• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Budi Daya Lontar, Potensial tapi Kian Telantar

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
15 February 2014
in Kabar Baru, Sosial
0 0
0

foto.fadlik.lontar.penuktukan

Ini bukan di Rote Nusa Tenggara Timur, ini di Bali.

Tanaman yang satu ini memang kaya sekali akan manfaat. Namun, orang-orang semakin enggan mengolah lontar sebagai sumber penghasilan utama.

Jika kita berjalan di Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng nampak di sebelah selatan membentang dari timur ke barat bukit bukit dengan pohon lontar yang menjulang tinggi. Dari nol meter dasar permukaan laut (mdpl) saya coba meniti bukit bukit sampai di ketinggian 200 mdpl.

Pagi itu saya singgah di rumah Nyoman Wiriyana penyadap lontar berusia 53 tahun. Beliau hanya memiliki tujuh ponon lontar yang diambilnya tiap pagi dan petang. Dari tujuh pohon dipastikan penghasilan bersihnya mencapai Rp 50.000 per hari.

Para penyadap lontar juga memiliki musim baik. Biasanya dari bulan 6-8 per kilonya bisa Rp 12.000. Uniknya lontar memiliki jenis betina dan jantan. “Betina rasa lontarnya lebih manis dan buahnya lebih banyak, sementara yang jantan batangnya lebih kuat,” ungkap Nyoman Wiriyana.

Pagi hari Nyoman Wiriyana sudah bersiap siap memanjat pohon lontar setinggi lebih dari 10 meter. Usai menyadap airnya langsung dibawa ke dapur rumah untuk diolah menjadi gula merah. Nengah Sarmi, istrinya, telah siap memanaskan api untuk memasak air sadapan.

Untuk memasak air hingga menjadi gula merah diperlukan api yang stabil ungkap Sarmi. Ketika ditanya apakah cukup mengandalkan hasil dari gula merah, Sarmi menambahkan bahwa dia memiliki 20 are tanah yang ditanami jagung, salak, ketela, pisang dan lain. Itulah yang menjadi ketahanan pangan dalam kesehariannya.

Pada masa masa sekarang jarang orang yang mau bekerja seperti Wiriyana dan istrinya. Rata-rata penduduk lebih memilih bekerja di kota dan memilih jadi buruh bangunan.

Selain untuk gula merah sadapan lontar biasanya juga dijadikan tuak dan arak. Manfaat lainnya bisa untuk pakan ternak. Sarmi memiliki beberapa ekor sapi yang sering diberikan lontar sebagai pakan ternaknya.

Usai satu pohon dipanjat Nyoman Wiriana memberikan keterangan, kembali bahwa sebetulnya kalau kita mau kreatif, bahwasanya daun lontar juga bisa dijadikan barang yang menghasilkan dalam bentuk kipas, tikar, topi, aneka keranjang dan masih banyak yang lainnya.

Saya lantas mengingat bahwa tulisan-tulisan suku Sasak juga banyak tertuang di daun lontar, bahkan di daerah Timor masyarakat menggunakannya menjadi alat musik yang bernama Sasando. Betapa kreativitas sangat diperlukan untuk membuka pasar lebih luas, sehingga generasi penerus tidak menjadi buruh di jalan jalan, kafé, hotel dan tempat lainnya.

Ketika ditanyakan apakah lontar bisa diolah untuk makanan dalam bentuk kue, Nyoman Wiriana belum mengetahuinya. Padahal jika kita semua bisa lebih kreatif pasti akan makin terbuka jalan dan pada akhirnya pendapatan daerah akan meningkat. [b]

Tags: BulelengPertanianSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Refleksi Kebun Kolektif bagi Gerakan Petani

Refleksi Kebun Kolektif bagi Gerakan Petani

12 August 2025
Langkah Tertatih Penyandang Disabilitas di Taman Kota Singaraja

Langkah Tertatih Penyandang Disabilitas di Taman Kota Singaraja

24 June 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Tips Paspor Kilat dan Kedai Kopi Unik di Singaraja

Tips Paspor Kilat dan Kedai Kopi Unik di Singaraja

21 August 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Next Post
Surat (Cinta) Terbuka untuk Gubernur Bali

Surat (Cinta) Terbuka untuk Gubernur Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia