• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Teknologi

Bumbu Dapur pun Bisa Manjur

Anton Muhajir by Anton Muhajir
22 July 2007
in Teknologi
0
1

Oleh I Ketut Adi Sutrisna  

Bumbu dapur seperti bawang putih, merica, cengkeh dan jahe selama ini dikenal sebagai bumbu penyedap masakan. Tapi bumbu dapur ternyata dapat juga digunakan sebagai obat berbagai jenis penyakit mulai penyakit ringan dan berat seperti kanker.

Bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunir, merica, dan lada merupakan sebagian kecil bumbu dapur yang dapat digunakan sebagai ramuan obat alternatif. Di tangan seorang ibu rumah tangga di Denpasar, Veronica Ivonne, berbagai jenis bumbu dapur ini dapat diolah menjadi berbagai jenis ramuan obat berkhasiat.  Ramuan obat dari bumbu dapur ini diantaranya sudah dicoba Made Sarmita (53 tahun) yang menderita pegal linu. Bumbu dapur yang dipakai untuk mengobati penyakit Made adalah air rebusan irisan bawang putih. 

“Saya udah coba beberapa macam obat tapi penyakit pegel linu saya tak kunjung sembuh. Setelah mencoba terapi obat bumbu dapur ini, penyakit saya mulai berkurang dan saya bisa main bulu tangkis lagi,” jelas Made. 

Ramuan obat dari bumbu dapur ini juga bisa untuk mengobati penyakit susah tidur dan tensi darah rendah, seperti yang di alami Putri Krisnayanti (28 tahun). Untuk penyakit ini bumbu dapur yang digunakan adalah campuran jahe, kunir, dan merica hitam yang direbus dalam 300 mililiter air. 

Menurut Veronica Ivonne, hampir semua bumbu dapur bisa digunakan sebagai obat alternatif berbagai jenis penyakit. Namun meski penyakit yang diderita sama, setiap orang memiliki ramuan berbeda tergantung penerimaan tubuh terhadap jenis bumbu dapur dan kondisi pasien.  “Pasien yang mempunyai tensi darah tinggi misalnya, tidak boleh minum ramuan dari merica atau lada, harus diganti dengan bumbu lain yang sesuai dengan kondisi tubuhnya,” jelas Ivonne. Ramuan obat dari bumbu dapur racikan Ivonne selama ini tak hanya digunakan untuk mengobati penyakit ringan. Ramuan obat ini juga sudah dicoba untuk mengobati pasien dengan penyakit berat seperti kanker dan infeksi oportunistik akibat HIV/AIDS. “Untuk penyakit dengan kategori berat, jenis bumbu dapur yang digunakan lebih banyak dibanding penyakit ringan lainnya,” kata Ivonne.  

Menurutnya, ramuan bumbu dapur sudah pernah dicobakan kepada seorang penderita HIV/AIDS di Denpasar yang terkena infeksi oportunistik (IO) atau infeksi pada orang dengan HIV/AIDS.  Setelah minum ramuan beberapa kali, IO yang diderita orang tersebut pun hilang. [b]

-berita ini juga dimuat di www.beritabali.com-

situs toto
toto togel
toto togel
link slot
situs togel
situs gacor
situs togel
slot 4d
slot gacor hari ini
idibabel.org
idimalut.org
idimusi.org
idilombok.org
idisingkang.org
idiluwu.org
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Next Post

Merayakan Merdu Irama Bambu

Comments 1

  1. mastaclass says:
    18 years ago

    I hate people like that! They are all crazy! They think they are the coolest and smartest ever. But really they are dumb

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia