• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Entitas Nurani: Membaca Nurani, Pemimpin Bangsa

Anton Muhajir by Anton Muhajir
29 May 2008
in Agenda, Budaya
0
1

Oleh Ema Sukarelawanto

Entah siapa yang gelisah, lebih dari 42 seniman Bali dengan rela hati mengumpulkan karyanya dalam sebuah pameran seni rupa bertajuk “Entitas Nurani” di Gedung Kriya, Art Centre Denpasar yang akan dibuka Sabtu, 31 Mei 2008 pukul 17.00 wita. Pameran ini bisa disebut agak lain dari kebiasaan, karena saat pembukaan dihadirkan tiga kandidat calon Gubernur Bali yang akan masuk masa pemilihan 9 Juli mendatang. Para kandidat juga diberi kesempataan untuk membuka pameran, setelah usai menyampaikan komitmen budayanya di hadapan para seniman.

Entah siapa yang gelisah, para seniman dalam kehidupannya yang lebih mementingkan ruang kreasi sehingga kehidupan mereka cenderung menjadi personal. Perilaku ini secara tak sadar telah membangun jarak cukup serius kepada politik. Bahkan akumulasi itu tumbuh menjadi stigma dan apriori (kadang berlebihan) atas perilaku para politikus yang mewarnai perjalanan berbangsa. Anehnya penggiat politik, tak pernah membaca geliat pikiran para seniman, mereka justru membiarkan keasyikan personal para seniman sebagai sebuah peradaban yang lain, sehingga stigma itu bagai dipupuk untuk tumbuh.

Bali, memiliki kegelisahan bersama, tapa berpretensi untuk mewakili seluruh seniman Bali, paling tidak 42 orang perupa – dari lingkaran trasisi hingga modern yang sudah memiliki nama di ranah kesenian – memaknai pameran Entitas Nurani ini penting dilakukan untuk memperpendek jarak komunikasi antara seniman dengan politik, antara seniman dengan pemerintah.

Made Wianta, perupa yang cakap dalam pembaharuan kreatif, membaca gagasan ini sebagai sebuah kegelisahan lama, di mana porsi kesenian dan kebudayaan di Bali memang saatnya mendapat perhatian kelembagaan yang independen dari pemerintah daerah.

Entitas Nurani, merupakan kreasi para seniman muda yang rela membagi waktu di antara kesibukan mereka berkarya. Sesungguhnya menyodorkan gagasan dan memfasilitasi terjadinya dialog budaya yang diharapkan melahirkan komitmen penting dari para calon gubernur dalam upaya mengembangkan kesenian dan budaya masyarakat Bali . Meski ada pemikiran pesimis, bahwa ke depan komitmen itu akan dengan mudah dibohongi, akan menjadi prasasti tak bermakna, itu bisa disikapi sebagai penganiayaan nurani, yang harus disadari akan meruntuhkan jatidiri kemanusiaan secara verikal dan horizontal.

Tapi, bila peristiwa budaya ini tidak dilakukan saat ini, dan kemudian gagasannya kita lemparkan setelah salah satunya menjadi Gubernur, boleh jadi mereka akan berupaya untuk menghindar dengan kesibukan yan lain. Padahal secara realitas Bali ini bergerak karena budaya dan kesenian

Lepas dari segala kekurangan, dalam rentang waktu tak lebih dari sebulan, gagasan ini tetap berjalan dengan dukungan penuh para seniman. Ini boleh menjadi modal dan semangat bagi panitia untuk lebih fokus bergerak.

Di Gedung Kriya, kawasan Art Centre Denpasar, pukul 17.00 wita, 31 Mei 2008 acara ini akan diawali denga orasi budaya, oleh para calon Gubernur Bali, khusus mengenai visinya dalam menjaga dan mengembangkan budaya dan kesenian Bali. Selanjutnya, ketiga calon akan menuliskan komitmennya masing-masing dalam kanvas. Dalam kesempatan yang lain Kanvas ini, dalam kesempatan yang lain  akan direspon menjadi karya seni, pada saatnya kita serahkan kepada siapapun yang terpilih menjadi Gubernur Bali.

Ntah apa yang terjadi setelah itu, apakah Gubernur masih ingat dengan komitmennya, lukisan yang kita serahkan ialah prasasti budaya diharapkan menjadi cermin dalam membangun strategi dan kebijakan pemerintah di bidang pembangunan budaya.

Peristiwa ini boleh menjadi awal penyadaran, selanjutnya akan terus berkumpul dalam diskusi, bertolak dari apa yang dituliskan para kandidat, untuk bisa disikapi bersama.

Penggagas acara:
Wayan Redika (perupa)
Made Kaek (pemilik galeri)
Ucok Donny Silalahi (event organizer)
Ema Sukarelawanto (jurnalis)

Penyelenggara:
Paros Gallery

Didukung oleh:
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali

Pelaksana:
4D Communications

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Next Post

Kutuk Penyerbuan Polisi ke Kampus Unas

Comments 1

  1. ick says:
    18 years ago

    semoga pemimpin bali kedepan tidak melupakan bahwa bali itu pulau budaya dan pulau penuh seni, sehingga dalam proses kampanye nanti bisa memasukkan unsur kesenian sehingga kampanye pilgub bali bisa mendatang kan keuntungan bukan kehancuran… semoga

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia