Kapoltabes Diperintahkan Periksa Pemukul Wartawan

Sumber Bali Post

Kapolda Bali Irjen Pol. Paulus Purwoko, MDA tak mau menanggung malu akibat ulah Iptu Wayan Suarya memukul wartawan Denpost, Ngurah Kertanegara, Jumat (5/10) pukul 14.00. Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. Yovianes Mahar diperintahkan memeriksa oknum perwira tersebut. Dalam waktu dua hari, laporan dari penyidik Poltabes harus sudah lengkap.

“Saya sudah perintahkan Pak Kapoltabes memeriksa langsung anggota yang dilaporkan memukul wartawan. Dua hari ini pasti bisa, saya janji sudah tuntas,” tegasnya usai menjadi Irup Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran 2007, di Lapangan Umum Renon, Sabtu (6/10) kemarin. Kasus pemukulan wartawan yang melibatkan oknum perwira Poltabes tentu menodai komitmen Kapolda yang tengah gencar membangun pelayanan profesional. Iptu Suarya pun dipastikan bakal menerima ganjaran setimpal. Ini adalah kasus penganiayaan kedua yang melibatkan mantan Ka. SPK Poltabes itu. Pelaku diduga marah gara-gara diberitakan memukul seorang pria yang mem-booking CO, beberapa bulan lalu.

Kapolda menjamin oknum Polri yang terbukti memukul wartawan pasti ditindak tegas. Hasil pemeriksaan di Poltabes akan menjadi kajian hukum, sejauh mana pelanggaran yang dilakukan Iptu Suarya. ”Sanksi bagi anggota nakal pasti ada, mohon tunggu hasil pemeriksaan, ” tambahnya.

Irjen Purwoko memang tak banyak memberi komentar terkait kasus pemukulan wartawan. Toh begitu, sikap serius menanggapi laporan korban tampak jelas di raut muka jenderal kelahiran Pati, Jateng itu.

Buktinya Kapolda langsung memanggil Kapoltabes dan memberi pengarahan soal proses hukum terhadap pelaku. ”Beliau minta kasus ini ditangani cepat, terutama apa yang terjadi di lapangan,” kata Kabid Humas Kombes Pol. AS Reniban.

Divisum
Sementara penyidik Poltabes sudah memeriksa dua saksi, masing-masing Ngurah Kertanegara dan Hence Silalahi (wartawan Fajar Bali). Korban saat memberi keterangan di hadapan petugas didampingi langsung oleh Kapoltabes Yovianes. ”Saya sudah jelaskan apa yang dilakukan Pak Suarya. Mudah-mudahan kasus ini tak terulang. Semua masalah bisa diselesaikan tanpa harus main gebuk,” tegas korban saat keluar dari ruang pemeriksaan bersama Hence.

Ngurah usai memberi keterangan langsung dibawa ke RS Trijata untuk menjalani visum. Sementara sejumlah wartawan dari berbagai media menyatakan prihatin, dan menyesalkan tindakan oknum polisi main pukul. ”Pak Kapolda pasti bersikap arif dan paham terhadap tugas-tugas wartawan di lapangan,” begitu bisikan para wartawan yang ngepos di Polda. (kmb10)