• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Bog-Bog, 10 Tahun Menertawakan Bali

Anton Muhajir by Anton Muhajir
5 April 2011
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosial
0
3

Teks dan Foto Anton Muhajir

Tiap kali dunia merayakan April Mop, majalah Bog-Bog juga merayakan ulang tahun.

Namun, April Mop Bog-Bog tahun ini berbeda dibanding perayaan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2011 ini, Bog-Bog merayakan ulang tahunnya yang ke-10. “Sepuluh tahun usia menuju teenager, remaja. Karena itu kami juga menjadi lebih matang lewat kartun-kartun kami,” ujar Jango Paramartha, pendiri dan pemilik majalah kartun bulanan ini.

Merayakan ulang tahun ke-10 itu, Bog-Bog menggelar pameran bertema Cartoon, Creative, & ConsisTEN di Serambi Art Antida, Sanur, Denpasar pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Sepuluh sampul majalah terbaik, sepuluh kartun wajah tokoh, sepuluh ilustrasi terbaik, dan sepuluh kartun dari 10 negara ikut serta dipamerkan selama empat hari, Jumat – Senin di halaman belakang Antida. Sebagai pembukaan rangkaian kegiatan tersebut, tepat pada hari perayaan kelahirannya, Jango meniup kue ulang tahun dengan sepuluh lilin di atasnya.

Bog-Bog, dari Bahasa Bali yang berarti bohong, lahir 1 April 2001 lalu di Denpasar. Pendiri majalah ini beragam latar belakangnya. Ada aktivis, mahasiswa, kartunis, dan wartawan. Saat itu, menurut Jango, awalnya majalah tersebut mau diberi nama Bali Cartoon Magazine. Tapi, nama yang dipilih kemudian adalah Bog-Bog. “Kami merasa tidak banyak perubahan setelah era Reformasi. Karena itu kami bilang kalau Reformasi hanya bohong-bohongan,” kata Jango.

Menurut Jango, selain untuk media eskpresi secara kritis namun tetap lucu, Bog-Bog juga diterbitkan untuk mengangkat budaya Bali ke masyarakat internasional melalui kartun. Tema Bog-Bog memang fokus pada budaya Bali, terutama benturan antara tradisi dan globalisasi.

Dalam banyak karya di majalah maupun media lain, kartunis Bog-Bog sering mengangkat isu “benturan” budaya Bali dengan modernisasi, terutama pariwisata. Di salah satu kartunnya, Jango pernah menggambar dengan satir bagaimana seorang pemimpin agama berdoa dengan lambang Omkara di pikirannya sementara di pojok lain pemandu wisata memikirkan dollar di kepalanya ketika melihat orang berdoa.

Di kartun lainnya, kartunis Bog-Bog menggambar ibu-ibu menjunjung gebogan (sesaji untuk upacara) namun tetap trendy dengan ponsel masing-masing.

Tema kartun yang menertawakan “gegar budaya” Bali ketika bertemu modernisasi itu, lanjut Jango, memang jadi ciri khas kartunis Bali. “Kalau di Jawa, kartun yang dibuat cenderung lebih sering membahas tema politik. Kalau di Bali lebih banyak tentang budaya,” ujarnya.

Sejak awal hingga saat ini, Bog-Bog setia dengan maskotnya, seorang laki-laki bernama Made Bogler yang mengenakan udeng. Meski sangat khas Bali, ikon Bog-Bog justru dibuat kartunis kelahiran Flores, Cece Riberu.

Menggunakan maskot Made Bogler ini, selama sepuluh tahun Bog-Bog melahirkan kartun-kartun tentang Bali. Melalui kartun, Bog-Bog mengenakan wajah lain Bali yang satir dan lucu. “Enaknya kartun kan mengkritik tapi justru membuat orang tertawa,” tambah Jago.

Selama sepuluh tahun perjalanan, Jango mengaku Bog-Bog sempat jatuh bangun. Karena itu mereka juga membuat diversifikasi produk. Tak hanya kartun tapi juga merchandise sejak 2005 lalu. Merchandise seperti kaos, mug, gantungan kunci, stiker, dan semacamnya ini ada di gedung baru Bog-Bog di Jl Veteran, Denpasar.

Diversifikasi kartun tersebut juga diikuti dengan usaha lain oleh Bog-Bog. Tak hanya majalah bulanan dan merchandise tapi juga jasa desain dan gambar wajah. Bog-Bog juga turut serta dalam program-program promosi pariwisata maupun kampanye penanggulangan HIV/AIDS.

Pada tahun 2006 lalu, misalnya, mereka ke empat kota di Australia, termasuk Brisbane dan Melbourne untuk mempromosikan Bali bersama Bali Tourism Board melalui kartun-kartun mereka.

Setahun kemudian, pada tahun 2007, Jango mengaku jenuh dengan Bog-Bog. “Saya sempat mau bubarkan saja Bog-Bog. Tapi, setelah ngobrol dengan beberapa teman, semua bilang agar majalah ini tetap dipertahankan. Bog-Bog diharapkan jadi tempat melahirkan kartunis-kartunis baru,” ujarnya.

Toh, Jango sendiri mengakui, melahirkan kartunis baru bukan pekerjaan mudah. “Munculnya kartunis baru di Bali termasuk lambat,” akunya.

Gus Martin, mantan kartunis Bali Post yang dianggap guru oleh Jango, menyatakan hal yang senada. “Kartunis Bali masih didominasi wajah-wajah lama angkatan tua seperti kami ini,” kata mantan Ketua Perhimpunan Kartunis Indonesia (Pakarti) Bali ini.

Menurut Gus Martin, mandeknya regenerasi kartunis Bali ini selain karena kurangnya media yang memuat kartun juga karena kartun dianggap tidak menghasilkan dibanding karya seni lain, misalnya, seni lukis.

Pada tahun 1980an, Gus Martin dan kartunis lain pernah mengajak anak-anak SMA untuk membuat kartun di media anak SMA, Wiyata Mandala. “Tapi setelah mereka lulus SMA ya hilang begitu saja,” tambahnya.

Maka, inilah salah satu tantangan Bog-Bog ke depan, melahirkan kartunis baru ketika di sisi lain kartunis muda semakin berkurang. “Saya tidak akan menyerah,” tegas Jango. [b]

Tags: BaliKartunMediaSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Next Post
Lagu Baru Generasi Masa Kini

Lagu Baru Generasi Masa Kini

Comments 3

  1. .gungws says:
    15 years ago

    selamat ulangtahun,Bog 🙂

    Reply
  2. agus widiantara says:
    15 years ago

    buat gus martin, pantes aja selama ini, saya cari katoonnya di BP gk nemu2, padahl keren2 baget nok. kapan2 ajarin ya bli, hehhee

    Reply
  3. pinky sinanta says:
    15 years ago

    sejak kecil kalau saya menemukan koran, pasti halaman kartunlah yg paling pertama saya cari,, dan skarang saya benar2 mempunyai minat besar pd kartun,, buat para kartunis senior,, tolong ajari saya ngartun yaa,, hehe,,
    sukses slalu buat BOG-BOG!!!

    Reply

Leave a Reply to agus widiantara Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

26 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

23 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia