• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Sampahku Sayang, Sampahku Malang

Anton Muhajir by Anton Muhajir
11 February 2008
in Agenda, Kabar Baru, Teknologi
0
0

Oleh Mei Rismawati
Kelas VII SMP PGRI 9 Denpasar

Waktu hari Minggu sore (3/2), aku dan teman-teman pentas teater dalam rangka menyambut kakak-kakak dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka mengajari kami bagaimana cara mengolah sampah.

Kami dibimbing oleh dua orang kakak yaitu Gusman dan Kak Tut Nartha. Kedua kakak itu memberi tahu apa yang disebut dengan sampah. Sampah adalah barang bekas atau kotoran yang telah dipakai manusia.

Sumber-sumber sampah adalah hewan, tumbuhan, dan manusia. Sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Contoh sampah organik kulit telur, sisa nasi, tusuk sate, ranting pohon, kepala ikan, daging ayam, dan sisa sayur. Sedangkan anorganik misalnya botol, baterai, kaleng larutan, kresek, plastik, bungkus mi, dan kertas.

Sampah anorganik dapat didaur ulang atau bisa dijual. Sampah organik dapat dibuat pupuk kompos, yang terbuat dari alam dan daun-daun kering. Kita tidak boleh mmebuang sampah di sungai, karena bisa banjir. Kalau sampah dibakar, menimbulkan asap mengandung racun (dioksin).

Jika menghirup asap dari sampah plastik yang dibakar kita bisa batuk dan sesak nafas. Ketika kecil, penyakitnya tidak kelihatan. Nanti kalau sudah tua, sudah lemah, baru ketahuan penyakitnya.

Nah, kalau buang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), nanti TPA-nya bisa kepenuhan isi smapah. Agar TPA tidak cepat penuh kita harus buang sedikit, sisanya bisa di daur ulang agar menjadi berguna. Sampah organik dapat dijadikan pupuk ompos dan pakan ternak.

Mari kita lihat bagaimana proses pembuatan kompos. Prosesnya adalah:
1.    Sampah organik dan anorganik dipisahkan
2.    Sampah organik dipotong-potong agar bentuknya kecil dan mudah terurai
3.    Potongan sampah organik dicampur dengan stater (misalnya kompos jadi) untuk memancing saja
4.    Lalu diisi air secukupnya, tidak sampai menggenang
5.    Sediakan keranjang, bagian bawahnya diisi sekam atau kulit padi
6.    Di atas kulit padi itulah diisi sampah organik itu
7.    Di atas sampah organik yang telah diisi stater dan air, ditutup dengan sekam lagi biar tidak bau
8.    Tunggu sampai 30 hari
9.    Buka tutup sekamnya, lalu jadi deh pupuk kompos buatan sendiri

Kalau pupuknya kelebihan, bisa juga dijual ke kebun bunga. Mari kita jaga agar Indonesia terbebas dari sampah.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Upaya Generasi Muda Tamblingan Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

22 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

19 June 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Hari Laut Sedunia Menjadi Peringatan untuk Menghentikan Ekspansi LNG di Bali

Hari Laut Sedunia Menjadi Peringatan untuk Menghentikan Ekspansi LNG di Bali

18 June 2026
Next Post

D Cost, Mutu Bintang Lima Harga Kaki Lima

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Upaya Generasi Muda Tamblingan Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

22 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

19 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia