• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Buku

Bedah Buku Gusde Surya: Hipnoterapis Netra Membaca Luka Batin

Gita Andari by Gita Andari
1 January 2026
in Buku, Kabar Baru
0
0

Hidup adalah hadiah menemukan makna dalam setiap langkah

(Gusde Surya, dalam Gusde Surya Melihat Jiwa, bab 10).

Hujan turun pagi itu, peserta datang satu per satu memasuki Kantor BaleBengong. Para peserta duduk melingkar membuat diskusi seperti mangkuk hangat di tengah udara lembap Denpasar. Moderator membuka dengan candaan kecil tentang cuaca yang lebih cocok untuk rebahan, sehingga membuat peserta tertawa. Meskipun hujan masih membasuh, para peserta termasuk rekan netra masih antusias selama sesi berlangsung. 

Ida Bagus Gede Surya Manuaba, atau yang akrab disapa Gusde, adalah seorang ahli hipnoterapis netra di Indonesia, dan saat ini masih satu-satunya orang dengan disabilitas yang dinyatakan kompeten oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Hipnoterapi Indonesia. Gusde kini sudah menerbitkan karya buku autobiografinya dengan judul “Gusde Surya Melihat Jiwa” yang akan diulas bersama sepanjang diskusi.

Gusde membuka kisahnya dari masa ketika ia masih bisa melihat dunia secara utuh, ketika warna-warna masih hadir dalam hidupnya. Namun perlahan cahaya itu memudar, hingga pada tahun 2010 ia resmi dinyatakan netra total. Meski demikian, kehilangan penglihatan justru menjadi pembuka bagi perjalanannya yang lebih dalam. 

Cerita awal dirinya terinspirasi mengenal Hipnoterapi adalah saat menonton sebuah tayangan di televisi semasa kecil, tayangan tersebut menunjukkan orang-orang yang pikirannya dikembalikan atau ingatannya dihapus. Setelahnya, Gusde kemudian mendengarkan podcast yang menjelaskan bahwa hipnosis tidak seperti itu saja, dan justru bisa digunakan sebagai media terapi. Hal ini kemudian membuatnya tertarik pada Hipnoterapi. “Dan dari pemateri saat itu, setelah belajar (mencoba) beberapa hari untuk melakukan hipnosis seperti yang di TV itu, ternyata bisa,” tutur Gusde. 

Sayangnya setelah penglihatannya menurun, keinginan-keinginan itu sempat menghilang. Untungnya pada sekitar tahun 2022/2023 ia bertemu dengan teman mahasiswa yang membuat keinginan itu muncul lagi. Kemudian, memberitahunya tentang kelas hipnoterapi yang diajar langsung oleh seorang dokter dari Jakarta. Gusde lantas menghubungi dokter tersebut dan bertanya apakah seorang netra bisa belajar di sana. Dokter tersebut menjawab bahwa jika ada niat untuk belajar dan bisa berkomunikasi dua arah, maka bisa. Gusde pun mendaftar, meskipun biayanya cukup mahal, dan sempat berpikiran untuk mundur, namun takdir berkata lain, ia ternyata masih diberi rezeki untuk mengikuti kelas itu. 

Setelah menampung dengan baik materi-materi dari kelas tersebut, Gusde terus berlatih dan melakukan hipnoterapi sampai sekarang, hingga dinyatakan kopeten sebagai hipnoterapi netra yang pertama di Indonesia. Selama diskusi, tema luka batin menjadi pusat gravitasi. Gusde menjelaskan bagaimana luka-luka kecil saat dibentak, diremehkan, atau dibandingkan, yang dipendam pada akhirnya akan membentuk respons kita di masa dewasa. Dalam bukunya Gusde memberi perspektif untuk menghadapi respon-respon tersebut lewat hipnoterapi.

Salah seorang psikolog selakigus pembaca menyoroti bab empat yang berjudul “Ketika Luka Menemukan Jalan Pulang”. Bab ini membahas perbedaan antara luka fisik dan luka batin atau emosional. “Nah, mulai masuk bab empat empat ini, pas saya sendiri membaca itu, wah luka kita kayak lagi dikorek-korek,” tutur Lucky.

Menurut Gusde, luka fisik mudah terlihat dan diobati, sementara luka batin tidak nampak dan lebih sulit untuk ditangani, dan disinilah hipnoterapi bekerja untuk mengatasi luka batin ini. Ia lantas memberikan contoh dalam bukunya, kasus seorang klien bernama Nina (nama samaran), yang mengalami overthinking, mudah tersinggung, dan reaktif secara emosional. Melalui hipnoterapi, ditemukan bahwa akar masalah Nina ternyata berasal dari masa kecilnya, di mana ia terbiasa tidak didengarkan oleh orang tuanya. Setelah menjalani hipnoterapi, kondisi Nina membaik, ia bisa tidur lebih nyenyak, dan gejala fisiknya berkurang. 

Bab ini juga menyoroti bahwa luka batin seringkali hanya ingin didengar dan diakui. Gusde, sebagai terapis, tidak menganggap dirinya sebagai penyembuh, melainkan sebagai pemandu yang mendampingi klien dalam menghadapi luka-luka mereka. Ia tidak melihat klien sebagai “broken glass” yang perlu diperbaiki, melainkan sebagai individu yang terus berproses dan belajar. Transformasi adalah inti dari bab ini, yaitu bagaimana seseorang menyadari luka yang tersembunyi, berani menghadapinya, dan berproses untuk menyembuhkannya. Buku ini sendiri terdiri atas 10 Bab yang masing-masing memiliki fokus tersendiri dan masih menyentuh tema besar yang sama. 

Vieri yang turut membedah isi buku menyimpulkan bahwa terutama di Bab 8 bagaimana caranya memaafkan. Karena saat kita membendung emosi negatif itu, dan ketika kita memaafkan bukan berarti semata-mata setuju dengan perbuatan orang lain yang menyiksa. Namun ketika kita memaafkan, berarti kita memilih untuk tidak membiarkan luka-luka masa lalu mengontrol kebahagiaan kita hari ini.  “Jadi, sebenarnya ketika kita memilih memaafkan, kita sebenarnya adalah memilih untuk menyayangi diri kita untuk tidak memelihara luka,” pungkas Vieri

Kemudian yang tidak kalah menarik, di bab terakhir berjudul “Inspirasi untuk Bertumbuh”, membahas bahwa mengenali kekuatan diri itu penting. Karena, seringkali orang fokus pada kekurangan dan kelemahan diri. Oleh karenanya, lebih baik membandingkan diri dengan diri sendiri di masa lalu untuk melihat proses pertumbuhan serta capaian yang sudah diraih, daripada membandingkan dengan orang lain. Di bab ini transformasi melalui pikiran menjadi penting: bagaimana mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif atau adaptif. 

“Jadi, perlu dimaknai bahwa setiap jalan atau langkah yang kita lalui itu adalah suatu perjalanan atau arah gitu ya untuk menuju tadi (bahwa hidup adalah kesempatan yang mungkin tidak dapat kita rasakan lagi jika tidak menjadi diri kita sekarang),” jelas Wahyuni Depik selaku pembaca dan psikolog.

Tak hanya berdiskusi tentang buku, Gusde bersama para peserta lantas langsung mempraktekan hipnoterapi di tempat. Setelahnya, penampilan akustik juga disuguhkan dari teman netra untuk menutup acara. 

Tags: autobiografi hipnoterapis netragusde suryamelihat jiwa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gita Andari

Gita Andari

Related Posts

No Content Available
Next Post
KJW Jembrana: Menyigi Budaya, Sejarah, dan Jerit Alam Gumi Makepung

KJW Jembrana: Menyigi Budaya, Sejarah, dan Jerit Alam Gumi Makepung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia