• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bagi Mereka, Kami adalah Mangsa

Anton Muhajir by Anton Muhajir
20 July 2010
in Kabar Baru, Opini, Sosial
0
0

Teks dan Foto Anton Muhajir

Laki-laki itu mengejar seperti mau menerkam kami.

Dia berlari di samping motor saya menjelang masuk pintu gerbang terminal Ubung, Denpasar sore tadi. Saya di atas sepeda motor dengan anak dan Udin, keluarga dari Jakarta yang mau ke Malang, di belakang.

Laki-laki itu berteriak, “Ayo, Mas. Suroboyo, Suroboyo.” Dia terus mengejar kami sampai tempat parkir.

Di tempat parkir terminal, belasan laki-laki lain kemudian ikut mengepung kami yang masih di atas motor. Kami sampai susah turun dari motor. Mereka menawarkan hal yang sama, tiket bis.

Kalau cuma tiket sih tidak masalah. Lha, ini mereka menawarkan dengan sikap yang beringas, menurut saya. Mereka tanya ke mana tujuan kami sore itu: Surabaya apa Malang? Kami jawab ke Malang.

Namun, jawaban kami justru membuat mereka semakin beringas. Tak hanya menawarkan tiket, mereka juga menarik-narik kami. Mereka memberikan tiket pada anak saya selain juga menarik baju Udin. Di antara mereka sendiri saling rebut. Kami serasa daging empuk yang dilempar ke kandang singa: jadi rebutan!

Para calo tiket itu memang seperti singa. Mereka menganggap tiap penumpang seperti kami ini adalah mangsa. Konsumen? Maaf. Itu tidak ada dalam kamus mereka.

Maka, tiap calon penumpang pun diseret-seret, ditarik-tarik, seperti halnya pengalaman kami sore tadi.

Suasana seperti ini hampir selalu kami temui tiap kali mau naik bis antarkota dari Terminal Ubung, terminal terbesar di Bali. Entah berapa kali saya mengalami. Kalau melawan, mereka akan lebih beringas. Seorang teman malah pernah dipukul salah satu calo tiket ini gara-gara dia mencoba berteriak menolak.

Kali ini pun begitu. Para calo itu tak menawarkan tiket. Mereka memaksa kami sambil teriak-teriak seperti membentak. Kalau sudah begini, pasrah saja. Kami tak punya cukup nyali untuk melawan.

Setelah saling tarik menarik, satu per satu calo tiket itu pun meninggalkan kami. Tinggal tiga orang yang sepertinya dari satu kelompok. Mulut mereka bau arak. Mata mereka merah. Satu di antara mereka yang berpakaian loreng ala tentara celana, kaos, plus sikap kasar, membawa kami ke salah satu bis. Itulah bis yang HARUS kami pilih. Kalau tidak, orang-orang itu sepertinya siap menerkam kami.

Terminal Ubung, bagik saya memang menakutkan urusan tiket ini. Kondisi yang sama pernah saya alami dua kali di terminal di Semarang. Kalau di Bungurasih, Surabaya yang terkenal paling ganas pun saya tak seganas di Ubung.

Memang pernah ada saat di mana suasananya lebih bersahabat di Terminal Ubung. Ada banyak petugas yang mengawasi biar calo tiket tak sembarangan memaksa calon penumpang. Tapi, itu hanya sebentar.

Buktinya, kali ini saya mengalaminya lagi, dikepung para calo tiket. Ironisnya, di pintu masuk itu dua petugas sedang duduk-duduk. Jelas saja mereka melihat kejadian tersebut. Tapi, tak satu pun petugas itu yang melerai.

Salah satu petugas berseragam Dinas Perhubungan itu baru mendekat ketika kami melewati loket masuk terminal. Tapi, bukannya melerai para calo tiket sialan itu, petugas yang seharusnya melindungi itu malah melakukan hal yang sudah saya duga, minta duit retribusi masuk terminal! [b]

Tags: DenpasarOpiniSosialTerminal Ubung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post

Pedas Ganda Warung Ibu Andika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

Menutup Program Studi, Menutup Masalah?

6 May 2026
Pelanggaran Kebebasan Berpendapat terus Terjadi di Bali, mulai dari Larangan saat Konferensi Internasional, Aksi, dan Penangkapan Tomy

Surat Cinta Negeri dari Jeruji Besi

5 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia