• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Setelah Ingar Bingar Pangerupukan, Jelang Nyepi

Dinda Mahadewi by Dinda Mahadewi
13 March 2024
in Budaya, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Pengerupukan merupakan salah satu perayaan umat Hindu untuk menyambut hari raya Nyepi keesokan harinya. Pengerupukan selalu identik dengan ogoh-ogoh atau perwujudan bhuta kala yang kemudian diarak ke berbagai titik di daerah-daerah di Bali, salah satunya Denpasar.

Lapangan Puputan Badung selalu menjadi sentra perayaan pawai ogoh-ogoh di Denpasar selama bertahun-tahun lamanya. Khalayak ramai berbondong-bondong menyaksikan penampilan pawai ogoh-ogoh masing-masing desa adat di Denpasar. Namun riuhrendah perayaan malam itu menyisakan tumpukan sampah yang berceceran di mana-mana.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar mencatat bahwa pasca rangkaian perayaan hari raya Nyepi 2024 volume sampah meningkat sebanyak 70-80 ton menjadi 940 ton dibandingkan hari-hari biasa yang biasanya mencapai 850 ton. Volume sampah yang meningkat didominasi oleh sampah sisa ogoh-ogoh, sisa upacara dan sisa sampah makanan masyarakat usai pawai ogoh-ogoh selesai.

Terlihat bahwa di Lapangan Puputan Badung masih banyak sampah makanan dan minuman ataupun botol plastik yang berceceran bahkan hingga di lintasan jogging. Beberapa karung berisikan sampah botol plastik juga terlihat di balik papan nama Lapangan Puputan Badung.

Selain sampah, tanaman rusak yang terinjak-injak, gundukan lintasan yang ambrol dan kabel-kabel yang mengendur dan semrawut juga cukup mengganggu pemandangan. Berdasarkan penuturan salah satu pedagang di dekat gundukan lintasan ambrol tersebut, lintasan tersebut sudah ambrol sejak Pengerupukan. Pun kabel-kabel yang kendur terletak di berbagai titik di lapangan, salah satunya yang paling parah adalah di dekat areal bermain anak-anak.

kampungbet
Tags: sampah ogoh-ogohsampah usai pangerupukanvolume sampah meningkat
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dinda Mahadewi

Dinda Mahadewi

Related Posts

No Content Available
Next Post
Pasca Larangan, Inilah Beberapa Alternatif Pendakian

Menyelami Keindahan Gunung tanpa FOMO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia