• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Laporan Mendalam: Karut Marut Mendata Maut

Anton Muhajir by Anton Muhajir
9 August 2020
in Berita Utama, Kesehatan
0 0
0

Berita kematian datang dari seorang teman pertengahan Mei lalu.

“Tidak menyangka kakek kena (COVID-19) juga,” tulis teman pengacara itu. Berita itu agak mengagetkan karena datang dari seorang teman. Apalagi pada saat itu, kematian akibat COVID-19 di Bali masih terhitung jari. Hanya empat orang. Setidaknya begitulah data resmi versi pemerintah.

Namun, hal lebih mengagetkan adalah karena kematian itu ternyata tidak dicatat oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng sebagai kematian akibat COVID-19. “Memang benar almarhum positif COVID-19, tetapi dia meninggal bukan sebagai pasien COVID-19,” kata Gede Suyasa, Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Buleleng ketika dikonfirmasi melalui telepon saat itu.

Kakek yang meninggal itu berusia sekitar 90 tahun. Namanya Jero Gede Kebek, warga Seririt, Kabupaten Buleleng di bagian utara Bali. Kakek dengan lima anak dan sepuluh cucu itu seorang veteran. Namun, meski sudah lingsir (tua), sehari-hari dia termasuk jarang sakit.

“Mungkin karena orang tua dulu tidak makan makanan dengan pengawet seperti kita,” kata Toni Ariawan, salah satu cucunya.

Pertengahan Mei lalu, ketika kasus COVID-19 makin merebak di Bali, Pekak Gede mendadak sakit. Dia mengaku sesak napas. Oleh keluarganya, Pekak Gede sempat dibawa ke dokter umum dan rumah sakit sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng karena ada flek di paru-parunya. Dia harus menjalani opname.

Karena ada indikasi Pekak Gede positif COVID-19, darah dan dahaknya pun diperiksa di laboratorium. “Ketika hasil tesnya belum keluar, pekak sudah meninggal,” lanjut Toni.

Meskipun hasil tesnya belum keluar, jenazah Pekak Gede tetap dikuburkan dengan protokol penanganan COVID-19. Jenazahnya tidak boleh disimpan terlalu lama untuk mendapatkan hari baik saat ngaben, sebagaimana tradisi orang Hindu Bali. Jenazah juga langsung dikubur, meskipun keluarga sebenarnya ingin ada upacara yang layak terlebih dulu karena almarhum juga seorang pemangku.

Hasil tes keluar beberapa hari kemudian setelah pihak rumah sakit memberitahukan kepada keluarga secara lisan. Pekak Gede memang positif COVID-19 ketika meninggal di rumah sakit.

Meskipun demikian, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng tidak mau mencatat Pekak Gede dalam data kematian COVID-19 di daerahnya. Suyasa beralasan karena pasien tersebut memiliki penyakit penyerta (komorbid) paru-paru. Dia pun hanya dirawat kurang dari 24 jam di RSUD Buleleng bukan sebagai pasien COVID-19. Karena itu, kematiannya tidak dicatat sebagai bagian dari kasus COVID-19 meskipun statusnya positif COVID-19.

Meski susah dipastikan jumlah datanya, kematian-kematian pasien COVID-19 yang tak tercatat tersebut juga terjadi di beberapa tempat. Mereka meninggal dalam status positif COVID-19, tetapi pencatatannya masih menjadi perdebatan.

Dua cerita lain di Tabanan dan Gianyar bisa dibaca di Laporan Mendalam yang kami kerjakan dengan dukungan dari Google melalui program Journalism Emergency Relief Fund ini. [b]

Karut Marut Mendata Maut
kampungbet
Tags: COVID-19JERFKesehatan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

4 June 2024
Donasi Alkes untuk Antisipasi Kasus Covid-19

Donasi Alkes untuk Antisipasi Kasus Covid-19

26 December 2021
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Benarkah Orang Gendut Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19?

12 March 2021
Beasiswa AJW 2021 merupakan program AJW tahun ini.

AJW 2021, Bercovid-covid Dahulu, Bangkit Bersama Kemudian

1 March 2021
Next Post
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Bali: The Day After Tomorrow

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia