• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kasak-kusuk Pengujian Materiil MK: Kembalinya Dinasti Politik?

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
20 October 2023
in Kabar Baru, Opini, Politik
0
0

Oleh: Abror Torik Tanjilla & Yohanes Wisnu Dharmesa (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia)

ilustrasi

Pada 16 Oktober 2023, ketakutan kita akan bangunnya hantu Orde Baru kembali muncul. MK mengabulkan sebagian dari permohonan pengujian materiil terkait UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang dilakukan oleh Almas Tsaqibbiru sebagai mahasiswa asal Surakarta. Pengujian materiil itu dilayangkan untuk menguji pasal yang berbunyi bahwa calon wakil presiden (cawapres) “berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.”

Putusan yudikatif ini perlu kita telaah dan renungkan. Kami menganggap bahwa ada tendensi dari pihak pemohon, terutama dari Almas Tsaqibbiru. Almas seperti tidak memperhatikan implikasi dari gugatan ini terhadap kelangsungan demokrasi kita. Tanpa pemahaman konteks politik yang lebih luas, putusan ini akan menjadi karpet merah bagi dinasti politik ke depan, apalagi jika kita tidak mendekatinya dengan kritis dan hati-hati.

Secara ideal, Almas mencoba memberikan ruang kepada anak muda untuk aktif dalam kontestasi politik nasional. Namun secara realita, apa yang ia bawa merupakan pembajakan lingkaran intelektual untuk kepentingan dinasti politik. Alasan ini dapat kita lihat dengan adanya kepentingan pemenuhan syarat Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Wali Kota Solo sekaligus anak sulung Presiden Joko Widodo. Disebut-sebut, Gibran akan dipasangkan menjadi cawapres Prabowo Subianto. Catatan kami, momentum pengujian materiil yang diajukan tampak tergesa-gesa, dan seperti ada kasak-kusuk elit menjelang momen pemilihan umum 2024 yang kian hari kian panas.

Tuduhan dinasti politik ini bukan argumentasi kosong belaka. Anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi Ketua Umum PSI dalam kurun waktu dua hari setelah menjadi anggota. Menantunya, Muhammad Bobby Afif Nasution menjabat Wali Kota Medan sejak 2021, yang digadang-gadang menjadi calon terkuat Gubernur Sumatera Utara. Jangan lupakan juga Anwar Usman, Ketua MK yang juga merupakan adik ipar dari Joko Widodo. Kesempatan masuknya Gibran masuk ke dalam lingkaran istana otomatis membuat Jokowi mendapatkan ruang kuasa yang semakin luas. Dinasti ini akan mampu menyaingi dinasti Soeharto, yang bahkan anak-anaknya tidak mendapatkan kursi kekuasaan paska Orde Baru.

Hari ini kami mempertanyakan, bagaimana para intelektual dan pembela demokrasi menanggapi peristiwa ini? Kenapa para agent of change bukannya menolak perubahan UU no 7 tahun 2017, namun justru terjebak dalam dinamika politik dinasti tersebut? Kami mempertanyakan komitmen para intelektual dan pembela HAM yang tidak hadir dalam proses politik dan cenderung abai mengambil sikap dalam melawan dinasti politik? Padahal, sikap pasif mereka sebagai barisan terdepan demokrasi akan berkontribusi mencederai demokrasi itu sendiri. Minimnya pembahasan serius di kalangan akademia juga patut dicurigai menjadi dalang diloloskannya gugatan ini. Lingkungan intelektual yang harusnya menjadi mitra kritis pemerintah malah membuat nepotisme merajalela.

Pada akhirnya kami mengamini bahwa kita sendiri yang membiarkan politik dinasti ini lahir. Apakah kita adalah arsitektur dari lahirnya Orde Baru yang baru? Ataukah reformasi kita sedang mati suri?

Sejak 25 tahun Indonesia keluar dari cengkraman Orde Baru, kita mengira telah keluar dari kekangan dinasti politik dan dwifungsi aparat. Namun, sadar atau tidak sadar, hantu-hantu Orde Baru mencoba mempertahankan warisan 32 tahun otoritarian ala Soeharto. Kemenangan hantu-hantu itu menjelma lewat dikabulkannya gugatan dari mahasiswa bernama Almas Tsaqibbirru.

kampungbet
Tags: gibranoligarkipemilu 2024
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Regulasi Penanggulangan Bencana Bali Masih Membuka Ruang Berbisnis di Zona Merah

Regulasi Penanggulangan Bencana Bali Masih Membuka Ruang Berbisnis di Zona Merah

16 May 2024
Bagaimana “Context Collapse” dalam Disinformasi Tercipta?

Bagaimana “Context Collapse” dalam Disinformasi Tercipta?

29 April 2024
Kudeta Elektoral Merusak Demokrasi Indonesia

Kudeta Elektoral Merusak Demokrasi Indonesia

17 April 2024
Kisah KPPS: Di Balik Layar Pemilu Serentak 2024

Kisah KPPS: Di Balik Layar Pemilu Serentak 2024

22 March 2024
Pemilu dan Dilema Warga Bali, Antara Hati Nurani VS Bansos Banjar

Pemilu dan Dilema Warga Bali, Antara Hati Nurani VS Bansos Banjar

16 February 2024
Next Post
Berbagi Sesi di UWRF: Meneropong Masa Depan Bali 20 Tahun Mendatang

Berbagi Sesi di UWRF: Meneropong Masa Depan Bali 20 Tahun Mendatang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia