• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, April 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Siat Yeh di Festival Air Suwat

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
1 January 2024
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0
0
Perang Air – Suasana perang air atau siyat yeh serangkaian Festival Air Suwat, Senin, 1 Januari 2024

Festval Air Suwat memasuki tahun ke sembilan. Festival kali ini mengusung tema The Power of Water. Tema yang diangkat untuk memaknai secara mendalam esensi air yang memiliki kekuatan luar biasa, menyejukkan di tahun-tahun yang panas.

Puncak acara dalam festival ini adalah Siat Yeh atau perang air yang berlangsung Senin (1/1/2024). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, siat yeh kali ini diawali dengan bagi-bagi uang.

Lembaran uang beragam pecahan total senilai jutaan rupiah dilemparkan ke udara. Peserta siat yeh pun berebut. Berbagai perangai terlihat dalam momen-momen ini.

Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya mengatakan, bagi-bagi uang ini sebagai simbol pembagain kesejahteraan. Ia meminta agar uang ini tidak dibelanjakan namun disimpan.

“Ini pica (anugerah), jangan dilihat dari nominalnya. Saya minta uang ini tidak dibelanjakan tapi dilinggihkan (di tempat yang suci) supaya rezeki kita berlipat,” ujar Sudibya di antara kerumunan warga.

Ia mengungkapkan, uang tersebut tidak bersumber dari partai politik atau caleg siapapun. Sudibya tegaskan uang ini hasil dari perkembangan pariwisata air terjun di Desa Suwat.

“Rezeki ini dari obyek wisata yang ada di sini, Suwat Warterfall. Untuk yang dapat jangan senang berlebihan, yang tidak jangan sedih berlebihan. Nanti akan ada pembagian yang lebih merata,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Air Suwat, Putu Bayu Suda mengatakan, festival ini dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, yakni tiga pekan saja. Namun kekompakan tim yang semua diisi oleh anak muda bisa menyelesaikan tantangan dengan baik.

“Untuk pertama kalinya memang diisi semuanya oleh anak muda. Festival-festival sebelumnya ada keterlibatan orang tua. Setelahnya kami mendapat kesempatan dalam mengatur sebuah acara. Ini pelangaman luar biasa,” ujarnya.

Ketua dua Festival Air Sueat, Ricky Udayana mengatakan, waktu persiapan yang singkat dengan hasil yang sekarang sudah cukup memuaskannya. Dia yakin festival tahun depan akan lebih meriah jika lebih banyak anak muda lagi yang terlibat.

“Jika keterlibatan anak muda semakin banyak, maka pasti kita sanggup. Semoga bisa lebih besar dengan keterlibatan anak muda yang lebih banyak,” jelasnya.

Festival Air Suwat berlangsung selama enam hari. Acara dibuka tanggal 27 Desember 2023 dan ditutup 1 Januari 2024. Tidak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara pun turut serta dalam festival ini. Mereka terlihat dalam perlombaan permainan tradisional di sawah hingga saat perang air.

kampungbet
Tags: festival airfestival air suwatperang airsiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

19 February 2026
Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Next Post
Bantuan Air Bersih di Tengah Kekeringan Karangasem

Kejadian Bencana 2023 Sebanyak 1254 dengan 48 korban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

11 April 2026
Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

10 April 2026
Bukan Cuma Maag, Ini 5 Penyakit yang Sering Mengintai Mahasiswa Tingkat Akhir

Bukan Cuma Maag, Ini 5 Penyakit yang Sering Mengintai Mahasiswa Tingkat Akhir

10 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia