• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kampanye Caleg Tak Menarik bagi Jurnalis Pelajar

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
10 March 2009
in Kabar Baru
0
3

Oleh Luh De Suriyani

Jurnalis muda Bali yang tergabung dalam kelompok wartawan sekolah menilai Pemilu 2009 ini membosankan karena tidak ada kampanye calon legislatif yang menarik. Hal ini disampaikan secara kritis dalam lomba koran dinding tentang Pemilu yang diikuti 19 tim jurnalistik sekolah se-Bali, di Kampus Sastra Universitas Udayana, Denpasar, Minggu kemarin. Acara ini dilaksanakan oleh Pers Kampus “Akademika” Universitas Udayana.

Masing-masing tim terdiri dari enam orang perwakilan dari kelompok jurnalistik sekolahnya. Mereka mengkritisi sejumlah isu Pemilu seperti program kampanye calon legislatif, cara kampanye, dan permasalahan Bali yang dihadapi caleg itu nanti.

Tim koran dinding SMA Harapan Denpasar misalnya mengkritik suasana Pemilu yang malah merusak wajah kota. Dalam sejumlah artikelnya, ditulis kumuh dan kotornya jalanan yang dipenuhi spanduk dan baliho caleg yang tidak teratur.

“Jutaan atribut kampanye memenuhi jalanan dan menambah semrawut suasana. Ribuan caleg tidak memberikan pendidikan lingkungan yang baik bagi warga,” tulis Savitri, dalam salah satu artikelnya.

Ia merangkum komentar sejumlah caleg dan pengamat politik dalam tulisannya. “Apakah jutaan sampah plastik dan kertas itu nanti bisa diberihkan sendiri oleh para caleg,” tanya Savitri.

Di Bali saja, tercatat 5065 orang caleg yang memperebutkan 399 kursi parlemen di DPR, DPD, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota. Jadi hanya sekitar 8% saja yang akan berhasil.

Selain cara kampanye yang tidak menarik, program kampanye pun dikritik calon pemilih pemula, pelajar sekolah menengah atas ini.

Sebagian besar artikel menulis caleg-caleg tidak mengutamakan program dan komitmen untuk bekerja keras memperbaiki Bali. Sejumlah tim membuat polling soal ini.

Misalnya dua tim SMA Negeri 3 Denpasar membuat dua polling terpisah mengenai program caleg soal penyelamatan lingkungan. Respondennya pun dari teman-teman sebaya mereka.

Dari 50 responden, 36% responden meyakini caleg tidak mampu menyelamatkan Bali dari potensi kerusakan lingkungan. Sebanyak 30% ragu-ragu, dan sisanya tidak bisa menjawab.

Isu lingkungan terlihat menjadi fokus pembahasan jurnalis pelajar ini. Tim SMAN 1 Denpasar merangkum pendapat 60 suara remaja. Hasilnya, isu penyelamatan lingkungan menjadi tantangan pertama caleg terpilih, disusul kemiskinan, dan pendidikan.

Isu-isu lainnya terkait program kampanye adalah kasus putus sekolah anak-anak di Bali dan rendahnya kualitas pendidikan.

Tim II dari SMAN 3 Denpasar juga merangkum pendapat 52 responden soal penyebab tingginya angka putus sekolah di Bali. Sebanyak 92% mengatakan akibat makin mahalnya biaya pendidikan. “Angka putus sekolah akan meningkat akhir tahun ini, lebih besar dari tahun 2008 yang berjumlah 1686 siswa yang tidka bisa melanjutkan sekolahnya,” tulis satu artikel yang dibuat tim ini.

Seluruh jurnalis harus menyelesaikan koran dinding, termasuk melakukan reportase, penulisan, dan layout selama enam jam di lokasi lomba. Panitia menyediakan narasumber dan data pendukung. Brainstorming melalui seminar soal Pemilu dilaksanakan sehari sebelum lomba.

Salah seorang anggota KPU pusat, I Gusti Putu Artha menilai kritik jurnalis muda dan para pemilih pemula dalam Pemilu 2009 ini sangat baik. “Mereka akan belajar mengkritisi calon pemimpin dan bisa bersikap,” ujarnya.

Sementara, Intan Paramitha, salah satu panitia mengharapkan calon legislatif memberikan ruang dialog bagi remaja dalam merumuskan program pemerintahan. “Suara anak muda adalah juga suara perubahan,” katanya. [b]

Tags: AgendaMedia
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
Inilah Lima Terbaik Media Warga. Tentukan Pilihanmu!

Inilah Lima Terbaik Media Warga. Tentukan Pilihanmu!

17 May 2021
In Jazz We Trust, Perayaan Jazz secara Hibrida

In Jazz We Trust, Perayaan Jazz secara Hibrida

29 April 2021
KEMBALI 2020: Lifetime Achievement Award untuk Toeti Heraty

KEMBALI 2020: Lifetime Achievement Award untuk Toeti Heraty

1 November 2020
Kembali 2020: Memulihkan Industri Kreatif dan Masyarakat Bali

Kembali 2020: Memulihkan Industri Kreatif dan Masyarakat Bali

24 August 2020
Next Post

Tuna Netra Harapkan Simulasi Pemilu

Comments 3

  1. PanDe Baik says:
    17 years ago

    makanya, daripada ngedukung yang gak jelas, silahkan dukung yang memang jujur hati nuraninya…
    http://pandebaik.com/2009/03/13/tiang-ngayah-dengan-pamrih/#comment-3401
    Huahahaha….

    Reply
  2. Astarini Ditha says:
    17 years ago

    terima kasih mba lohde, tulisannya asik..
    mengambil momentum juga biar AKADEMIKA tidak melewatkan spirit PEMILU sekaligus apresiasi juga, penghargaan di usianya yang ke-26..

    hOohOo..

    salam,

    `dIe

    Reply
  3. Dewi Pinatih says:
    17 years ago

    hehehehe… jadi inget jaman sma dulu, ikutan lomba mading nya AKADEMIKA itu *ngelamun bayangin waktu masih imut2 dulu

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia