• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, August 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Keahlian Menipiskan Adonan Uli dan Begina di Desa Guliang Kangin

Anissa Putri by Anissa Putri
30 August 2026
in Budaya, Kabar Baru, Kuliner
0
0

Kehidupan umat Hindu Bali tidak pernah lepas dari yadnya, di mana setiap yadnya atau upakara terdapat sarana. Sarana yang digunakan adalah banten atau bebantenan. Banten yang digunakan untuk upacara yadnya dibedakan menjadi tiga, yaitu banten nista, banten madya dan banten utama. Disebut nista karena tingkatannya kecil atau sederhana. Madya karena tingkatannya di tengah-tengah atau tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Utama karena tingkatannya besar. Dari ketiga tingkatan banten tersebut, unsur yang wajib selalu ada adalah jajan uli dan begina.

Jajan uli dan begina merupakan jajan khas Bali yang dibuat dari bahan beras ketan. Umumnya jajan uli dan begina berbentuk bulat. Warna jajan uli dan begina sangat beragam. Ada yang berwarna putih atau original, ada yang berwarna coklat karena dicampur dengan gula bali dan ada yang berwarna merah karena dicampur dengan pewarna makanan. Di Desa Guliang Kangin, sejumlah perempuan memiliki keterampilan menipiskan adonan uli yang lengket itu menjadi sangat tipis dan rata.

Pembuat jajan uli dan begina di Desa Guliang Kangin yang sudah mulai jarang ditemukan karena teknik memotong jajan uli ini lumayan sulit. Salah seorang pembuat jajan uli dan begina di kawasan Guliang Kangin adalah Ibu Desak.

Ibu Desak mengatakan proses membuat jajan butuh kesabaran. Untuk pembuatan jajan begina, pertama-tama ketan direndam kemudian dikukus, diaru, lalu dikukus lagi dan baru diangkat, dan diisi gula. Sedangkan jajan uli, ketan dikukus terlebih dahulu, kemudian ditambah tepung dan kelapa, lalu dikukus lagi, baru diisi gula.

Ketika sudah matang langsung dimasukkan dalam cetakan. Sesudah dingin baru diiris dan dijemur. Proses pembuatan jajan uli dan begina dari bahan sampai jadi memerlukan waktu sehari. Penjemuran jajan uli dan begina yang sudah jadi memerlukan waktu 2 hari jika ada matahari. Setelah kering baru kemudian digoreng. Dalam satu kali produksi jajan uli dan begina yang dihasilkan sekitar 3 sampai 4 kg jajan.

Ibu Desak mengaku telah menggeluti usaha pembuatan jajan uli dan jajan begina ini selama 18 tahun. Dari usahanya ini, Ibu Desak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk keperluan upacara yadnya. Jajan uli dan begina buatannya paling banyak dipesan pada saat ada upacara yadnya dan hari besar keagamaan, seperti Purnama, Tilem serta Galungan dan Kuningan.

(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga di Desa Tamanbali)

Tags: desa guliang kangindesa tamanbalijajan uli dan beginakelas jurnalisme warga bangli
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anissa Putri

Anissa Putri

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Keahlian Menipiskan Adonan Uli dan Begina di Desa Guliang Kangin

Keahlian Menipiskan Adonan Uli dan Begina di Desa Guliang Kangin

30 August 2026
Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

28 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia