• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Jalan Panjang Bali Menuju Nol Emisi

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
28 August 2025
in Kabar Baru
0
0
Pekan Iklim Bali 2025

Ambisi Pemerintah Provinsi Bali dalam merespons perubahan iklim dapat dilihat melalui target Bali emisi nol bersih tahun 2045. Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah merumuskan sejumlah regulasi, dua di antaranya terkait permasalahan sampah dan transisi energi di Bali.

Dua isu utama tersebut didiskusikan dalam Pekan Iklim Bali, ruang pertemuan antara pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan. Diskusi berlangsung dengan tema Bali sebagai Inspirasi: Memantik Kepemimpinan Iklim Daerah melalui Integrasi Aksi dan Inovasi. Diskusi ini dihadiri oleh lima pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, perwakilan daerah, akademisi, hingga organisasi non pemerintah.

Sejumlah regulasi terkait pengurangan emisi telah diturunkan oleh Pemprov Bali, mulai dari penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai hingga pembatasan sampah plastik sekali pakai. Aturan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Pemprov Bali adalah Gerakan Bali Bersih Sampah melalui Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2025. Sebelumnya, telah dikeluarkan aturan pembatasan sampah plastik sekali pakai di Bali melalui Pergub Nomor 97 Tahun 2018.

I Made Rentin, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, menyebutkan bahwa Pergub Nomor 97 Tahun 2018 menyebabkan perubahan signifikan pada perilaku masyarakat Bali. “Penurunan konsumsi tas kresek sampai dengan 51%, kemudian sedotan plastik lebih dari 71%,” ujar Rentin.

Ia menjelaskan adanya SE Nomor 09 Tahun 2025 ditujukan untuk mendorong penurunan sampah di tahun 2027. Salah satu yang diatur dalam SE tersebut adalah pelarangan air minum dalam kemasan (AMDK) plastik di bawah 1 liter.

Namun, Ni Luh Djelantik, anggota DPD RI Provinsi Bali justru memandang aturan tersebut merugikan usaha AMDK di daerah. Ia mengusulkan seharusnya pemerintah bukan melarang AMDK di bawah 1 liter, melainkan menyediakan sebuah cara agar perusahaan dapat mengelola sampahnya sendiri.

“Kalau nggak mau, jangan jualan di Bali. Kita banyak kok punya sumber air,” ujar Ni Luh merujuk pada perusahaan yang tidak mau mengolah sampahnya sendiri. Ia mengungkapkan apabila perusahaan kecil diberikan aturan yang sama dengan perusahaan besar, perusahaan kecil tersebut akan mati.

Ni Luh menyampaikan peraturan yang selama ini dibuat oleh pemerintah praktiknya jauh dari kata sempurna, terutama dalam pengelolaan sampah. Ia juga menyinggung pemilahan sampah yang tidak pernah berjalan.

Selain persoalan sampah, pemenuhan emisi nol bersih perlu dibarengi dengan transisi energi. Dwi Giriantari, Kepala CORE Udayana menjelaskan penyumbang emisi terbesar di Bali adalah sektor ketenagalistrikan, diikuti oleh sektor transportasi.

Selaku Ketua Tim Pokja Percepatan Implementasi Bali Mandiri Energi, Dwi menyebutkan bahwa saat ini telah dibentuk peta jalan Bali mandiri energi. Peta jalan tersebut mengedepankan potensi energi lokal di Bali.

“Kita lihat Bali tidak punya yang namanya tambang batubara, tidak punya tambang gas dan sebagainya. Tapi yang terbesar apa? Yang terbesar kita lihat potensinya energi surya,” ujar Dwi. Pemanfaatan energi surya membutuhkan lahan yang luas. Untuk membangkitkan 1 megawatt energi dari surya membutuhkan sekitar 1 hektar.

Sementara, lahan di Bali sangat terbatas dan mahal. “Makanya targetnya yang perlu dipacu adalah PLTS Atap,” ujar Dwi. Tahap pertama yang akan dilakukan adalah transisi pembangkit listrik dari bahan bakar minyak dan batubara ke gas. Setelah itu, akan beralih lagi ke energi yang lebih bersih, yaitu hidrogen. 

Namun, proses transisi energi ini dinilai masih panjang, terutama dalam mengedukasi masyarakat. Transisi energi dalam mencapai nol emisi harus dilakukan tanpa menciptakan konflik dengan masyarakat. “Karena yang kami dukung adalah transisi yang berkeadilan. Adil buat siapa? Ya buat lingkungan, tapi juga buat masyarakat,” ujar Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Service Reform (IESR).

Fabby menjelaskan apabila Bali ingin mencapai nol emisi, Bali tidak bisa lagi menggunakan sistem pembangkit yang terpusat. “Dia harus tersebar gitu loh. Ini yang harus dibangun,” imbuhnya. Cara yang bisa dilakukan adalah memberikan kesempatan pada masyarakat yang ingin menyediakan PLTS Atap. 

Sayangnya, hal ini masih susah dilakukan karena terbentur oleh aturan. “Karena kalau hari ini yang namanya konsumen berjualan listrik itu melanggar undang-undang. Yang boleh berjualan listrik hanya pemilik wilayah usaha ketenagalistrikan,” jelas Fabby.

Dalam diskusi tersebut, Fabby mengimbau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang juga hadir dalam forum tersebut untuk merevisi Undang-undang Ketenagalistrikan. “Kalau masyarakat mau ikut serta kontribusi menyediakan energi bersih, jangan dipersekusi, jangan dikriminalisasi, justru difasilitasi,” terangnya.

Suzy Hutomo, founder Ecotourism Bali, sepakat dengan Fabby. Ia merasakan sulitnya mengurus pemasangan PLTS Atap, terutama ketika mengurus Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sebelum ada regulasi yang mengatur ketenagalistrikan, Suzy menyebut bahwa pemasangan PLTS Atap lebih mudah. “Supplier dari PLTS itu mereka harus bolak-balik (mengurus SLO). Padahal dulu itu siapa pun bisa memang, dulu ya sebelum ada regulasi,” ujar Suzy.

Demi mencapai nol emisi, Bali harus melalui proses yang cukup panjang. Selain regulasi yang penerapannya masih di permukaan, ada juga ambisi yang terbelit regulasi.

sangkarbet kampungbet kampung bet kampungbet legianbet
Tags: nol emisipekan iklim balipengelolaan sampahsampah di balitransisi energitransisi energi di Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

26 April 2026
Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Next Post
Kolaborasi Alam dan Ruang di Tegal Temu Space

Kolaborasi Alam dan Ruang di Tegal Temu Space

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia