• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pengobat Tradisional di antara Beragamnya Pengobatan Komplementer

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
3 April 2026
in Kabar Baru, Kesehatan
0
0

Sepasang suami istri dan anaknya saat itu sedang konsultasi di ruang penyembuhan rumah seorang penyembuh tradisional. Jro Mangku Sudiarta, penyembuh itu menemani istrinya yang lebih banyak menjawab kebutuhan sepasang suami istri dan anaknya yang hendak membuat upacara menek kelih untuk anak perempuannya.

Diskusi tak hanya soal banten dan hari baik, juga tantangan saat ini membesarkan anak remaja sampai dewasa. Sang ibu beberapa kali menarik nafas panjang tapi tetap menjaga emosinya. Keinginannya tulus, ingin anaknya bertumbuh dengan baik, tidak banyak menemui masalah, dan bisa menghidupi dirinya.

Sementara saya sedang menunggu di kursi halaman rumah karena beberapa bagian tubuh terasa remuk dan nyeri, terutama punggung, sampai menyeret kaki. Seperti biasa, saya membawa canang dan sesari sukarela tanpa ditentukan nilainya.

Nah, saat giliran tiba, badan telentang di dipan kecil hanya untuk satu orang. Jro Mangku menghaturkan canang saya dan melantunkan doa. Setelah ritual ini selesai, dia bertanya bagian mana yang sakit, ditekan sedikit dan saya merasakan nyeri hebat. Tidak ada pertanyaan lain misal penanggalan lahir, watak, dan kosmologi seperti pernah diperlihatkan seorang yang menyebut traditional healer di Ubud.

Saya sudah lebih dari sekali ke sini, dan merasa cocok dengan penyembuhannya yang sederhana, mengurut bagian sakit dengan minyak. Jro Mangku juga tidak memaksa jika terasa sangat sakit, dia akan membuka bagian-bagian urat tubuh yang menurutnya bermasalah.

“Saya melihat kakek mengobati orang-orang yang antre dari berbagai daerah ke rumah,” katanya tentang keahliannya ini. Belajar dengan mengamati, namun juga membaca literatur penyembuhan tradisional yang diwarisi kakeknya.

Rumahnya sederhana di Gang II Jalan Bedahulu, Denpasar. Mudah ditemukan karena itu rumah pertama di gang sempit itu. Sebelumnya Jro Mangku bertugas sebagai Kelian Adat di banjarnya, kemudian melayani kebutuhan spiritual sambil tetap mengobati.

Menurutnya pengobatan tradisional akan terus dibutuhkan di tengah makin canggihnya model pengobatan. Ia sendiri bermodalkan keinginan mengobati, meramu minyak sebagai obat urut bukan untuk diminum. Pasien juga hanya akan diberikan sekitar 50 ml minyak untuk dilanjutkan di rumah.

Setelah sekitar 30 menit diurut, saya diminta berdiri dan coba jalan. Anehnya, kaki yang sangat berat sebelumnya, kini agak ringan dan bisa melangkah. Walau belum sepenuhnya.

Saat ini pengobatan komplementer terus berkembang. Dikutip dari Alodokter, terapi komplementer adalah praktik atau perawatan yang telah terbukti secara medis sebagai pelengkap dari terapi atau pengobatan utama. Terapi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan membuat pasien merasa lebih sehat. Namun, terapi komplementer tidak boleh digunakan sebagai pengganti pengobatan medis. Contohnya yoga, meditasi, chiropractic, aromaterapi, dan akupunktur. Usaha-usaha pijat keluarga mulai dari bayi sampai lansia juga makin banyak. Namun ada yang hanya bisa menyegarkan saja bukan menyembuhkan. Sedangkan pengobatan tradisional, istilah yang dipakai Jro Mangku ini pada beberapa kasus bisa menyembuhkan, tergantung situasi gangguan fisik pasien.

Tags: pengobat tradisionalterapi kesehatan di balitukang apun
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

No Content Available
Next Post
Pelanggaran Kebebasan Berpendapat terus Terjadi di Bali, mulai dari Larangan saat Konferensi Internasional, Aksi, dan Penangkapan Tomy

Pelanggaran Kebebasan Berpendapat terus Terjadi di Bali, mulai dari Larangan saat Konferensi Internasional, Aksi, dan Penangkapan Tomy

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pengetahuan Pangan Lokal Dijaga Bersama, Tak Hanya oleh Petani

4 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Melali Shuttle Listrik di Intaran Sanur, Transportasi Publik Rintisan Dikelola Desa

Melali Shuttle Listrik di Intaran Sanur, Transportasi Publik Rintisan Dikelola Desa

3 June 2026
Pengembangan Jatiluwih perlu memprioritaskan pertanian bukan pariwisata.

Bali sané mangkin: Tanah bisa Dibeli, Budaya bisa Dieksploitasi, Jati Diri bisa Direkonstruksi.

3 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia