• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
7 December 2025
in Kabar Baru, Sosok
0
0
Anjing di rumah Ketut Lelut

Jalanan Bali identik dengan anjing berkeliaran. Ada anjing yang memang dipelihara penduduk setempat, ada juga anjing liar yang sekadar melintas.

Sore itu saya menuju Gang Lee Family, berlokasi di Desa Canggu. Gang sempit yang hanya muat satu sepeda motor itu tampak penuh anjing. Setiap ada kendaraan melintas, anjing-anjing akan menggonggong.

Begitu masuk ke rumah dengan gerbang warna biru, sejumlah anjing langsung menyambut seolah ingin mengajak bermain. Ada yang melompat-lompat, ada juga yang menggoyangkan ekornya untuk mencari perhatian.

Rumah itu milik Ketut Widanta (50) atau yang lebih dikenal dengan nama Ketut Lelut Cellelut. Lelut merupakan pecinta anjing yang kerap menolong anjing-anjing di jalan. Ia juga dikenal sering memberikan makanan pada anjing di jalan. Anjing-anjing di sekitar Canggu sudah akrab dengan dirinya.

Ketut Lelut berkendara di jalanan Canggu

Lelut dikenal oleh banyak orang ketika video dirinya mengendarai motor bersama anjing tersebar di media sosial. “Animal Street Feeding” begitu tulisan papan di motor miliknya. Setiap bepergian, Lelut membawa makanan untuk anjing di jalanan.

Kata Lee pada gang rumahnya diambil dari penggalan nama Lelut, yaitu Le. Kemudian, diubah menjadi Lee karena ketertarikannya pada aktor bermarga Lee, seperti Bruce Lee. Anjing di rumahnya diperlakukan seperti keluarganya sendiri dengan penamaan Lee di belakang nama mereka.

Sudah sejak lama Lelut memelihara anjing di rumahnya. Rasa sayangnya terhadap anjing dipupuk sejak kecil dari orang tuanya. Ia percaya bahwa anjing merupakan hewan paling setia dengan pemiliknya.

Lelut aktif melakukan penyelamatan terhadap anjing mulai tahun 2000. Hingga kini ada 40 anjing yang dipelihara di rumahnya. Ada yang dilepas di rumah, ada juga yang berada dalam kandang.

Rumah Lelut seperti destinasi wisata, beberapa orang kerap datang ke rumahnya untuk melihat anjing-anjing. Meski begitu, Lelut tidak menerima adopsi anjing. Ia tidak ingin anjingnya malah ditelantarkan oleh pemilik baru.

Penyelamatan dan pemeliharaan anjing dilakukan oleh Lelut seorang diri dengan uang miliknya sendiri. Uang untuk perawatan anjing ia peroleh dari ternak babi. Bisa dikatakan selama ini uang miliknya lebih banyak digunakan untuk perawatan anjing. Pasalnya, biaya pakan anjing per bulan bisa mencapai Rp10 juta sampai Rp15 juta, belum termasuk biaya perawatan.

Suatu waktu, Lelut pernah membawa seekor anjing yang lehernya hampir putus ke dokter hewan. Biaya operasi untuk anjing tersebut mencapai Rp40 juta. Lelut tak merasa keberatan atas biaya perawatan yang dikeluarkan, ia hanya ingin anjing-anjing tersebut sehat.

Kesetiaan anjing telah dikenal bertahun-tahun, bahkan diabadikan dalam sebuah patung di depan Stasiun Shibuya, Tokyo. Patung Hachiko menjadi lambang kesetiaan anjing bernama Hachiko yang terus menunggu tuannya di stasiun setiap hari. Kesetiaan Hachiko diabaikan dalam sebuah film berjudul Hachi: A Dog’s Tale.

Hubungan antara anjing dan manusia dibahas oleh Michael J. Dotson dan Eva M. Hyatt melalui penelitian berjudul Understanding Dog – Human Companionship. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif terhadap 749 pemilik anjing untuk memahami hubungan dan keterikatan manusia pada anjing.

Peneliti menemukan terdapat tujuh dimensi kepemilikan manusia terhadap anjing. Pertama, symbiotic relationship, yaitu adanya hubungan simbiotik antara manusia dan anjing. Pemilik dan anjing saling menerima manfaat. Pemilik merasa lebih bahagia, aman, dan stresnya berkurang dengan keberadaan anjing. Sementara, anjing dirawat seperti anak atau keluarga sendiri.

Kedua, dog-oriented self concept, yaitu anjing menjadi bagian penting dari identitas manusia. Dengan memelihara anjing, pemilik melihat dirinya sebagai dog people atau pecinta anjing, menganggap anjing sebagai sahabat dan bagian dari diri mereka. Ketiga, anthropomorphism, yaitu manusia memperlakukan anjing selayaknya manusia. Dalam artian, anjing diajak bicara dan bagian dari keluarga.

Dimensi keempat adalah activity/youth, yaitu kepemilikan anjing membuat pemiliknya lebih aktif, bermain, dan merasa lebih muda seperti anak kecil. Kelima, boundaries, yaitu batasan yang diberikan pemilik anjing kepada anjingnya, seperti tidak boleh naik sofa, tidur di ranjang, dan bebas masuk area rumah.

Keenam, speciality purchases, yaitu keinginan membeli produk atau perawatan khusus untuk anjing, seperti keinginan membeli aksesoris, layanan grooming, dan lainnya. Terakhir, willingness to adapt, yaitu kesediaan pemilik menyesuaikan gaya hidup demi anjing.

Dari ketujuh dimensi tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan manusia dan anjing mirip hubungan manusia dengan manusia dalam banyak aspek. Kepemilikan anjing membawa dampak besar pada gaya hidup dan perilaku konsumsi manusia.

Hubungan antara anjing dan manusia telah terbentuk sejak belasan ribu tahun yang lalu dan masih erat hingga saat ini.

Tags: anjinganjing di balihewan peliharaan di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

No Content Available
Next Post
Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia