagian depan pasar. Kalau ke lantai tiga dan empat, pembeli pasti lewat lantai ini. Kecuali pembelinya bisa terbang ya lain lagi.

Tapi kini tidak ada lagi lantai tiga dan empat. Pembeli yang sekadar jalan di lantai dua pun jarang.

Penjual souvenir di lantai tiga dan empat kini beralih di depan Pasar Kumbasari, pasar kebutuhan pokok yang terpisah kali Badung dengan Pasar Kumbasari. Mereka membuat toko semi permanen. Sebagian pedagang menempati toko yang sama sepanjang jalan masuk Pasar Kumbasari di depan tokoh-toko di lantai dasar.

Toh, meski di pinggir jalan, toko-toko itu juga sepi. Pembeli jarang yang datang. Siang itu, sekitar pukul 14.00 Wita sebagian penunggu toko, yang rata-rata perempuan, malah terlelap di antara deru suara kendaraan. Mungkin bermimpi Pasar Kumbasari segera ramai kembali. [+++]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
Limbah Makanan Mencemari Sampai Jauh

Limbah Makanan Mencemari Sampai Jauh

9 December 2025
Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

8 December 2025
Next Post

Gayas Serang Coklat Petani Bali Timur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia