• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kritik Seniman Pojok di Bekas Baliho Pemilu

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
29 March 2024
in Kabar Baru, Seni rupa
0
0

Lima perupa dari Komunitas Pojok menggelar pameran bertajuk “Cover Up”. Pameran ini berlangsung tiga hari, mulai dari hari Jumat, 29 Maret 2024 sampai dengan 31 Maret 2024 dan bertempat di Taman Baca Kesiman, Jalan Sedap Malam. Berbagai respon kritik pada Pemilu dan situasi kekuasaan hari ini terlukis di limbah Pemilu lalu ini.

Ide membuat pameran ini muncul dari banyaknya alat peraga pemilu yang teronggok begitu saja tanpa manfaat pasca pesta demokrasi lima tahunan. “Pameran baliho ini memanfaatkan alat peraga pemilu yang sudah tidak ada gunanya lagi. Tema besar yang diangkat dalam pameran ini adalah memparodikan situasi demokrasi yang terjadi dalam ritus lima tahunan di Indonesia,” jelas Tian selaku panitia.

Secara teknis, para perupa dari Komunitas Pojok merespon baliho bekas sehingga menjadi sebuah karya seni. Komunitas yang sudah berumur 24 tahun ini beranggotakan Slinat, Bob Trinity, Wild Drawing, Mister(ious) X, dan @space.kingkong.

Selain memanfaatkan 10 baliho bekas berukuran besar, mereka juga memanfaatkan baliho berukuran kecil yang akan dilelang pada hari kedua pameran. Tidak hanya pameran Baliho, rangkaian acara selama 3 hari akan diisi ragam kegiatan seni yang melibatkan kawan seniman lainnya.

“Hari pertama, open gate jam 3 siang. Sedangkan pembukaan dimulai pada jam 4 sore ada penampilan performance art dari Wasudewa. Disusul tur baliho dipandu oleh Savitri yang bertindak sebagai kurator. Musik akustik oleh Bus Marlet feat The Iweng dan tunes oleh Gilang propagila,” papar Tian.

Hari kedua akan diadakan lelang karya dan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dari Crysist, the Tipat Dampuls, dan Apel. Hari terakhir yang merupakan penutupan pameran akan dimeriahkan dengan musik dari Enggohoi dan Adikchrisna.

Profil Seniman

Slinat atau Silly In Art, seniman yang menggeluti mural dan street art sejak tahun 2000. Secara kekaryaan memvisualkan tentang Bali dan industri pariwisata yg berlebihan, dari visualnya merubah imej eksotis dari foto Bali kuno, karena itu karyanya dominan bernuansa hitam putih. Teknik yang digunakan adalah teknik tradisional “sigar mangsi” dipadu lelehan yang memberi kesan lebih impresionis, karena ia percaya bahwa sebuah tradisi hendaknya tidak kaku atau terpakem dan terbuka dengan adanya perubahan. Dia juga beberapa kali pameran tunggal, pameran bersama di dalam maupun di luar negeri. Karya-karyanya bisa dijumpai di jalanan seperti Bali, Yogyakarta, Jakarta, Sumba, Melbourne Australia, Jerman, dll.

Mister(ious) X memulai berkarya sejak bergabung di Komunitas Pojok Denpasar. Sedari tahun 2005 hingga kini dia banyak berkarya di tembok-tembok jalanan Denpasar sembari berjejaring dengan banyak komunitas dan lembaga lainnya. Memilih untuk memvisualkan pandangannya terhadap suatu peristiwa melalui teknik stensil dengan warna minimalis hitam, putih dan merah. Konsep karyanya menyesuaikan dengan apa yang terjadi ketika karya itu dibuat.

Space Kingkong adalah penulis lepas dan seniman paruh waktu yang berusaha menjalani hidup sebagai manusia sepenuhnya. Konseptor Program Matjan ke Seberang yang menggambar untuk kesenangan personal. Karya tulisnya bisa dibaca di jurnal Amorfati, terbitan taman 65, majalah magic ink, dll. Karya visualnya pernah dimanfaatkan oleh Latitudes magazine, Program Matjan ke Seberang, dll.

Bob-Trinity memilih jalan sebagai seniman karena dorongan dari dalam jiwanya. Menyukai gaya surealis dalam berkarya dengan warna warna impresionis sebagai penegasan karakternya. Karya-karyanya di atas kanvas mampu menarik dan menjadi koleksi beberapa tokoh di Indonesia. Selain melukis di atas kanvas, dia juga membuat mural di banyak dinding perkotaan.

WD (Wild Drawing) lahir dan dibesarkan di Bali, Indonesia, dan memiliki gelar dalam seni rupa dan seni terapan. Dia memulai karirnya sebagai seniman perkotaan pada tahun 2000 dan sejak saat itu ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di jalanan karyanya dapat ditemukan di Asia, Eropa, dan Amerika meskipun demikian ia tidak pernah berhenti untuk bekerja di studionya. WD berbasis di Athena, Yunani.

kampungbet
Tags: baliho pemilukomunitas pojokkritik pemilusiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

19 February 2026
Next Post

Mahima March March March: Teater Wayang Bertajuk RWA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia