• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, December 16, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Komunitas di Bali untuk Isu-isu Publik

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
17 November 2025
in Kabar Baru, Sosial
0 0
0
Pemasangan wayfinding kolaborasi FDTJ dan FDTB.

Meski anak muda Bali banyak yang terjun ke industri pariwisata, ada juga anak muda Bali yang mengadvokasi isu-isu publik melalui kolektif gerakan. Isu publik di Bali tak jauh dari tata kota, mobilisasi, dan alih fungsi lahan. Isu-isu tersebut perlu diadvokasi agar masyarakat dan pemerintah tidak lupa bahwa ada hak-hak publik yang wajib dipenuhi.

Secara umum, komunitas di Bali terbentuk dari keresahan publik. Kemudian, mulai dilirik karena orang lain merasakan hal yang sama.

Nuturang

Nuturang merupakan kata dalam Bahasa Bali yang memiliki arti bercerita. Nuturang dibentuk pada tahun 2024 oleh Bandem Kamandalu, mahasiswa Jurusan Arkeologi dan Antropologi Universitas Udayana, sebagai komunitas yang fokus pada riset, edukasi, dan media. Komunitas ini dibentuk karena Bandem merasa perlu adanya wadah menulis untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya di bidang humaniora, seperti arkeologi, antropologi, dan sejarah.

Bandem merasa ketiga ilmu tersebut jarang diketahui oleh publik, sehingga ia ingin mendekatkan publik pada isu tersebut melalui pendekatan jurnalistik. “Kami coba menggandeng jurnalisme itu, jadi gimana caranya biar isu-isu ke publik juga bisa dilihat dari sudut arkeologi, sejarah, ataupun antropologi itu. Dan di samping itu kami memang inginnya sebagai wadah agar penelitian-penelitian di kampus enggak hanya berhenti di kampus, tapi bisa juga tersebar melalui media dan caranya adalah menggabungkan dengan dengan jurnalisme ini,” kata Bandem dalam pertemuan BaleBengong dengan pembuat konten.

Melalui akun Instagramnya, Nuturang menyajikan konten yang berisi berbagai jurnal penelitian. Menariknya, bahasa akademis dalam jurnal diubah menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat awam. Isu-isu yang diangkat seputar Bali, sehingga lebih dekat dengan masyarakat. Misalnya, publikasi arsip banjir masa lalu yang menunjukkan bahwa banjir bukan hal baru di Bali.

Denpasar Sepeda

Kenaikan harga bahan bakar pada Desember lalu membuat Doni Kurniawan mulai mencoba bersepeda. Pasalnya, Doni waktu itu baru mulai bekerja, sehingga penghasilannya terbatas untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Sepeda yang jarang terpakai akhirnya ia gunakan untuk berangkat kerja sehari-hari.

Berpergian menggunakan sepeda membuat Doni menyadari jalanan yang belum ramah pesepeda. Menyebrang susah, bahkan beberapa kali ia diklakson oleh pengendara lain. “Makanya coba diupload di media sosial. Ternyata lumayan banyak responsnya. Ada juga yang bilang, wah menarik nih, semoga Denpasar suatu saat nanti bisa jadi kota yang ramah terhadap sepeda,” ujar Doni.

Doni menyadari bahwa belakangan sepeda menjadi tren. Namun, kebanyakan tren yang muncul adalah sepeda sebagai gaya hidup. Melalui Denpasar Sepeda, Doni memiliki misi membuat sepeda bukan sebagai gaya hidup, tetapi sebagai alat transportasi. “Karena kalau dilihat-lihat juga jalan Denpasar, khususnya tengah-tengah ini kan datar semua, enggak terlalu banyak yang nanjak,” ungkap Doni. Ia ingin mendorong agar lebih banyak pesepeda di Denpasar, sehingga ke depannya fasilitas untuk pesepeda dapat ditingkatkan.

Melalui Denpasar Sepeda, Doni memberikan sudut pandang pesepeda di Denpasar, seperti jalanan yang belum ramah bagi pesepeda, banyaknya warga yang mulai menggunakan sepeda, hingga manfaat menggunakan sepeda untuk kesehatan.

Stravenues

Tak asing dengan sapaan minkot di media sosial X? Sapaan ini ditujukan untuk media atau komunitas Stravenues, media yang fokus pada isu-isu perkotaan. Meski lebih banyak membahas isu kota secara umum dari Jakarta, beberapa konten Stravenues juga membahas tentang Bali. Selain isu tata ruang, Stravenues juga membahas isu perkotaan lainnya, termasuk iklim, alih fungsi lahan, dan mobilitas.

Stravenues aktif di berbagai platform media sosial, mulai dari Instagram, Twitter, dan TikTok. Ada juga Spotify untuk publikasi podcast bernama Public Space. “Itu karena ngerasa kayak kita itu butuh ruang untuk diskusi dan bagaimana pengen bikin satu produk siaran streaming yang kesannya itu seperti diskusi di ruang publik,” ungkap Made Swabawa, salah satu anggota Stravenues.

Di Bali, komunitas ini beberapa kali terlibat dan menyelenggarakan diskusi publik di ruang publik, seperti diskusi kebutuhan ruang publik beberapa waktu lalu. Diskusi tersebut membahas pentingnya ruang terbuka hijau (RTH) di perkotaan. Bukan hanya untuk rekreasi dan beraktivitas, tetapi juga sebagai mitigasi bencana.

Capybara Unit Visual

Capybara Unit Visual dulunya merupakan akun Instagram studio arsitektur Barda Gemilang. Seiring berjalannya waktu, akun tersebut menjadi community walk. “Tujuan utamanya itu ngajak teman-teman untuk ngerasain kota secara indrawi lah, secara langsung,” ujar Barda.

Aktivitas ini didasari dari keluhan masyarakat terkait jalan yang sempit dan macet. Daripada hanya sekadar protes, Barda mengajak publik untuk merasakan langsung dengan jalan bersama. Setelah berjalan, peserta yang ikut diajak untuk bercerita perasaan mereka selama berjalan. “Banyak konteks ruang dari dari sisi perkotaan, dari sisi tubuh, dari sisi detail-detail kota yang kita coba fasilitasi biar teman-teman yang cerita,” imbuhnya.

Aktivitas jalan kaki tersebut dinamakan Mendadak Nomad yang telah diselenggarakan beberapa kali, di wilayah urban Denpasar, kawasan subak, hingga pesisir pantai. Capybara juga aktif mengisi diskusi yang membahas tata ruang kota. Ketika banjir beberapa waktu lalu, Capybara berusaha memetakan titik koordinat banjir dari media sosial.

Forum Diskusi Transportasi Bali (FDTB)

Mengawali tahun 2025, pengguna Trans Metro Dewata (TMD) dikejutkan dengan berhentinya moda transportasi publik TMD. Pemerintah saat itu beralasan tidak memiliki anggaran untuk melanjutkan operasional TMD. Advokasi mengembalikan TMD pun dilakukan oleh sejumlah masyarakat yang kemudian menyebut dirinya Forum Diskusi Transportasi Bali (FDTB). Ini adalah jaringan forum transportasi di kota lain yang mulai bergerak 2021 namun aktif dan dikenal komunitasnya saat TMD dihentikan.

FDTB diawali dari grup WhatsApp yang berisi penumpang TMD. Kemudian, beralih menjadi kolektif yang kerap menyuarakan transportasi publik di Bali karena kekecewaan minimnya transportasi publik. Sejak bulan Januari 2025, ketika TMD berhenti beroperasi, forum ini menyuarakan keresahan mereka melalui berbagai cara, mulai dari diskusi hingga audiensi dengan pejabat publik.

Advokasi yang dilakukan FDTB berbuah hasil pada April 2025. Bus TMD dioperasikan kembali dengan anggaran pemerintah sejak 20 April 2025. Setelah beroperasi kembali, FDTB melakukan kegiatan lain untuk mengembangkan fasilitas publik, salah satunya adalah pemasangan petunjuk arah atau wayfinding yang bekerja sama dengan Transport for Jakarta.

Tags: isu publikkomunitas di Baliruang publik di Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Mempertahankan, Sebaik-Baiknya Cara Mereka untuk Melawan

29 September 2025
Next Post
Peserta Aksi Semakin Lama Menyandang Status Tersangka

Peserta Aksi Semakin Lama Menyandang Status Tersangka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia