• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 23, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Beratnya Perjuangan Mengelola Media Sosial Komunitas

Dwi Jayanthi by Dwi Jayanthi
29 December 2017
in Berita Utama, Opini, Teknologi
0
0

Kini era globalisasi, semuanya harus serba cepat dan pasti.

Terlebih saat ingin menyebarluaskan kegiatan komunitas. Bukankah orang menjadi lebih peka saat diberikan fakta. Beri mereka contoh dahulu, lalu mereka mulai bertanya kemudian meniru. Setuju tidak kalau ini dapat terjadi melalui media sosial?

Dicky Hartono, dulu koordinator gerakan menanam pohon mangrove di Mangrove for Love ini merasakan begitu susahnya mengelola media sosial. Ia memikirkan konten, desain, admin hingga jadwal posting sendiri. “Biasanya aku mentok pada materi yang mau diposting, terus ngurus sendiri itu ribet karena semuanya serba sendiri,” ungkap Dicky, Kamis (21/12).

Gerakan Mangrove for Love ini sudah vakum lebih dari enam bulan. Ya karena masih vakum, belum ada kegiatan yang diposting. Saat ditanya hal apa yang ingin diwujudkan Dicky soal media sosial komunitas, ia berkata “Pengennya akun media sosial komunitas lebih aktif dari akun milik pribadi. Lebih sering posting, kontennya lebih beragam dan informatif. Kalau ga kayak gitu, buat apa komunitas bikin media sosial kan?”

Hal senada juga disampaikan oleh Wulan Romianingsih, dulu menjabat koordinator sosial media Earth Hour Denpasar. Wulan mengalami kesulitan menyiapkan konten, terutama yang berhubungan langsung dengan hari peringatan lingkungan. Ia juga mengalami kesulitan dalam membuat pesan dari komunitas agar tersebar luas. Apakah kontennya itu tidak menarik, netizen yang tidak peduli atau lainnya.

Kesulitan yang juga dialami Wulan seperti membedakan konten yang diposting untuk Facebook, Twitter, dan Instagram. Sedikitnya orang yang tertarik seperti komentar, suka dan membagi kegiatan menjadi pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi. “Aku lihat lembaga swadaya masyarakat itu pakai jasa berbayar untuk menginformasikan kegiatan mereka, Sedangkan komunitasku tidak ada anggaran untuk itu,” ungkapnya.

Heather Mansfield, Nonprofit Tech for Good menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus dipupuk perlahan dalam komunitas. Itu disampaikan dalam presentasinya di sesi How to inspire donors and supporters worldwide to give and take action di International Civil Society Week 2017 di Fiji.

Eksperimen yang dilakukan Technology for Good, apabila bisa posting setiap hari maka dapat menumbuhkan jangkauan pembaca secara alami (organic reach) sekitar 1-8%. Namun, berapa banyak lembaga swadaya masyarakat telah posting kegiatannya di Facebook setiap hari? Itu hanya berkisar 25%.

Empat hal yang perlu dipupuk saat mengelola media sosial agar produktif yaitu pertama, tambah list daftar alamat email lalu kirimkan buletin tentang kegiatan komunitas secara berkala; kedua, buatlah tantangan kampanye online bulanan, ketiga, buat grafik di media sosial untuk mempermudah netizen membaca kegiatan komunitas; keempat, terapkan jaringan sosial media best practices yang tutorialnya dapat dipelajari melalui internet; kelima, bangun penggalangan dana online dan sosial media strategi. Hanya 32% LSM di seluruh dunia telah menulis sosial media strategi. Begitupula untuk website, disarankan desain website yang moderen dan cocok dibuka melalui gawai.

Orang yang memiliki komitmen dalam pengelolaan media massa diperlukan di sini. Begitu banyak hal harus dipersiapkan dalam menyampaikan pesan kampanye agar diketahui oleh masyarakat luas.

Dicky Hartono mengatakan, menjadi admin media sosial itu sama seperti tugas hubungan masyarakat. “Nah namanya humas itu kan mempublikasikan kegiatan komunitas. Karena komunitas non-profit yang butuh komitmen bersama, sama kayak pacaran,” ulasnya. [b]

Tags: KomunitasMedia Sosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dwi Jayanthi

Dwi Jayanthi

Wanita Bali yang memiliki passion di komunitas muda, lingkungan dan jurnalistik. Lulusan kimia yang senang berkegiatan suka-suka.

Related Posts

Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Sentilan dari Gang Kecil di Kota Denpasar

Publisher Rights, Apakah Memastikan Jurnalisme Berkualitas?

22 February 2024
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Menyambut Kelinci Air di Benoa

Menyambut Kelinci Air di Benoa

24 January 2023
Next Post
Kota Denpasar Miliki Destinasi Wisata Baru. Apa Itu?

Kota Denpasar Miliki Destinasi Wisata Baru. Apa Itu?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Monkey Millennial, Simbol Konsumerisme Hari Ini

Monkey Millennial, Simbol Konsumerisme Hari Ini

23 January 2026
Kebijakan yang Menyuburkan Stigma di Tukad Bangkung

Kebijakan yang Menyuburkan Stigma di Tukad Bangkung

23 January 2026
Petani Batur Sampaikan Potensi Rusaknya Warisan Geologi hingga Ancaman Terusir

Petani Batur Sampaikan Potensi Rusaknya Warisan Geologi hingga Ancaman Terusir

23 January 2026
Dealing in Distance: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

Dealing in Distance: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

22 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia