• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, October 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Habis Bimbang Terbitlah Rasa Senang

Ni Putu Hendryana by Ni Putu Hendryana
13 February 2011
in Agenda, Kabar Baru, Pendidikan
0
0

Teks Ni Putu Hendryana, Foto Anton Muhajir

Semangat membara lenyap seketika dan berubah jadi rasa takut.

Teman-teman yang sudah mendaftar kelas menulis jurnalisme warga berhalangan hadir. Tetapi, karena sudah bertekad memasuki dunia jurnalistik, saya memaksa diri datang mengikuti pelatihan. Awalnya hanya ingin tahu. Namun, setelah ikut, saya ingin membawa hal baru dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang-orang sekitar.

Pelatihan jurnalisme warga ini diadakan Sloka Institute yang berkantor di Denpasar. Saya dan tiga teman lain dari Komunitas Anak Tangguh sudah daftar. Namun, pada hari H ternyata dua teman saya batal. Tinggal saya dan satu teman yang ikut.

Sabtu kemarin, dalam perjalanan dari rumah di Guwang, Sukawati, Gianyar menuju Sloka Institute di Denpasar, perasaan saya tidak karuan. Saya belum mengetahui lokasi Sloka Institute. Setelah mencari-cari akhirnya saya sampai dan ketemu. Saya kira kelas pelatihan ini formal dan menakutkan. Tetapi, itu semua hanya ada dalam pikiran saya. Kenyataannya kelas menulis ini sangat santai, kelihatan menyenangkan.

Setelah dipersilakan duduk, acara pelatihan dimulai dengan perkenalan. Kami dibagi menjadi beberapa pasangan oleh Anton Muhajir, pemandu pelatihan selama dua hari ini. Tiap peserta diminta memperkenalkan pasangan masing-masing. Saya ke sini bersama Putu Adiari. Tetapi, saya ddipasangkan dengan seorang pria yang dari tadi saya dengar namanya Raka. Nama lengkapnya I Made Raka Teja. Anton memberi kami kesempatan untuk mengetahui profil dari pasangan masing-masing.

Perkenalan diawali dengan berjabat tangan sambil menyebutkan nama masing-masing. Saya lalu memulai mencari informasi lebih banyak tentang I Made Raka Teja. Setelah mendapat informasi yang cukup, kami satu per satu memperkenalkan pasangan masing-masing. Caranya dengan menunjuk salah satu dari semua peserta yang mengikuti kelas menulis ini.

Setelah perkenalan selesai, pelatihan dilanjutkan dengan teori dasar pembutan berita oleh salah seorang Wartawan Kantor Berita Antara di Bali, Pande Komang Yanes Setat.

Selama sekitar dua jam kami mendapat pengetahuan tentang dunia jurnalistik. Misalnya apa itu berita, jenis-jenis berita, nilai berita, membedakan fakta empiris dengan fakta opini, bagaimana cara membuat berita, dan seterusnya. Kami belajar dasar-dasar jurnalistik, mengenal jurnalisme warga dan menulis berita langsung, serta masih banyak lagi. Walaupun Yanes mengaku dalam keadaan kurang sehat, tetapi beliau dengan semangat memberikan kami pengetahuan seputar jurnalistik.

Selesai memberikan materi langsung, Yanes membuka sesi tanya jawab. Ada beberapa teman bertanya. Salah satunya teman baru saya, Erwin Parega, mahasiswa dari Sulawesi Selatan yang sekarang kuliah di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. “Kenapa dalam penulisa berita tidak menggunakan EYD saja?”, tanya Erwin.

Yanes menjawab pertanyaan Erwin. Beberapa teman lagi bertanya kemudian langsung dijawab oleh Yanes.

Usai tanya jawab dengan pembicara, materi tentang teori menulis ini pun ditutup. Sebelum meninggalkan Sloka Institute Yanes berkata pada teman saya. “Adik ngantuk, ya?”, kata Yanes pada Adiari, yang kebetulan duduk disebelah saya.

Yanes lalu mengusap kepala Adiari agar tidak ngantuk lagi dan meninggalkan kelas ini. Suasana kelas memang terasa santai meski materinya sangat serius. Peserta duduk lesehan sambil belajar tentang jurnalisme dasar maupun praktik menulis berita langsung dan berita kisah.

Kami juga jadi lebih kenal sebagai sesama peserta. Tak ada lagi bimbang dan takut di hati saya meski dua teman lain tidak jadi ikut pelatihan.

Di pelatihan ini saya merasa senang. Selain mendapat pengetahuan baru saya juga mendapat banyak teman baru. [b]

Tags: BaliJurnalismejurnalisme wargaSloka Institute
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Putu Hendryana

Ni Putu Hendryana

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post
Pak Un Menjaga Denyut Malam Kota Denpasar

Pak Un Menjaga Denyut Malam Kota Denpasar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Transisi ke Kendaraan Listrik adalah Wacana Kapitalistik ?

Pulau Wisata dengan Pasokan Rapuh: Analisis Kapitalisme atas Kelangkaan BBM di Bali

16 October 2026
Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

16 October 2026
Warga Bali Antre Berjam-Jam Demi BBM, Koster Bilang Pasokan Masih Cukup

Warga Bali Antre Berjam-Jam Demi BBM, Koster Bilang Pasokan Masih Cukup

15 October 2026
Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

14 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia