• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Glenn Fredly pun Turut Tolak Reklamasi

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
5 October 2013
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Glenn Fredly Tolak Reklamasi
Gerakan penolakan terhadap rencana reklamasi di kawasan Teluk Benua terus menuai dukungan.

Sebelumnya dukungan datang dari group metal jakarta Seringai. Kali ini solois terbaik Indonesia Glenn Fredly menyatakan dukungannya secara langsung melalui konsernya yang didedikasikan untuk gerakan Bali Tolak Reklamasi Rabu malam lalu, di Hard Rock Cafe, Kuta.

Sebelum bertolak ke Bali, pria pemilik nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo berkicau via akun twitternya @GlennFredly. Isinya “tanggal 2 Oktober 2013 saya akan main di Hard Rock Cafe Bali. Saya akan Dedikasikan konser nanti untuk mendukung kampanye #BaliTolakReklamasi”.

Sebagai musisi, Glenn Fredly memang sangat dikenal sebagai musisi yang memiliki kepedulian dengan masalah sosial, politik, lingkungan dan budaya dan Ia pun cukup intens terlibat didalamnya. Kali ini dia pun mendukung gerakan yang digagas Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) tersebut.

Hal itu memang terlihat saat aksinya. Glenn mengenakan kaos bertuliskan Bali Tolak Reklamasi dan memakai udeng (ikat kepala khas Bali). Penyanyi yang dikenal piawai melahirkan lagu cinta ini, mampu membius ratusan pengunjung yang sebagai besar dipenuhi oleh kaum hawa.

Lewat sejumlah tembang hits dari sejumlah albumnya terdahulu hingga terbaru berjudul “Luka, Cinta dan Merdeka” aksi Glenn selama 2 jam benar-benar memukau serta mampu memuaskan dahaga kerinduan para penggemarnya.

Ditemui sebelumnya, pria kelahiran Ambon, Maluku 30 September 1975 ini mengaku puas dengan atmosper penonton malam itu.

Ketika ditanya terkait alasannya mendukung gerakan Bali Tolak Reklamasi, Gleen menyatakan, Secara personal Ia prihatin melihat wajah Bali yang telah banyak berubah sekarang ini. Pembangunan yang kian pesat tidak diimbangi dengan menjaga lingkungan, yang cenderung merusak lingkungan.

”Ini menjadi kegelisahan saya. Kemajuan pembangunan bukannya tidak baik, tapi harus diringi dengan keseimbangan, karena penting buat menjaga identitas masyarakat Bali itu sendiri,” ucapnya.

Mematikan
Glenn menyatakan permasalahan reklamasi ini harus direspon dan mendapat perhatian serius dari masyarakat, Pemerintah Daerah serta Pusat. Jangan sampai reklamasi ini merusak alam Bali serta mematikan sumber penghidupan masyarakat Bali. ”Saya mencintai kultur Bali dan otomatis menjadi tanggung jawab saya, karena saya sebagai orang Indonesia. Saya tidak ingin wajah Bali berubah,” tegasnya.

Glenn berharap gerakan ini jadikan isu bersama. Berbicara tentang masalah reklamasi tidak hanya terjadi di Bali tapi di Indonesia. Indonesia yang dikenal memiliki garis pantai terpanjang di dunia sangat penting untuk dilindungi dari kerusakan. “Saya tegaskan saya sangat mendukung gerakan Bali Tolak Reklamasi. Membangun tanpa melihat kearifan lokal itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Tergeraknya masyarakat seperti musisi yang menyuarakan penolakan reklamasi, merupakan tanda bagus. Dalam arti kesadaran masyarakat muncul sebagai kontrol sosial. Dan kontrol sosial merupakan bagian penting pilar demokrasi yang lahir dari para musisi. “Netralitas teman teman musisi inilah yang menjadi kekuatan, yang mampu melihat gejala sosial terjadi ditengah masyarakat, seperti permasalahan lingkungan yang terjadi sekarang ini. permasalahan ini akan sangat berdampak besar bagi individu dan manusianya itu sendiri” Glenn menjelaskan.

Bagi Glenn, bergulirnya gerakan Bali Tolak Reklamasi ke musisi menjadi sangat strategis karena bahasa musisi adalah musik. Musik menjadi alat, menjadi lokomotif untuk menyampaikan hal-hal entah itu kemanusiaan atau lingkungan. Musik menjadi perekat, pemersatu untuk menyuarakan keresahan ditengah masyarakat

“Itu sebabnya kasadaran masyarakat sangat penting. Karena itu kesadaran saya muncul secara personal, karena dampak kerusakan lingkungan itu akan berdampak pada semua aspek kehidupan manusia. Hal yang paling menyedihkan misalnya nelayan kehilangan mata pencahariannya. Di mana pola konversi kehidupan terjadi, ada budaya yang berubah. Kita negara kelautan tapi perhatian terhadap masalah kelautan sampai saat ini masih sangat kecil dan ini penting,” Glenn melanjutkan.

Menurut Gleen gerakan Bali Tolak Reklamasi ini menjadi sangat penting dan ini menjadi musuh bersama. Sekarang bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat melihat kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat kini.

“Kita sudah dikaruniai kekayaan alam yang begitu melimpah. Kita tahu eksploitasi alam di indonesia ini sangat mengerikan dan kita manusia hidup bersinggungan dengan alam, kita besar dengan alam, kita bukan bangsa yang besar karena kekuatan industri. Alam yang menghidupi dan memberi makan kita. Tidak hanya di Indonesia bahkan alam indonesia menghidupi megara lain. Apa yang akan kita warisankan ke anak cucu kita nantinya jika alam dirusak tanpa memikirkan dampak kedepannya,” pungkasnya. [b]

Tags: Glenn FredlyLingkunganMusisiTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Next Post
Surat untuk Kapolri Jenderal Timur Pradopo

Surat untuk Kapolri Jenderal Timur Pradopo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia