• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Merayakan Perpisahan Dua Monyet Kecil

Indra Gunawan by Indra Gunawan
26 May 2017
in Agenda, Musik
0
0

Kicau burung hari ini terdengar begitu meriah.

Seperti gegap gempita penonton sepak bola yang sedang merayakan gol ke gawang tim lawan, entah mereka sedang merayakan apa hari ini. Sepertinya mereka sedang berbincang tentang sesuatu yang saya sendiri tak tahu itu apa.

Bicara soal burung, fauna yang begitu banyak ragam jenisnya ini, ada sebuah cerita dari dua monyet kecil dari kota Denpasar. Kali ini mereka menceritakan sebuah kisah melalui lagu yang sebenarnya sudah mereka rilis tahun 2016, Kuko The Bird.

Kuko The Bird adalah sebuah judul lagu dari Pygmy Marmoset, dua monyet kecil yang saya sebutkan tadi. Kuko adalah tokoh fiksi dalam lagu tersebut. Sebuah burung yang hidup di sebuah desa yang tenang dan damai.

Singkat cerita, Kuko The Bird adalah sebuah pahlawan yang melindungi desanya dari serangan mereka yang jahat. Berangkat dari cerita fiksi ini, Pygmos mencoba menyajikan sebuah narasi panjang tentang Kuko ini menjadi sebuah cerita dan sandiwara radio yang acap kali kita simak di radio-radio.

Mungkin kini sudah jarang ada radio yang memutarkan sandiwara radio. Saya pun mencoba mengingat memori-memori tentang sandiwara radio yang pernah saya dengar ketika masih remaja dan hidup di daerah pelabuhan kota Makassar.

Nenek saya sebelum “pergi”, setiap saya pulang sekolah kerap duduk di ruang tamu sembari menyalakan radio tua kesayangannya mendengarkan cerita itu di radio. Tak banyak yang saya ingat tentang sandiwara radio itu, hanya potret nenek yang melekat dibenak saya. Ya, saya rindu sosok itu.

Di album yang walau hanya berisi 3 lagu ini, mungkin bisa saja di sebut album mini atau apa saja menurut teman-teman suka, silahkan. Namun album yang berdurasi sekitar lebih kurang 50 menit ini, terdapat sebuah cerita tentang Legenda Ksatria Kuko yang diceritakan secara sederhana, namun rasanya cerita-cerita di karya Pygmos yang terbaru ini masih cocok untuk era sekarang.

Pygmos kembali tidak hanya berdua dalam pengerjaan album terbaru ini, mereka banyak berkolaborasi dengan teman-teman mereka. Mulai dari cerita yang ditulis oleh musisi dan sutradara Agung Yudha, illustrator muda berbakat Sri Rizki yang mengerjakan artwork album ini dan tentunya Teater Kini Berseri yang begitu familiar di telinga teman-teman di Bali yang memainkan sandiwara ini.

Untuk urusan aransemen musik pun banyak dibantu oleh teman-teman yang sering kali diajak oleh Pygmos untuk bermain bersama. Di divisi drum ada Noriz Kiki dari Zat Kimia yang mengisi setiap dentuman di album ini. Kiki yang hampir setiap panggung Pygmos dalam setahun terakhir kerap mengisi bass pun mengisi di lagu Unknwon World.

Ada juga Fendy Rizki seorang pemain contra bass yang hampir muncul disetiap panggung pertunjukan musik di Bali juga mengisi bass untuk menambah dramatis lagu-lagu terbaru Pygmos.

Hampir 7 tahun mengenal Pygmos, perkenalan yang dimulai ketika saya bekerja di sebuah radio dan sering memutarkan lagu-lagu mereka. Bertemu, bekerja dan bersenang-senang bersama mereka selama 5 tahun. Dari satu panggung ke panggung lain, dari satu kota-ke kota lain. Dari satu cerita ke cerita lain.

Ini adalah babak baru Pygmos, sebuah konser perpisahan melepas Zenith sang biduan untuk tinggal bersama suaminya di Berlin, Jerman awal bulan Juni nanti. Sebuah konser tunggal untuk merayakan perpisahan secara paripurna.

“Pygmos itu sebagai wadah berkarya dan menggali diri secara musikal, sebagai pintu akan segala kemungkinan-kemungkinan. Konser ini  sebagai pengingat bahwa setiap pertemuan tak kan lepas dari perpisahan” kata Sanjay

Pertunjukan tunggal yang diberi tajuk Legenda Ksatria Kuko ini akan berlangsung di Taman Baca Kesiman, JL. Sedap Malam no. 234, Denpasar. Akan ada pementasan dari Teater Kini Berseri yang mengisi sandiwara di album ini. Sebuah pertunjukan musik berkolaborasi dengan teater akan disajikan di akhir pekan nanti, Sabtu 27 Mei 2017. Mulai pukul 19.00 – 21.30. Hanya tersedia 100 keping album Legenda Ksatria Kuko ini.

Bukan tentang melepaskan tapi pada akhirnya kita semua akan berpisah pada waktunya. Tinggal bagaimana kita siap dengan cara apapun untuk merelakannya. Merelakan perpisahan ini, terasa getir. Namun hidup ini harus terus berlanjut dengan cara kita masing-masing. Kelak jika mereka kembali lagi yang entah itu kapan, mungkin babak baru akan dimulai lagi. Tapi siapa yang tahu kapan itu akan terjadi.

Selamat menikmati karya terbaru Pygmy Marmoset dan sampai bertemu di pertunjukan ini.

Tags: KonserMusikMusik IndiePygmos
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Indra Gunawan

Indra Gunawan

Related Posts

Sandrayati - arise*

Sandrayati Rilis ‘Arise’, Single Jelang Album Baru ‘INHABIT’

3 August 2025
Perjalanan Penyanyi Bali Legendaris Dealot

Perjalanan Penyanyi Bali Legendaris Dealot

17 June 2025
Gede Robi dan Segala Daya Mainstreaming Isu Lingkungan

Gede Robi dan Segala Daya Mainstreaming Isu Lingkungan

29 June 2024
Dendang Melawan Tiran

Dendang Melawan Tiran

12 January 2024
Klub Menulis Musik bersama Made Adnyana: Sisi Lain Dunia Musik

Klub Menulis Musik bersama Made Adnyana: Sisi Lain Dunia Musik

13 September 2023
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Next Post
#BreakTheSilence, Mari Gunakan Suara dengan Bijak

#BreakTheSilence, Mari Gunakan Suara dengan Bijak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia