• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bubur Itu Bernama Pantai Serangan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
6 October 2013
in Kabar Baru, Travel
0
2

Pulau Serangan saat ini ibarat nasi yang menjadi bubur.

Pulau Serangan saat ini ibarat nasi yang menjadi bubur.

Begitu kurang lebih pendapat warga di pulau kecil yang masuk Denpasar selatan ini tentang tempat tinggalnya. Mereka merujuk pada kondisi pulau yang terbengkalai akibat rencana prestisius bernama pariwisata tersebut.

Singkatnya begini. Pulau ini dulunya terpisah dari Bali daratan. Lalu megaproyek milik anak Soeharto mengubah luas pulau dari 112 hektar menjadi 491 hektar. Proyek pada tahun 1990-an awal itu mandek gara-gara krisis ekonomi politik 1997-1998.

serangan05

Proyek mangkrak meninggalkan banyak masalah dan sedikit dampak positif. Nelayan kehilangan pekerjaan. Lingkungan pantai di sana rusak parah. Pulau kini terhubung oleh jembatan, sesuatu yang dulu susah didapatkan.

Salah satu warisan proyek tersebut adalah pantai di bagian selatan Serangan. Pantai ini menghadap ke arah Tanjung Benoa. Pasirnya putih. Airnya bening.

serangan01

Sayangnya untuk masuk lokasi ini harus bayar. Ada penjaga proyek yang menarik tiket bagi setiap orang. Ya beginilah ketika tempat publik seperti pantai sudah dikuasai swasta.

Setelah lewat jalan berdebu dan bergelombang selama sekitar 5 menit dari pintu masuk, sampailah kita di pantai. Ada warung-warung sederhana milik warga.

Langit biru. Cuaca cerah. Angin sepoi-sepoi. Enak sekali.

serangan03

Beberapa orang duduk berendam di air yang jernih. Sebagian lagi jalan-jalan menyusuri pasir. Ada pula yang hanya duduk berteduh di bawah pohon cemara laut.

Begitulah suasana pantai Serangan. Daripada cuma dibiarkan setelah direklamasi, bolehlah sekali-kali dipakai untuk tujuan jalan-jalan alias melali. [b]

Tags: Bali SelatanDenpasarTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
Semua Gara-gara KTT APEC

Semua Gara-gara KTT APEC

Comments 2

  1. imadewira says:
    12 years ago

    Jadi tak ada nasi ayo kita nikmati buburnya

    Reply
  2. winata says:
    12 years ago

    Kalau tidak salah kata e pak MMP, Serangan tidak mangkrak. Sedang dibiarkan dulu, supaya pohon-pohonnya nya semakin rindang. Kalau sudah rindang akan dibangun fasilitas pariwisata. “Yang bilang Serangan mangkrak, nggak pernah kesana” keto kone pernyataan pak MMP.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia