• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Hongkong, Visual Study Tanpa Henti

Arief Budiman by Arief Budiman
3 August 2007
in Budaya, Travel
0
0

Oleh Arief Budiman 

Apa istimewanya perjalanan ke sebuah tempat selain mengalami perbedaan ruang dan waktu sehingga kebaruan adalah apa yang belum pernah dilihat dan dirasakan sebelumnya? 

 

Banyak kawan bertanya apa oleh-oleh dari Hong Kong (HK)? Tadinya saya akan menyimpan saja semua “oleh-oleh” itu. Namun atas desakan beberapa kawan, saya pun mengeluarkan “oleh-oleh” yang unik saja. 

PENGALAMAN KREATIF adalah semua hal yang terutama dari apa pun yang saya dapat selama di HK. Bukan kaos I Love HK, Wing Wah’s cakes dengan kemasan buatan biro desain top HK Kan and Lau, merchandise Alan Chan, jalan-jalan di Soho atau menerobos HK tunnel di bawah laut.Creative sparkling, telah terasa ketika malam itu pesawat akan mendarat dengan gemerlap berjuta cahaya lampu kepulauan HK di bawah sana. Seketika tiba-tiba teringat keuntungan “memahami“ saat Kan Tai Keung di Bali mempresentasikan karya-karya grafis spektakulernya yang sunyi di keramaian HK tanah airnya. Tai Keung saat hadir di Bali adalah sebuah alert bagi perjalanan saya sebagai seorang desainer grafis dan pekerja kreatif. Penggaliannya di kedalaman menemukan sunyi dan mempersembahkannya dengan segala kerendahan hati.  

Lalu teringat pula dongeng Ika Mardiana tentang dinamika HK, eksplorasi berkarya, dan penghargaan terhadap karya seperti yang terlihat dalam pencapaian karya fashionnya selama bermukim di HK. Keduanya adalah desainer dan seniman sejati yang menjadi inspirasi dalam mencari. Keduanya berhasil meniupkan roh budayanya sebagai identitas karya. Dan jauh sebelum mereka adalah ayahanda sendiri bercerita bagaimana HK adalah naga yang tak pernah terlelap. 

Apa yang sebenarnya saya “pahami“ ketika “menyimak“ pembicaraan orang-orang yang mengenalkan HK pada saya lewat cerita? Saya merasa telah mengenal HK sebelum saya ada di sana. 

Ketika pesawat mendarat dan pertama kali menginjakan kaki di bumi HK tak ada sedikit juga perasaan asing. Tak ada penjemput, tak ada guiding yang jelas harus menuju ke mana tak membuat rasa takut dan khawatir. Saya seperti telah ada di sana sebelumnya. 

Yang berjejal di kepala adalah visual dan visual: Huruf latin berbaur dengan aksara Cina, kepak ekor naga, etos kerja, orang-orang yang khusuk dengan tujuannya sendiri, rasa percaya diri, passion, dinamika manusia juga kota dan gambaran rasa cemburu serta mempertanyakan nasib bangsa yang coba dibunuh lalu jadikan motivasi. Semua itu dipertegas dengan mengalami hari-hari di sana. 

Drawing Book kecil yang saya bawa dipenuhi coretan-coretan emosional saling berganti dengan laptop butut saya yang legend itu untuk mengupload gambar dari kamera digital, mendesain dan merekayasa gambar. Dorongan berkarya begitu dahsyat tak kenal lelah mengalahkan pengalaman berada di tempat manapun yang sebelumnya pernah didatangi. Apakah ini kekuatan dragon ketika mengucap salam selamat datang?  

Teman saya, Sugi Lanus, mempertegas, Inggris pun telah kepincut HK semenjak dulu kala. Jadi kekuatan macam apa yang dimilikinya? 

Dan oleh-olehnya adalah karya visual yang jika dikumpulkan hampir berjumlah 100 buah. Saya sendiri tidak percaya tapi ini adalah kejadian yang sesungguhnya. Saya lebih senang menyebutnya sebagai visual study. Hal lain di luar itu adalah gagasan-gagasan yang belum sempat dituangkan serta semangat membangun kesetaraan. Hmm…. 

Sedikit menjelaskan beberapa gambar yang saya hadirkan sebagai “oleh-oleh“: HK buat saya sangat tipografis, ada puluhan studi saya menggambarkan tipografis HK ala saya. Naga, naga dan naga adalah dominasi yang tidak saya habis pikir. Ia hadir begitu saja dengan berbagai ekspresi. Dinamika HK tergambar dalam cahaya neon yang bertebar sepanjang malam.  

Setiap malam fisik ingin memejam namun jiwa larut dalam irama kota yang tak pernah mati. Akhirnya, yang saya yakini adalah bagaimana jika kesempatan ini diberikan kepada banyak orang kita? Mungkinkah kekuatan dahsyatnya dapat menggerakan sesuatu yang mampu mengeksplorasi berjuta kekayaan Nusantara untuk identitas dan kebanggaan? Selamat “memahami“. 

Note: Jangan takut, kekuatan imajinasi toh juga bisa membuat kita berada di mana saja sesuai mau kita untuk memperoleh apa yang kita mau. Tapi… I’ll be back. Cause HK loves me. [b] 

-tulisan ini juga ada di www.ayipbali.com-

situs togel
link togel
togel 4d
slot gacor
togel terpercaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Arief Budiman

Arief Budiman

Bekerja di Matamera Communication Denpasar. Punya perhatian khusus di bidang desain, jazz, iklan, dan VW. Kini sedang gandrung dengan blog. Menulis di portal ini adalah bagian dari perjuangannya untuk mendorong warga Denpasar rajin ngeblog. Juga mengelola Warta Jazz.

Related Posts

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Next Post

Rela Antre demi Bakso Kare

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia