• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, April 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kota Kita Mewujudkan Kota untuk Semua

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
1 June 2024
in Kabar Baru, Pelayanan Publik
0
0
Anak sekolah di Solo menikmati ruang publik di depan sekolah yang dirancang dan dikembangkan bersama Kota Kita (Credit: Kota Kita/Angga Bakti)

Kota untuk semua — slogan Kota Kita yang dipegang teguh demi mewujudkan kota yang dibentuk dan dinikmati oleh warga yang berdaya. Mengapa Kota Kita berfokus pada bidang perencanaan kota dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota? Sebab, di tengah laju urbanisasi di Indonesia yang semakin cepat, Kota Kita meyakini bahwa kota yang layak hunilah yang dapat memberikan keseimbangan antara manusia dan lingkungannya.

Sejak berdirinya Kota Kita di tahun 2010, organisasi nirlaba yang bertempat di Solo ini secara konsisten berupaya untuk menjembatani dialog antara pemerintah dan konstituennya dalam membangun perkotaan Indonesia yang lebih demokratis, manusiawi, dan lestari. Upaya-upaya Kota Kita untuk mewujudkan hal tersebut di antaranya adalah dengan memfasilitasi partisipasi dan aksi kolektif di kota melalui berbagai pendekatan seperti memberikan masukan kebijakan, mendorong keterbukaan akses terhadap informasi, dan menyelenggarakan pendidikan kewargaan untuk memberdayakan warga kota.

Kiprah Kota Kita selama lebih dari satu dekade telah menyebarkan prinsip kota yang layak huni di lebih dari 20 kota di Indonesia, mencakup beragam isu mulai dari aksesibilitas, ruang publik, mobilitas, serta banjir dan sampah. Dari tahun ke tahun, Kota Kita juga menyelenggarakan agenda tahunan Urban Social Forum (USF), sebuah forum terbuka, demokratis, dan inklusif untuk berdiskusi dan berbagi ide tentang cara-cara alternatif dan progresif untuk mewujudkan kota yang kita idam-idamkan.

Bagaimana kita dapat mewujudkan kehidupan perkotaan yang lebih manusiawi? 

Kota Kita, visi dan misi ini dijalankan melalui tiga fokus program yaitu:

  • Urban Inclusivity atau inklusivitas perkotaan, yang berupaya mengarusutamakan nilai inklusivitas dalam desain, perencanaan, dan implementasi kota agar memastikan bahwa semua individu terlibat tanpa memandang usia, identitas, gender, kemampuan, dan karakteristik lainnya;
  • Urban Governance atau tata kelola perkotaan, yang berupaya mempromosikan pendekatan partisipatif, meningkatkan kewargaan, menjembatani dialog pemerintah dan konstituennya, dalam tata kelola perkotaan dan kebijakan; 
  • Urban Resilience atau ketangguhan perkotaaan, yang berupaya mengadvokasikan pendekatan partisipatif dalam strategi adaptasi dan mitigasi untuk merespons dampak dari krisis iklim di kota serta berkontribusi dalam membina masyarakat yang lebih tangguh.
Bagaimana ruang partisipasi di kota Denpasar saat ini mempengaruhi keterlibatan — atau kurangnya keterlibatan — orang muda dalam agenda pengembangan kota? (Credit: Kota Kita/Asri Septarizky)

Tahun ini, Kota Kita menjalankan dua inisiatif di Kota Denpasar yang berupaya mengidentifikasi solusi-solusi untuk memperkuat peran anak muda di kota dan mendorong pembangunan yang lestari dan berkelanjutan.

Melalui program penelitian Co-producing Youth Inclusive Digital Urban Governance (YUP)’, Kota Kita mencoba memahami peran orang muda dalam perencanaan dan tata kelola pembangunan kota melalui studi kasus di dua kota di Indonesia: Solo dan Denpasar. Bersama University College London (UCL) dan CatalyticAction (Lebanon) dengan dukugan Fondation Botnar, penelitian ini diharapkan dapat menawarkan strategi untuk pelibatan orang muda dalam platform digital untuk tata kelola perkotaan yang inklusif yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang bentuk-bentuk partisipasi orang muda dan alasan di balik keterlibatan — atau kurangnya keterlibatan — orang muda dalam ruang-ruang formal perkotaan.

Kota Kita juga bekerja bersama Yayasan Perhutanan Bambu Sosial (Bamboo Village Trust) dan Bauhaus Earth Foundation dalam program Transformasi menuju Lingkungan Binaan yang Regeneratif (Transformation Pathways towards a Regenerative Built Environment – ReBuilt). Program ini berupaya untuk mendorong konsep lingkungan binaan regeneratif dan mengeksplorasi skenario implementasi dalam berbagai skala. Diawali dengan penelitian yang berfokus pada peluang pengembangan konsep regeneratif dalam pengembangan lingkungan binaan dan transisi penggunaan bahan bangunan berbasis hayati di Kota Denpasar, Bali, program ini juga akan melaksanakan implementasi percontohan skala kecil di Kota Denpasar, dan diakhiri dengan peta jalan pembangunan rendah karbon dan ramah lingkungan berbasis hayati.

Bagaimana cara kita mendorong pengembangan lingkungan binaan regeneratif di kota Denpasar yang juga mempertimbangkan aspek budaya dan ragam aktivitas masyarakat? (Credit: Kota Kita/Rizqa Hidayani)

Pada ajang Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2024, Kota Kita menjadi salah satu mentor pada topik liputan dampak pelanggaran tata ruang bersama Warmadewa Research Center (WARC).

kampungbet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

23 April 2026
Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

23 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

22 April 2026
Next Post
IDEP: Nandurin Karang Awak, Menumbuhkan Resiliensi

IDEP: Nandurin Karang Awak, Menumbuhkan Resiliensi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

23 April 2026
Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

23 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia