
Oleh: Ni Wayan Pebriariyanti, Ni Wayan Nita Cahyani, I Gede Windu Arta, Ni Putu Dian Wulandari
Di Desa Tihingan Tengah terdapat sumber mata air bernama Kayoan Bunderin, sumber mata air ini dimanfaatkan oleh warga sejak tahun 1940-an. Meskipun sudah bertahun-tahun digunakan warga, sumber mata air ini belum pernah mengalami pencemaran karena pemerintah setempat melakukan penanaman pohon di sekitar sumber mata air. Dan juga karena sebelum airnya mengalir keluar, airnya ditampung terlebih dahulu di sebuah bak, sebelum keluar melalui pancuran.

Selain itu, volume air di Kayoan Bunderin tidak menetap, terkadang setiap 5 tahun sekali airnya akan mengalami penyurutan, bahkan pernah mengalami penurunan volume air sekitar kurang lebih 5 tahun. Masyarakat yang bergantung pada sumber mata air ini sekitar 100 KK (Kepala Keluarga). Masyarakat yang menggunakan sumber mata air ini biasanya sebagai air minum, pemandian, dan sebagai irigasi sawah.
Untuk pemandian dikelola oleh kelompok yang bernama Sekaa Kayoan. Kayoan dibagi menjadi dua, kayoan wanita dan laki-laki. Harapan dari I Nyoman Sutama salaku kepala dusun agar airnya terus mengalir dan bisa terus dimanfaatkan masyarakat.
(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga di SMA Negeri 1 Bebandem)
sangkarbet sangkarbet










