• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kegelisahan Alit Kesuma Kelakan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
4 September 2007
in Budaya, Kabar Baru, Sosok
0
3

Oleh Bintang Pancar Cahaya

Minggu 2 September kemarin saya hadir dalam acara peluncuran buku Lentera, Lembaran tentang Realitas AIDS. Buku kumpulan tulisan-tulisan tentang AIDS karya “banyak orang” yang tersebar di sejumlah media massa ini diterbitkan Sloka Institute. Ada yang menarik dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Alit Kesuma Kelakan yang datang selaku Ketua Harian Komisi Penanggulan AIDS Provinsi (KPAP) Bali tersebut.

Dalam acara yang dikemas secara santai dengan duduk lesehan bermenukan pisang dan singkong goreng ini, Alit Kelakan mengungkapkan kegelisahaannya hidup di negara Indonesia yang disebutnya sebagai negara administrasi ini, terutama jika menyangkut masalah pengucuran uang. Suatu ketika, demikian Alit Kelakan bercerita, dirinya tengah memperjuangkan kucuran dana untuk kegiatan Badan Narkotika Provinsi (BNP). Kegiatan semacam ini tidak ada uangya untuk bisa dibagi-bagi. “Proposal sudah dibahas dan disetujui, namun uang tidak kunjung turun. Padahal kegiatan terus berjalan. Terpaksa saya kasbon dulu untuk nalangi. Sudah begitu dua bulan kemudian sudah ditagih lagi,” tutur Alit Kelakan.

Hehehe.. Alit Kelakan yang birokrat ini ternyata gerah juga melihat berbelit dan rumitnya administrasi di Indonesia ini, terutama jika sudah menyangkut masalah uang.

Lewat ceritanya, Alit Kelakan, saat itu memang tengah menjawab pertanyaan relawan aktifis AIDS tentang kelanjutan program Lentera” yang dananya memang sebagian disokong provinsi ini.

Program Lentera diharapkan memang bisa terus berlanjut, apalagi respon masyarakat cukup positif. Ada juga relawan yang menanyakan bagaimana ketersediaan kondom. Yah, ujung-ujungnya Alit Kelakan hanya mengatakan harus bersabar. Pemerintah masih peduli, namun memang perlu bersabar. Kampanye AIDS harus terus berlanjut, jangan sampai menunggu lebih banyak korban lagi. [b]

toto togel
situs toto
situs slot
situs toto
toto togel
situs toto
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Next Post

Lentera, Ketika Para Aktivis Bercerita

Comments 3

  1. Putu Dangdut says:
    18 years ago

    Memang pejabat bali bisanya hanya natakang lima.
    Adakah pejabat, khususnya di tingkat provinsi yang bisa menghidupkan ekonomi Bali? atau paling tidak adalah pejabat Bali yang mengerti apa sebenarnya landasan kehidupan ekonomi? …………… jauh panggang dari api, mengelola yang ada saja tidak becus.

    Belajar dong ke Pak Geredeg atau Pak Winasa yang sudah terkenal itu di Indonesia itu, padahal mereka ini sebenarnya orang baru di kalangan pemerintahan.

    Reply
  2. Sugi Lanus says:
    18 years ago

    Kasihan bli Alit. Kalo dia tidak sedang menjabat pasti dia demo. Tapi, mumpung menjabat tidakkah sebaiknya juga demo? Pasti hasilnya lebih maksimal, salto keluar dari birokrasi. Pasti bisa-lah. Masak sebelum jadi Wagub kencang, setelah mejabat kurang tenaga? Bli, lawan birokrasi, caranya open house, trus kompori orang luar birokrasi melobby, fasilitasi kawan-kawan yang di luar birokrat. Ini jam-jam penghujung masa jabatan, progresif-lah..

    Reply
  3. IWAN says:
    17 years ago

    sabar boss.. semua pasti akan keliatan

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia