• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Apa Yang Tersisa untuk Anak Cucu Kita?

I Gusti Agung Made Wirautama by I Gusti Agung Made Wirautama
28 July 2008
in Budaya, Opini
0
0

Oleh I Gusti Agung Made Wirautama

Bali adalah sebuah pulau yang eksotis dan begitu terkenal ke penjuru dunia, segala keunikan budaya dan keindahan alam ada di sini, di Bali. Memang sebuah warisan leluhur yang amat tak ternilai harganya. Itulah sebabnya turis dan pemilik modal berani membayar miliyaran rupiah untuk sebuah lahan tidak produktif di tebing pinggiran sungai dan bersebelahan dengan setra (kuburan) tetapi memiliki pemandangan yang unik ke arah persawahan.

Alam Bali memang bukan merupakan buatan nenek moyang dan leluhur orang Bali, alam sudah ada dari dulunya, hanya dulu kita (leluhur) sangat pintar merawat alam Bali dan bersahabat dengan alam bahkan memanusiakan alam.

Bayangkan saja, di Bali bukan hanya manusia yang memiliki oton (peringatan hari lahir) dan dibuatkan upacara, hewan dan  tumbuhan pun diupacarai, bahkan benda mati (alat-alat rumah tangga dan alat bekerja) juga mendapatkan hal yang sama. Yang terpenting memang bukan fisik dari upacara itu, tapi makna bagaimana kita bisa melihat lingkungan di sekitar kita layaknya diri kita sendiri. Sehingga lingkungan tidak dirusak seenaknya seperti yang ramai terjadi belakangan ini.

Tak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Manusia pun begitu, upacara tinggal upacara, bahkan kadang tak lebih dari formalitas dan seremonial belaka. Demi uang, semua dijual, semua dirusak, pelinggih pura tempat para dewa pun minggir untuk dibangun hotel, villa dan semua tempat mencari uang.

Kita akui memang Bali tak bisa lepas dari pariwisata, tapi kalau boleh kita bertanya apakah semua akan kita jual untuk pariwisata, lalu apa yang akan tersisa untuk anak cucu kita? Apakah jawaban yang muncul seperti lelucon wayang Cenk Blonk?

”Lebih baik kita jual sekarang agar anak cucu kita nanti tidak bertengkar memperebutkan warisan”.

Mungkin sudah saatnya bagi kita untuk berpikir sejenak untuk merenungkan apa sebenarnya tujuan hidup ini, uang? Jangan lupa, uang ibarat laut yang kita seberangi untuk mencapai tujuan kita. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Agung Made Wirautama

I Gusti Agung Made Wirautama

I Gusti Agung Made Wira Utama, cukup dipanggil Wira. Dosen Komputer di STP Nusa Dua Bali yang lahir dan tinggal di Kerobokan. Biasa menulis di blog www.imadewira.com

Related Posts

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
Next Post

Suklu, Kacang yang Paham Kulitnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia