• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Korupsi Kecil-kecilan itu Apa sih?

Komang Yuko by Komang Yuko
3 August 2024
in Kabar Baru, Sosial
0
0
FGD IPAK di Jakarta pada Kamis, 18 Juli 2024. Foto oleh: Yuko Utami

Hasil survei Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 2024 mengalami penurunan. Pada tahun 2023 sebesar 3,92 persen kini di tahun 2024 menjadi 3,85 persen.

Sebenarnya apa tujuan survei IPAK? Tujuannya mengukur persepsi masyarakat terhadap perilaku korupsi, sosialisasi dan pengetahuan tentang antikorupsi. Ada tiga dimensi yang menjadi ukuran yaitu persepsi keluarga, persepsi komunitas dan persepsi publik.

Pada persepsi keluarga ada 8  indikator, persepsi komunitas 5 indikator, dan persepsi publik sebanyak 14 indikator. Survei ini juga menelaah dari sisi pengalaman masyarakat saat menggunakan atau berinteraksi dengan layanan publik dan pengalaman lainnya 

Semakin baiknya persepsi seseorang terhadap perilaku korupsi tidak otomatis akan diterapkan dalam perilaku atau pengalamannya, maka nilainya fluktuatif. Selama berinteraksi maupun mengakses layanan publik, apakah kita sudah terbebas dari perilaku koruptif?

Para responden survei IPAK ini berusia 18-65 tahun, rumah tangga non-susenas. Tahun 2023 sebanyak 10.800 responden dan 2024 sebanyak 11.000 responden. Pada tahun 2023 pertanyaan survei ini seputar penyuapan, pemerasan nepotisme, gratifikasi dan 9 nilai antikorupsi.

Ada beberapa momentum penurunan IPAK di beberapa tahun. Misalnya, pada tahun ini momentum pemilu dengan ramainya permainan politik dinasti dan pelanggaran lainnya menjadi andil besar penurunan nilai IPAK. Tahun 2023, momentum Ketua KPK menjadi tersangka korupsi juga jadi indikasi penurunan nilai IPAK.

Korupsi Kecil-kecilan dan Dampaknya

IPAK berfokus pada petty corruption atau korupsi kecil-kecilan yang dialami ranah keluarga, komunitas maupun publik. Lingkungan keluarga pada survei IPAK mengalami penurunan. Penurunan drastis pada persepsi tentang asal-usul uang tambahan yang dibawa pasangan, dari 75,58 persen jadi 71,98. Artinya turun 3 persen. 

Pembahasan IPAK dibicarakan pada FGD terkait peningkatan nilai IPAK. Diskusi yang dilaksanakan GIZ dan KPK pada Kamis, 18 Juli 2024 di Jakarta. Sely Martini selaku fasilitator FGD memandu jalannya diskusi dan pemaparan hasil survei IPAK. Bahasan IPAK mengenai budaya menggunakan barang milik keluarga tanpa izin berdampak pada budaya koruptif di masa datang. “Ada yang tidak bisa membedakan mana barang pribadi atau publik, budaya memiliki barang publik bukannya dirawat tapi dicuri,” ujar Sely pada Kamis (18/07) di Wyndham Casablanca.

Kisruh PPDB di sejumlah daerah karena perilaku curang memasukkan anak ke KK yang dekat dengan zona jadi salah satu sorotan dalam diskusi. Kecurangan ini terjadi melibatkan orang tua maupun petugas catatan sipil. Sehingga, upaya pencegahan sejak ranah keluarga penting dilakukan. FGD ini menghasilkan luaran berupa kurikulum sebagai bahan untuk sosialisasi antikorupsi.

Pembelajaran antikorupsi menurut Selly dapat dilakukan melalui mendengarkan kisah sukses PPDB di daerah lain misalnya Jakarta. Cara lainnya dengan mengenali motivasi perilaku koruptif dengan kajian psikologi. Ifa Hanifa Misbach, akademisi ilmu psikologi dari Universitas Pendidikan Indonesia menjelaskan dari sisi psikologis. 

Ifa menjelaskan tentang modifikasi perilaku ada beberapa hal yang dibahas. Seperti faktor yang menyukseskan pendidikan karakter, yaitu perilaku role model yang konsisten dan pengkondisian yang konsisten. “Apakah ada tokoh-tokoh seperti ini di KPK atau di kepolisian, apakah ada Hoegeng?” tanya Ifa sambil menunjuk foto Hoegeng, role model polisi jujur di layar presentasinya. 

Membandingkan dengan masa kini, belum ada tokoh yang dapat menjadi role model. Ifa melanjutkan, apabila contoh perilaku korup kian bertambah dari para pejabat maka akan sulit mengubah perilaku koruptif.

Metode modeling yang digunakan untuk menghadirkan contoh perilaku yang diberikan kepada individu agar mendorong individu lainnya untuk terlibat. Ada empat pembelajaran yang dapat dilakukan melalui metode modeling, diantaranya belajar imitasi, belajar observasi, belajar sosial, belajar pengalaman. 

kampungbet
Tags: antikorupsiIPAK
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

No Content Available
Next Post
Silakan Nongkrong Kalau Tahu Hulu-Hilir Kopi Ini

Silakan Nongkrong Kalau Tahu Hulu-Hilir Kopi Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia