• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Gubernur dan Ketua DPRD Bali Tolak RUU Pornografi

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
24 September 2008
in Agenda, Kabar Baru, Opini, Teknologi
0 0
3

Oleh Luh De Suriyani

Gubernur Bali Made Mangku Pastika sepakat dengan Komponen Rakyat Bali (KRB) Menolak RUU Pornografi yang akan disahkan DPR.

“RUU ini bertentangan dengan UUD dan Pancasila. Kan tinggal memperbaharui pernyataan gubernur sebelumnya soal penolakan RUU ini pada 2006 lalu,” kata Pastika di depan sekitar 2000 orang peserta longmarch Aksi Budaya penolakan RUU yang dulunya bernama RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi Selasa hari ini, Selasa (23/9).

KRB dalam aksi budayanya kali ini menjemput Ketua DPRD Bali di kantornya untuk turut serta dalam barisan aksi. Ketua DPRD Bali dan Gubernur kemudian disandingkan untuk meminta kepastian sikapnya atas RUU ini.

RUU Pornografi telah mendapat penolakan dari sejumlah daerah seperti masyarakat Jogjakarta, Sulawesi Utara, dan Papua. Salah satu alasannya, RUU ini menentukan standar moral yang sangat bias penafsirannya.

“Di Bali, tubuh lebih banyak dilihat sebagai simbol estetik bukan sensualitas,” ujar Sugi Lanus, budayawan Bali yang mengawal pembahasan RUU ini di Jakarta.

Masih banyak isi RUU ini yang diprotes seperti cenderung mengkriminalkan perempuan sebagai objek seks, definisi pornografi dan materi seksualitas yang multi tafsir, dan pembatasan kebebasan berekspresi.

Karena itu, hampir sebagian peserta aksi kemarin di Renon, Denpasar adalah seniman. Mulai seniman tradisional sampai rocker. Seperti gitaris Balawan, Geeks Smile, Sekaa Bona Alit, Kelompok Seniman Buleleng, Sekaa Joged Bumbung, Jerinx-SID, Ardan, Ed Eddy and Residivis, dan lainnya.

Seniman-seniman ini giliran mengekspresikan kegusarannya pada RUU Pornografi ini lewat musikalisasi puisi, nyanyian, puisi, dan tarian.

Sampai kini Pansus RUU tentang Pornografi DPR RI  terlihat belum memahami makna aksi-aksi penolakan ini. Ada perbedaan sudut pandang yang sangat lebar melihat RUU ini antara pihak pro dan kontra. Seperti terlihat dalam berbagai talkshow di televisi, Pansus DPR meyakini RUU ini adalah alat untuk menertibkan moral masyarakat.

Sementara KRB misalnya menyatakan RUU ini melihatnya dari perspektif sosial dampak jangka panjang produk hukum ini dalam upaya menegakkan moral itu. “Pendekatan RUU Pornografi semata-mata memandang tubuh sebagai isu moral dan tidak sensitif terhadap keberagaman masyarakat Indonesia yang multikultur dalam memandang tubuh dan ketelanjangan,” ujar Sugi.

Titik temu saja belum berhasil dirajut, bagaimana kesepahaman itu muncul. Entahlah, dalam kondisi seperti ini sepatutnya Presiden SBY mampu menjembataninya. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
Perempuan, Budaya, dan UMKM Berbasis Keberkelanjutan

Perempuan, Budaya, dan UMKM Berbasis Keberkelanjutan

14 December 2025
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Next Post

Terminal Ubung Siaga Angkutan Lebaran

Comments 3

  1. nyoman oken says:
    17 years ago

    kita bisa berdemo dan menolak sampai nunggingpun, tidak bakal ada gunanya, saya yakin ruu pornografi akan disahkan oleh dpr.

    saya kutip tanggapan bapak gubernur mangku pastika : jika uu pornografi disahkan, maka aparat penegak hukum akan kesulitan menegakkannya. apabila hal ini terjadi maka uu tersebut akan mati dengan sendirinya.

    saya sangat menghargai bapak pastika, sayangnya dalam hal ini beliau salah persepsi.
    saya tidak kuatir kepada penegak hukum ( polisi ), sebab saya yakin, selama tidak bersalah, pasti tidak bakal diganggu oleh polisi. saya anggap polisi adalah sahabatku dan penolongku.

    yang saya sangat kuatirkan adalah pkd ( polisi karepe dhewek ), macam fpi dengan panglimanya habib rizieq. mereka ini adalah manusia2 yang kurang kerjaan. jika mereka mengendus kesempatan untuk berbuat onar, yang dilandasi oleh undang2, maka mereka akan merajalela tambah buas.
    sampai detik ini polri masih sangat sungkan terhadap fpi.
    kepada siapakah kita berlindung jika dizalimi oleh orang2 bersorban.

    Reply
  2. Dewi Pinatih says:
    17 years ago

    duh… kok wakil – wakil rakyat kita itu gabeng2 sekali ya… masa ga liat ini RUU udah bawa bibit2 perpecahan, kok yo masih mau diterusin…

    kalo kaya gini, bener kata bli nyoman oken, kayana mpe bedarah2 pun kita ngomong, mereka tetep keukeuh bakal mensahkan ini RUU. Kalo dah kaya gitu, kita – kita ini ga tau lagi mesti gimana bertindak.

    Begini ini kalo mayoritas selalu merasa benar, benar karena mayoritas 🙁

    RUU cacat begitu kok masih mau disahkan, RUU kok multitafsir… nanti tafsir siapa yang akan dijadikan kiblat :-/

    Reply
  3. Dewa Rama says:
    17 years ago

    Hati2 diselipi kepentingan politik. Apalagi deket2 dengan pilpres 2009. Pikirkan lagi untuk bali yang berbudaya.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia