
Greenpeace adalah sebuah jaringan organisasi global independen yang mengkampanyekan isu lingkungan dengan fokus mempromosikan solusi alternatif untuk masa depan bumi yang hijau. Greenpeace dalam praktiknya mengedepankan visi melindungi planet untuk generasi mendatang, memajukan keadilan rasial, dan membangun ekonomi yang mengutamakan manusia di atas keuntungan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Greenpeace Indonesia menyelenggarakan Festival Laut 2026 dengan mengusung tema “Laut Kita, Masa Depan Kita”. Acara yang diagendakan dalam satu hari ini menghadirkan pertunjukan musik, talkshow dan workshop, pameran foto, kids corner, dan bazar.
Bertempat di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Denpasar, Bali, pada Sabtu (6/6/2026), Festival Laut ditujukan sebagai jembatan edukasi tentang kelestarian laut kepada masyarakat dan menjadi pengingat tentang isu-isu kontemporer yang terjadi untuk bisa dikawal, salah satunya adalah regulasi pemerintah tentang laut.
Juru kampanye laut Greenpeace Indonesia, Sihar Silalahi, membeberkan mengenai tujuan dan latar belakang digagasnya festival ini. Festival Laut ditujukan untuk membumikan permasalahan yang berkaitan dengan laut yang jarang disorot, isu-isu yang terjadi pada masyarakat (awak kapal ikan) yang menjadikan laut sebagai sumber penghidupannya, dan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat sekitar tentang kelestarian laut.
“Karena lagi banyak isu yang berkenaan dengan laut tapi isu ini tidak populis, karena tidak disadari oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan. Contohnya, bisa disurvei berapa banyak masyarakat Bali yang sadar dengan adanya kasus tindak pidana perdagangan orang yang terjadi pada awak kapal perikanan di Pelabuhan Benoa, di Bali. Memang tidak langsung direct soal laut, tapi ini adalah soal kemanusiaan yang berkaitan dengan laut juga. Sehingga Festival Laut ini adalah untuk membumikan permasalahan yang berhubungan dengan laut, untuk disadari sama masyarakat sekitar,” tegas Sihar.
Dalam sesi talkshow ketiga yang membahas tentang keanekaragaman hayati, generasi muda, dan aksi nyata, Sihar juga menyinggung soal target PNBP dari perikanan dan program pemerintah yang menggalang modernisasi kapal ikan.

“Saya kasih angka, di tahun 2020 target Pendapatan Negara bukan Pajak (PNBP) dari perikanan sekitar Rp600 miliar. Tapi ketika PNBP diubah dari pra-produksi menjadi pasca-produksi, di tahun 2024 ditargetkan PNBP dari perikanan sekitar Rp12 triliun. Untuk mencapai angka Rp12 triliun itu bagaimana? Artinya hal ini akan berdampak pada makin banyak ikan yang ditangkap, stok ikan semakin berkurang, dan ekosistem makin rusak,” jelas Sihar.
Festival ini diharapkan bisa menjadi ajakan untuk menjaga kelestarian ekosistem, terkhusus kelestarian laut, dan menjadi bahan identifikasi bagi masyarakat yang hadir. Harapannya, masyarakat yang hadir bisa mengidentifikasi apa yang bisa dilakukan secara pribadi dan komunitas sebagai upaya pelestarian lingkungan, dan yang paling besar adalah meminta pemerintah melakukannya.



