Puluhan warga dan mahasiswa melanjutkan aksi mingguan yakni Aksi Kamisan Bali pada 29 Oktober 2026. Kali ini membawa kampanye darurat situasi pemerintahan saat ini dengan berbagai masalahnya seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), korupsi, dan isu lokal yakni peningkatan upah minimum Bali yang kini jauh dari standar nilai upah layak. Sejumlah peserta aksi juga mendapat SMS blast untuk menjaga ketertiban Bali.















