Ayo Ketemu! Bareng Gerakan Kreabilitas

Ada sembilan forum diskusi, kelas kreatif, dan presentasi produk.

Gerakan Kreabilitas adalah gerakan inisiatif yang berangkat dari kepercayaan bahwa setiap orang adalah kreatif, terlepas dari kemampuan yang dimiliki.

“Kreabilitas” tercipta dari kombinasi kata “kreatif” dan “abilitas” yang menyelaraskan inovasi kreatif dan pengembangan budaya dengan strategi bisnis.

Sebanyak 30 peserta terseleksi melalui Pendaftaran Terbuka di bidang Seni Rupa, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Kriya, dan Fesyen yang akan mengikuti lokakarya yang kami beri nama “Ayo Ketemu!” selama 4 hari 3 malam pada Jumat-Senin, 28 Juni-1 Juli 2019 di Denpasar, Bali.

“Ayo Ketemu!” akan memiliki sembilan forum diskusi santai, kelas kreatif, dan presentasi produk, dengan tiga sesi yang terbuka untuk umum.

  1. “Art Has Saved My Life”

Perjalanan tentang seni sebagai alternatif terapi yang memberikan pengaruh kepada proses penyembuhan terkait kesehatan mental.

Pembicara: Hana Madness (Seniman Visual & Aktivis Kesehatan Mental) dan Budi Agung Kuswara “Kabul” (Seniman & Founder, Ketemu Project).

2. “Pasar Ketemu”

Gerai bazar bagi peserta untuk mempresentasikan produk atau gagasannya kepada tim Juri. Dalam Pasar Pitch ini, pengunjung juga bisa ikut menilai usaha kreatif mana yang menarik dan inklusif bagi mereka.

Lima Tim Kreabilitas dengan nilai tertinggi, berhak atas:

  • Dana pengembangan sebesar Rp 24juta per tim/ usaha kreatif.
  • Dukungan inkubasi dan mentoring untuk mengembangkan produk dan jasa selama Juli hingga Desember (6 bulan).
  • Dukungan marketing dan promosi produk, baik di Indonesia maupun di negara lain.

Tim Juri: Mayun Dewi (Manajer Wirausaha Sosial, Ketemu Project), Camelia Harahap (Kepala Industri Seni dan Kreatif, British Council Indonesia), Yap Mun Ching (Direktur Eksekutif, AirAsia Foundation), Slamet Thohari (Dosen, Peneliti & Co-Founder CDSS, Universitas Brawijaya), Ella Ritchie (Direktur & Co-Founder, Intoart UK), Aloysius Baskoro Junianto (Tenaga Ahli & Kurator, Badan Ekonomi Kreatif).

3. “Melukis Masa Depan Ekonomi Kreatif”

Forum diskusi panel yang akan membahas tentang seni dan industri ekonomi kreatif yang lebih inklusif bagi teman-teman dengan disabilitas, baik fisik maupun mental, di Indonesia.

Panelis: Paul Smith (Direktur, British Council Indonesia), Yap Mun Ching (Direktur Eksekutif, AirAsia Foundation), Slamet Thohari (Dosen, Peneliti & Co-Founder CDSS, Universitas Brawijaya), Aloysius Baskoro Junianto (Tenaga Ahli & Kurator, Badan Ekonomi Kreatif).

Keluaran (output) dari program ini akan berupa produk dan jasa yang bernilai ekonomi tinggi dan memenuhi standar ekspor. [b]