• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, September 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Bali Harus Miliki Skenario Pariwisata

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
28 April 2009
in Agenda
0
2

Oleh Luh De Suriyani

Bali harus mempunyai sejumlah skenario pariwisata sepuluh atau dua puluh tahun mendatang karena dampak pemanasan global. Lingkungan alam dan pertanian adalah modal utama pariwisata Bali yang sangat rentan dengan fenomena perubahan iklim saat ini.

Hal ini terungkap dalam diskusi Mencari Format Pariwisata Bali yang Berelanjutan di Kampus Fakultas Pariwisata Universitas Udayana beberapa waktu lalu.

“Dimensi lingkungan alam sebagai modal dasar pariwisata sedang mengalami ancaman berat akibat ekonomi global dan ancaman perubahan iklim. Bali tidak boleh menyerah pada kekuasaan,” ujar  M. Baiquni, peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada, Jogyakarta.

Pariwisata pun, menurutnya berkontribusi dalam penurunan kualitas lingkungan bila melampaui batas-batas kemampuan alam untuk memulihkan dirinya. Climate Change dan global warming menjadi pembahasan peneliti internasional di bidang pariwisata dua dekade ini, karena makin banyaknya bencana alam dan kekeringan di dunia.

“Di Indonesia, pasca krisis ekonomi 1997 akan diperparah dengan krisis ekologi yang berujung pada krisis multidimensi kemudian krisis total,” tambah Baiquni yang juga Dosen Geografi di UGM ini.

Ia memaparkan empat skenario pariwisata 2020 di Indonesia. Pertama, skenario menjadi kuli di negeri sendiri. Menurut Baiquni skenario ini akibat dari kebijakan pemerintah yang selalu berpihak pada bisnis besar dan global sehingga pemodal asing menguasai sistem pariwisata Indoensia.

“Pemodal asing menguasai pasar ekspor kerajinan rakyat di kota maupun pelosok desa. Ekspor kerajinan meningkat namun nilai tambah dan kreatifitas diserap industri global,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengrajin perak Kota Gede (Jogjakarta) yang dibawa ke Malaysia, pengrajin kayu di Jepara (Jawa Tengah) diajak ke Thailand, serta pengerajin perhiasaan di Gianyar (Bali) yang dibujuk pindah kerja ke Malaysian dan Singapura.

“Wisatawan tak lagi datang ke desa dan kampung pengrajin serta kecenderungan disain etnik dipatenkan oleh pengusaha asing,” kata Baiquni.

Ia juga memaparkan scenario positif seperti “kura-kura dalam perahu”, yang memadukan usaha local dan global yang diatur oleh pemerintahan besih dan berdimensi multikultur. Pengharagaan atas keragaman namun tak mematikan.

Sementara I Ketut Narya, Kepala Seksi Pengembangan Kebijakan Dinas Pariwisata Bali mengatakan pariwisata budaya masih menjadi landasan master plan kebijakan pariwisata Bali.

Ini berbeda dengan hasil penelitian Dinas Pariwisata dan pusat penelitian pariwisata Unud yang menyebutkan jenis pariwisata yang potensial dikembangkan adalah eco tourism, marine tourism, dan spiritual tourism.

Sayangnya, Narya mengakui Bali mempunyai kendala besar di ancaman keruskaan lingkungan seperti terumbu karang, irigasi pertanian, dan manajemen pariwisata.

Data Dinas pariwisata Bali pada 2008 memperlihatkan, tingkat hunian kamar di Bali rata-rata 59 persen. Kunjungan wisatawan langsung ke Bali berjumlah 1.968.892 orang sementara jumlah kamar mencapai 45 ribu unit. [b]

Tags: AgendaBaliDenpasarPariwisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Next Post
E-commerce, Pilihan Wirausaha Modern

E-commerce, Pilihan Wirausaha Modern

Comments 2

  1. sukma says:
    17 years ago

    terima kasih luhde.
    sudah posting liputan seminar kami. sorry saya baru baca. de, kalo ada acara diskusi bagus kontak sy ya…

    sukma bening embun

    Reply
  2. imel says:
    11 years ago

    Saya tertarik dengan tulisan Anda.
    Saya juga mempunyai artikel mengenai Pariwisata di Indonesia yang bisa anda kunjungi di http://indonesiacorner.gunadarma.ac.id/.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Megaproyek Bali Barat dan Utara: Beberapa Sempat Lenyap, Lalu Muncul Lagi

Megaproyek Bali Barat dan Utara: Beberapa Sempat Lenyap, Lalu Muncul Lagi

10 September 2026
Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

10 September 2026
Transisi Energi Mesti Diikuti Pemanfaatan PLTS Atap dan Menghentikan Pembangkit Gas

Transisi Energi Mesti Diikuti Pemanfaatan PLTS Atap dan Menghentikan Pembangkit Gas

9 September 2026
Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia