• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, October 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Daging Kurban untuk Semua

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
18 November 2010
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Teks Luh De Suriyani, Foto Anton Muhajir

Puluhan orang berkumpul di Mushola Al-Hijrah, Banjar Karangsari, Padangsambian Kauh, Denpasar Barat, Rabu. Satu jam usai Sholat Idul Adha, sektar 15 pria dewasa berkumpul memulai pemotongan kambing dan sapi di halaman belakang mushola.

Mushola terletak berdampingan dengan balai Banjar Adat Karangsari. Di sekitar mushola dan banjir sejumlah sapi dan kambing diikat. Di leher hewan qurban, dikalungkan nametag orang yang berqurban.

Misalnya kambing berbulu cokelat dari Jana, warga setempat. “Saya kali ini mampu ikut berqurban  satu kambing untuk dibagikan ke semua warga di sini,” ujarnya.

Tiap kali kambing dan sapi disembelih, suara takbir terdengar. Ini ucapan terima kasih pada Tuhan sekaligus doa untuk mengiringi hewan qurban ketika disembelih. Idul Adha adalah simbol pengorbanan Nabi Ibrahim yang merelakan putra kesayangannya, Ismail. Karena keikhlasannya, pengorbanan Ismail akhirnya dibatalkan lalu diganti dengan kambing.

Warga muslim di banjar dan perumahan Karangsari ini tak banyak, hanya sekitar 60 kepala keluarga. Tahun ini, warga berqurban 10 kambing dan 2 ekor sapi. Dengan hewan yang cukup banyak, warga di sini kelihatan kewalahan menyiapkan daging-daging mentah untuk dibagikan ke seluruh warga, termasuk non Muslim.

“Tiga tahun terakhir ini, setiap ada perayaan apapun selalu berusaha melibatkan dan berbagi dengan umat lain,” ujar Mujito Rahman, Kepala Seksi Dakwah atau penyuluhan di mushola. Misalnya Idul Adha, daging qurban dibagikan usai tengah hari pada seluruh warga, terutama yang miskin, anak yatim, atau janda. Muslim dan non muslim.

“Daging qurban juga dibagikan ke komunitas miskin lain di luar perumahan, seperti kelompok pemulung di Jalan Pidada, Ubung,” tambah Budi Wiyono, warga lain yang sedang memotong daging.  Semakin siang, kambing yang telah dikuliti makin banyak.

Para perempuan warga sekitar baik muslim atau non muslim lalu diajak membantu dalam proses pemotongan dan pendistribusian daging ini. “Kami merasakan kebersamaan, itu yang penting. Mungkin ini namanya toleransi,” tambah Budi.

Di Banjar Karangsari, tak hanya Idul Adha yang bisa dirayakan bersama. Juga ada ritual sunatan hampir tiap tahun yang dilakukan dibalai banjar secara massal. Kegiatan ini bisa diikuti semua warga, termasuk non muslim yang berminat serta warga non banjar.

Selama seharian pada Rabu, di hampir seluruh masjid dan mushola di seputar Denpasar terlihat ritual pemotongan hewan qurban. Yang paling ramai terlihat di Masjid Baiturahman, Banjar Wanasari, atau populer dengan sebutan Kampung Jawa, Denpasar Utara.

Panitia hari raya qurban menyebutkan sedikitnya 56 kambing dan 2 ekor sapi disembelih untuk kemudian dibagikan ke warga terutama fakir miskin, yatim, mualaf, dan janda di wilayah itu. Sebagian kecil warga non muslim yang miskin juga telah didata untuk mendapat bagian daging.

Karena banyaknya hewan yang disembelih tiap tahunnya, beberapa desa di Karangasem dan Jembrana juga mengirimkan proposal untuk permintaan pembagian daging qurban. “Tiap tahun, kami menerima banyak proposal dari beberapa kabupaten. Akan diberikan jika daging cukup dan diambil,” ujar salahs eorang panitia yang sibuk mengurus pendistribusian.

Pesan solidaritas dan berbagi ditegaskan pula oleh pemimpin khutbah Sholat Idul Adha di Lapangan Lumintang, Denpasar. “Bersyukurlah kita beruntung bisa menunaikan Sholat Idul  Adha dan qurban karena saudara kita masih banyak megungsi di Jogja dan Mentawai karena bencana. Solidaritas dan berbagi pada sesama adalah cermin pengorbanan yang kekal,” ujar khotib usai sholat.

Ribuan warga mengikuti sholat Idul Adha di Lapangan Lumintang yang dimulai tepat pukul 7 pagi. Setelah itu, prosesi pemotongan hewan qurban dimulai di tiap-tiap masjid atau mushola.

Tags: Balihari raya idul adhahewan kurbanpluralismeSolidaritasToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post
Menyalakan Harapan Anak-anak Pedagang Buah

Menyalakan Harapan Anak-anak Pedagang Buah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

13 October 2026
Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

13 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia