• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, February 10, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Galeri Ilustrasi

Visualisasi Varkoiivark tentang Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
1 June 2025
in Ilustrasi, Kabar Baru, Sosok
0
0

Acara tahunan BaleBengong, yaitu Anugerah Jurnalisme Warga kembali diadakan tahun 2025 ini. Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) telah diselenggarakan sejak tahun 2016 untuk memberikan penghargaan kepada karya pewarta warga dalam bentuk beasiswa liputan. 

Tahun ini, AJW mengangkat tema Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali. Berakar dari minimnya keterlibatan anak muda dalam pembangunan kota, padahal anak muda memiliki peran penting dalam menyumbangkan gagasan maupun inovasi baru untuk perencanaan dan pembangunan kota. Kerap kali perspektif anak muda dapat menjadi potensi menangani permasalahan kota yang tengah terjadi.

Dalam memvisualisasikan tema tahun ini, BaleBengong merangkul seorang seniman mural, Bryan Eka (Instagram: varkoiivark). Bryan merupakan seniman yang cukup lama beraktivitas di Bali. Ia aktif mengisi kegiatan kolektif dan live mural yang diadakan oleh komunitas.

Bryan menuangkan gagasannya tentang Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali di atas kanvas dengan cat berwarna-warni. Sekilas tampak anak muda yang memegang kepala, seperti menggambarkan pusingnya melihat laju kendaraan. Di hadapannya terdapat dua anak muda lain yang memandang dirinya.

Penuturan Bryan dari gambar yang tampak sekilas ternyata dimaknai lebih dalam. Di tengah-tengah sekitar gambar hidung anak muda yang sedang memegang kepalanya, tampak garis warna-warni keluar masuk. Bryan menjelaskan bahwa garis-garis tersebut adalah asap dari kendaraan besar. “Jadi hidungnya itu mencium (asap) knalpot-knalpot kendaraan besar, seperti mobil,” jelas Bryan.

Makin hari, asap kendaraan memang semakin memenuhi jalanan. Tidak ada lagi ruang untuk menghirup udara segar. Demi membangun trotoar dan memperluas jalan pun pohon-pohon ditebang. Akhirnya, udara yang dihirup ketika bernapas bukan lagi udara segar yang dihasilkan oleh tumbuhan hijau, melainkan polusi asap kendaraan.

Melihat gambar Bryan lebih teliti lagi, tampak tiga kendaraan yang sedang melaju di jalanan. Ada kendaraan berwarna merah, hijau, dan mobil berwarna biru. Pesan yang ingin disampaikan Bryan melalui iringan kendaraan tersebut adalah beberapa kendaraan yang semakin melambat di jalan ketika ada iring-iringan mobil kementerian maupun tamu-tamu besar lainnya.

Bali memang kerap menjadi tuan rumah acara-acara skala nasional dan internasional. Dampak yang ditimbulkan dari acara tersebut adalah kemacetan dan penutupan jalan di mana-mana. Belum lagi ketika ada iring-iringan tamu besar lewat beberapa ruas jalan ditutup. Bryan menambahkan bahwa dirinya tidak pernah melihat ada truk sampah dan ambulans yang berjalan bersamaan dengan mobil iringan tersebut. “Apa sudah di-setting? Itu yang menjadi pertanyaan,” ujarnya.

Di atas gambar mobil biru terdapat gedung-gedung tinggi hingga ke atas awan. Gambar tersebut mencerminkan keresahannya terhadap munculnya gedung-gedung tinggi di Bali yang melebihi batas aturan. “Kalau di Bali kan biasanya batasnya 15 meter,” ujar Bryan. Meski mengantongi izin, ada beberapa tinggi bangunan yang melebihi batas.

Pembangunan yang masif pun berdampak pada kualitas udara. Bryan berkaca dari kondisi cuaca di Jakarta. Awan gelap di Jakarta nyatanya bukan berasal dari mendung, melainkan asap kendaraan yang lari ke awan. Bukan hanya asap kendaraan, ada pula asap-asap pembangunan dan industri.

Sementara itu, bukit-bukit hijau serta pemukiman yang berada paling bawah menggambarkan pembangunan kota yang dilakukan di atas ruang hijau. Sedikit demi sedikit, ruang hijau tersebut menghilang, digantikan dengan bangunan dan ruas jalan.

Dua orang yang menghadap ke depan merepresentasikan anak muda yang melihat masa depan perkotaan. Mungkin saja ilustrasi yang digambarkan oleh Bryan dapat terjadi di masa depan, jika akar permasalahannya tidak diatasi.

kampungbet
Tags: AJWAJW 2025Anugerah Jurnalisme WargaIlustrasimuralvarkoiivark
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

TPA Linggasana Overload,  Sistem Pengelolaan Sampah Belum Jelas, TPS Liar pun Meluas

TPA Linggasana Overload, Sistem Pengelolaan Sampah Belum Jelas, TPS Liar pun Meluas

31 July 2025
Cita-Cita Anak Muda Bali dan Upah yang Main-Main

Cita-Cita Anak Muda Bali dan Upah yang Main-Main

14 July 2025
Menyusuri Langkah Lelah Tukang Suun di Pasar Badung

Menyusuri Langkah Lelah Tukang Suun di Pasar Badung

11 July 2025
TAKSU Reuse di AJW 2025: Solusi Cerdas Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai

TAKSU Reuse di AJW 2025: Solusi Cerdas Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai

8 July 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung’s Fancy Facade, Tukang Suun Plod, Protection is Flawed

8 July 2025
Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali, BaleBengong Rayakan Usia 18 Tahun

Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali, BaleBengong Rayakan Usia 18 Tahun

7 July 2025
Next Post
Meramban Tanaman Liar di UFF

Meramban Tanaman Liar di UFF

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia