• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Lestarikan Ilmu “Pengleakan”

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
8 September 2008
in Kabar Baru, Opini
0 0
0

Oleh I Nyoman Winata

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang budayawan Jawa yang paham dengan Pawukon. Sistem kalender pawukon juga di kenal di Bali yakni wuku mulai dari perhitungan Sinta, landep, ukir, dst. Namun inti diskusi saya bukan masalah pawukon melainkan bagaimana kita bisa melestarikan hasil pemikiran dan ilmu-ilmu milik para pendahulu kita di masa lampau. Saya kemudian teringat pada ilmu “pengleakan” di Bali yang selama ini dikenal sebagai Black Magic.

Menurut saya ilmu ini sepertinya sangat pantas untuk dilestarikan karena semuanya merupakan hasil olah pikiran dan laku para leluhur di masa lalu yang sangat luar biasa. Saya yakin tidaklah mudah menciptakan ilmu pengleakan dan di dalamnya juga bisa jadi telah memiliki struktur pengajaran yang bisa diturunkan kepada siapa saja.

Berbagai rapal mantra, ritual dan rerajahan tentu saja tidak mungkin muncul begitu saja. Ada perjalanan panjang dari para penciptanya sehingga ia mewujud dalam bentuk lontar-lontar atau bentuk-bentuk tradisi lisan yang membuatnya bisa dilihat atau dipelajari. Akan sangat sayang jika semuanya itu suatu saat musnah begitu saja.

Dulu saya punya pemikiran, kenapa tidak ada pihak di Bali yang mencoba untuk melestarikannya dengan membuka perguruan ilmu pengleakan. Namun di sini konteksnya bukanlah mempelajarinya untuk kepentingan pribadi atau kelompok untuk menyakiti atau mengguna-gunai orang lain, melainkan bagaimana ilmu ini bisa tetap lestari dan tidak musnah. Mungkin masalah utamanya adalah pada stigma yang selama ini dilekatkan pada ilmu pengleakan.

Sebagai bentuk ilmu yang diposisikan pada Black Magic, tidak banyak yang berani men”declare” diri menguasai ilmu ini. Apalagi berani membuka perguruan atau kursus yang mengajarkan ilmu pengleakan. Ada beberapa tokoh yang sudah muncul di media sebaga tokoh pengleakan. Tetapi tidak begitu berkembang dan cenderung eksklusif.

Lalu, mungkin akan ada yang bertanya “manfaatnya apa?”. Yang paling panting adalah mempertahankan pengleakan sebagai sebuah ilmu agar tetap hidup dan lestari.  Kemudian bisa saja pengleakan dikembangkan menjadi sesuatu yang bisa membantu masyarakat misalnya dalam upaya penyembuhan atau perlindungan. Sepertinya pasti ada hal-hal hebat dari pengleakan yang bisa dikaji secara ilmiah dan akan memberi manfaat positif bagi manusia.

Kalau ide pendirian perguruan pengleakan terlalu ekstrim, mungkin membangun sebuah museum pengleakan bisa ditempuh. Mudah-mudahan ada seseorang atau bisa saja sebuah LSM yang mau mengumpulkan khasanah-khasanah ilmu pengleakan yang ada di seantero tanah Bali. Semuanya didokumentasikan mulai dari lontar-lontar, rerajahan, urutan-urutan ritual sampai dengan mantra-mantranya. Termasuk juga “pekakas” dalam dunia pengleakan Bali.

Meski sering mendengar dari cerita-cerita,  orang Bali mungkin tidak pernah melihat langsung yang namanya “sabuk pengleakan” misalnya. Atau bagaimana sebenarnya wujud “lengis colek jaran guyang”? . Selama ini mungkin sudah ada yang memamerkannya, tetapi kepentingannya adalah bisnis sehingga menyebabkan pemilik stand pameran tidak obyektif. Pengunjung pun mungkin saja diberi infomasi yang kurang baik karena keinginannya adalah agar barangnya laku.

Terlepas dari stigma pengleakan sebagai black magic (ilmu hitam) yang dimasyarakat berarti juga sesuatu yang harus dijauhi, hasil olah pikiran dan laku para leluhur orang Bali ini mesti dilestarikan. Syukur-syukur bisa berkembang dan melahirkan jenis-jenis pengleakan yang lebih canggih. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir dan besar Denpasar tahun 1975. Pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Unud sampai wisuda. Di tahun 2013 lulus kuliah di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Bekerja di sebuah Media massa yang berkantor pusat di Bali. Dari akhir tahun 2004 lalu bekerja di Semarang Jawa Tengah. Tidak punya hobi pasti, dulu suka olahraga, sekarang tidak pernah jelas. Rumah di depan Terminal Ubung persis, disebelah rumah makan padang "Minang Ubung".

Related Posts

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
Limbah Makanan Mencemari Sampai Jauh

Limbah Makanan Mencemari Sampai Jauh

9 December 2025
Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

8 December 2025
Next Post

Melibatkan Puskesmas dan Banjar dalam Program Harm Reduction

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia