
Sejak Senin, 12 Oktober 2026, antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular, terutama di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Antrean memanjang sampai ke badan jalan.
Dari pemantauan di beberapa SPBU sekitar Kota Denpasar, antrean panjang masih terjadi pada Selasa hingga Rabu ketika berita ini ditulis. Selasa, 13 Oktober 2026, motor mengantre sebelum pukul 10.00 WITA di SPBU Jalan Nangka Utara, Denpasar. Motor-motor tersebut ditinggalkan pemiliknya berteduh sembari menunggu datangnya mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sementara, antrean motor dan mobil di SPBU sepanjang Jalan Renon menimbulkan kemacetan. Butuh waktu lebih dari 30 menit bagi mobil untuk keluar dari area kemacetan.
Keesokan harinya, Rabu, 14 Oktober 2026, antrean di SPBU Jalan Nangka Utara lebih panjang dari Selasa. Di hari yang sama, SPBU Jalan Padma, Denpasar, antrean masuk ke gang di sebelah SPBU agar tidak menutup akses lalu lintas kendaraan di jalan utama. Tak hanya SPBU, Pertashop, pom bensin kecil, pun ramai antrean, salah satunya terjadi di Jalan Siulan, Denpasar.
Rabu, pukul 13.56 di SPBU Jalan Antasura, para pemilik kendaraan motor meninggalkan motornya untuk berteduh, sembari menunggu kedatangan mobil tangki BBM.

Krisis BBM ini pun menyebabkan warung-warung kecil yang memiliki Pertamini tidak bisa menjual BBM. Ketika ini terjadi, pilihan masyarakat hanya satu, mengantre BBM di SPBU.
Seorang warga menuturkan dirinya mengantre sejak pukul 15.00 hingga 17.00 di SPBU Jalan Trenggana pada Selasa, 13 Oktober. Media sosial pun ramai mengeluhkan lamanya antrean di seluruh SPBU, bahkan di SPBU Kabupaten Tabanan.
Usai pembukaan Pekan Iklim Bali 2026, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, masyarakat tidak perlu panic buying. “Sebenarnya nggak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup,” kata Koster.
Koster mengatakan, pasokan BBM akan normal dalam satu atau dua hari kemudian sejak pernyataan itu dikeluarkan. Namun, 14 Oktober 2026, antrean di SPBU masih terjadi.
Dalam siaran pers tanggal 13 Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengatakan akan mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU dan optimalisasi suplai secara kontinu selama 24 jam.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan, Wayan Koster telah meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi BBM di Bali. Koster menggelar rapat bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan jajaran terkait di Depot BBM PT Pertamina Patra Niaga, Pesanggaran, Denpasar pada Selasa, 13 Oktober 2026.
“Yang pertama ingin saya pastikan, ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan tersedia dan akan terus datang secara bertahap,” kata Koster, dikutip dalam siaran pers.
Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Pertamina juga melaporkan kapal tanker yang membawa pasokan BBM telah tiba di Terminal BBM Manggis dan Pesanggaran. Pasokan Pertalite mencapai 19,2 juta liter, diklaim cukup untuk enam hingga tujuh hari. Sementara, Pertamax sebanyak 3 juta liter, diklaim cukup untuk tiga hari.
Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba 15, 16, dan 17 Oktober 2026, dengan Pertalite sebanyak 25 juta liter. “Untuk mempercepat penanganan antrean, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina memprioritaskan pemulihan distribusi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” dikutip dari siaran pers. Alasannya karena aktivitas dan kebutuhan BBM di dua wilayah ini cukup tinggi.
Sebanyak 92 SPBU menjadi fokus percepatan pelayanan, di antaranya 54 SPBU di Kota Denpasar dan 38 SPBU di Kabupaten Badung. Pertamina menambah armada mobil tangki dari 90 unit menjadi 105 unit.
“Ini bukan hanya urusan Pertamina atau satu instansi saja. Ini urusan kita bersama. Kalau kita saling melempar tanggung jawab, masyarakat yang akan kesulitan. Karena itu, kita selesaikan bersama-sama dan kita tuntaskan demi kepentingan masyarakat,” kata Koster.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menyampaikan, krisis BBM ini terjadi karena kendala distribusi. Ia menambahkan, terjadi gangguan dalam proses bongkar muat kapal tanker akibat persoalan pada jangkar kapal.
Sementara itu, hingga Rabu sore, antrean di SPBU terus terjadi. Masyarakat juga bersama-sama melaporkan situasi terkini kondisi tiap SPBU. Ada yang melaporkan melalui siaran langsung hingga memanfaatkan laporan situasi terkini di website.




