• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, November 5, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Susah Senang Hidup di Tempat Pengungsian

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
29 October 2017
in Berita Utama, Sosial
0
0
Pengungsi Gunung Agung di Desa Bungaya, Karangasem selesai mengikuti kelas jurnalisme warga BaleBengong pada Minggu (22/10). Foto Anggara Mahendra.

Oleh Ni Luh Astiti

Perkenalkan nama saya Ni Luh Astiti, biasa disapa Astiti. Saya berasal dari Desa Muntig tetapi sekarang mengungsi di Desa Culik. Di pengungsian saya dan keluarga tidur di atas karpet dan makanan kami nasi telur dan mie.

Di sana kami hidup mandiri dan saling bagi-berbagi. Setiap pagi saya bangun pukul 4.30 mengantar orang tua pulang dan bersiap-siap mau ke sekolah. Di pengungsian saya pun dapat belajar Bahasa Inggris. Kami dibimbing oleh kakak-kakak yang ada di Rumah Sehat.

Hal yang paling membuat saya malu ialah di saat mandi kami mandi bersama-sama. Putra-putri bercampur hanya memakai celana pendek dan baju dalam.

Sebenarnya kami sudah bosan tinggal di pengungsian karena setiap malam orang-orang ribut bercerita, saya jadi susah tidur.

Dan makanannya hanya mie telur nasi itu yang membuat saya bosan.
Hal paling terkesan ialah di saat kami dikunjungi artis dan ibu Bupati Karangasem. Kami pun dapat foto selfie di pengungsian.

Kami bermain setiap pagi kami berangkat ke sekolah. Sekolah kami hanya menumpang. Awalnya kami sekolah di SMKN 1 Kubu tetapi sekolah kami ditutup. Karena itu kami menumpang sekolah di SMK 1 Abang. Di sana siswa-siswanya ramah. Halaman sekolahnya dipenuhi tanaman obat.

Hal paling menyenangkan di saat sore kami olahraga bersama seperti bulutangkis, voli dan yang lain. Malamnya kami menonton karena sudah disediakan televisi oleh-orang yang menyumbang.

Jika hari petang kami diajak sembahyang di tempat pengungsian. Karena tempat yang kami tinggali adalah Pura Dalem Setra, maka kami diajak sembahyang setiap hari memohon lindungannya.

Di tempat pengungsian banyak orang-orang yang menyumbang. Hal yang membuat saya sedih saya harus berpisah dengan kakek nenek saya. Kakek saya dirawat di rumah sehat. Hal yang paling membuat saya sedih setiap malam saya teringat almarhum ayah saya karena saya baru ditinggalkan.

Hal yang membuat saya bertanya-tanya kapan Gunung Agung akan meletus. Kami sudah lama mengungsi tapi Gunung Agung tidak kunjung meletus hanya berstatus Awas, Awas dan Awas.

Yang membuat saya malu kepada ibu saya setiap pagi saya meminta uang bekal untuk ke sekolah di samping itu ibu saya tidak bekerja hanya mengandalkan hewan ternak. Ibu saya kebingungan kemana harus mencari uang untuk bekal saya. Setiap pagi saya hanya bisa mengantar pulang dan sore menjelang malam saya menjemput ibu saya. [b]

Tags: Anugerah Jurnalisme Warga 2017Gunung AgungKarangasemPengungsian
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

14 September 2026
Catatan Perjalanan Desa Ban: Masih Terjal dan Krisis Air

Catatan Perjalanan Desa Ban: Masih Terjal dan Krisis Air

31 August 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
The Waves Upon a Trance

The Waves Upon a Trance

7 June 2025
Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

14 November 2024
Next Post
Indonesia Berbhineka, Indonesia yang Ceria

Bahu Membahu Merawat Kebhinnekaan (Sebuah Refleksi)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

3 November 2026
Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

3 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia