• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kalpataru di tengah Rusaknya Alam Kintamani

Anton Muhajir by Anton Muhajir
27 June 2008
in Budaya
0
0

Oleh Kadek Didi Suprapta

Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat Desa Buahan Kecamatan Kintamani, salah satu desa yang bertetangga dengan desaku mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru. Antusiasme masyarakat Buahan nampak dari semangat mereka mengarak trofi Kalpataru sepanjang perjalanan dari Bangli menuju Desa Buahan. Kebanggaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Guratan-guratan ketuaan di wajah bapak-bapak itu laksana lenyap tatkala mereka merasakan kegembiraan dan kebanggan mengarak trofi Kalpataru itu.

Wajarlah jika mereka berbangga diri. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden SBY kepada salah seorang perwakilan warga Buahan. Dan, prestasi itu merupakan prestasi yang jarang bisa didapatkan oleh sebuah kelompok masyarakat. Mereka dianggap mampu melestarikan hutan lindung yang berada di sekeliling desa Buahan.

Desa Buahan merupakan salah satu desa yang masuk ke dalam wilayah Bintang Danu Berada di antara Desa Kedisan dan Abang. Berada di sebelah selatan Danau Batur, di bawah tebing pinggiran kaldera Batur sebelah selatan. Tebing ini ditumbuhi beraneka jenis tanaman tropis yang cukup lebat. Mungkin karena mampu mempertahankan kelestarian hutan lindung di sebelah selatan dan barat desa inilah yang akhirnya mengantarkan masyarakat Desa Buahan mendapatkan penghargaan ini.

Jika Desa Buahan mampu membuat saya ikut merasa bangga sebagai warga Kintamani, tidak demikian halnya dengan Desa-desa lain yang juga masuk kawasan Bintang Danu. Di Batur misalnya, daerah sekitar Pura Jati yang harusnya menjadi bagian dari hutan lindung Gunung Batur kini bopeng, karena maraknya galian C dan banyaknya bangunan darurat yang dibuat masyarakat disana guna keperluan menginap hanya untuk beberapa hari ketika ada piodalan di Pura Jati.

Demikian pula di Songan, tidak jauh berbeda. Di Banjar Tabu, sebuah sekolah hampir nyemplung ke dasar tanah. Pinggiran sekolah sudah dikeruk habis oleh masyarakat untuk digali pasirnya. Akibatnya, sebuah sekolah menjadi korban. Toh masyarakat cuek saja. Asal masih bisa gali pasir, dan menghasilkan uang, peduli amat. Sekolah urusan pemerintah. Begitu sering saya dengar… Menyedihkan.

Di Trunyan, sama saja. Hutan di areal Gunung Abang tiap tahun terbakar. Entah kebakaran itu disengaja, atau tidak. Yang jelas kebakaran itu bukan saja menimbulkan dampak bagi kawasan Gunung Abang saja, tapi meluas sampai ke daerah-daerah sekitarnya.

Sebagian besar memang alam Kintamani, yang konon dulu merupakan kawasan wisata kaldera terindah di dunia sudah dikorbankan untuk keserakahan manusia. Semuanya memang atas nama materi. Ketika perut sudah menununtut isi, siapa yang akan peduli terhadap masalah yang akan timbul 50 tahun lagi?

Kebijakan pemerintah terkadang terasa aneh. Ketika alam sudah rusak parah, yang terjadi bukannya reboisasi atau upaya pembenahan, malah di sekitar Pura Jati, tanah hutan terkesan dibagi-bagi. Hutan yang harusnya menjadi penyangga kelestarian ekosistem kini beralih fungsi mnenjadi lahan pertanian.

Setiap kali pulang kampung, saya melihat semakin berkurang pohon-pohon tinggi itu, karang-karang sisa letusan itu yang dulu menjulang memberi pemandangan yang khas daerah pegunungan kini telah menjadi bagian dari tembok-tembok rumah.

Apakah ketika nanti saya punya anak dan saya ajak pulang ke Kintamani, akankah masih mendapatkan pemandangan yang indah itu?

Kalpataru, semoga bukan cuma penghargaan dan trofi cantik. Kintamani perlu perubahan.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Senja Kala Humaniora

14 May 2026
Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Next Post

Hotspot di Pedestrian Jalan Kamboja Denpasar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Senja Kala Humaniora

14 May 2026
Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia