• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ratusan Perempuan ODHA Butuh Pendampingan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
22 April 2009
in Kabar Baru
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Ketika banyak perempuan merayakan Hari Kartini, sebagai hari kebangkitan perempuan Selasa (21/4) kemarin, Jero  sibuk dengan gerobak sampahnya. Jero adalah perempuan positif HIV berusia 40 tahun. Ia bekerja sebagai pengangkut sampah di area Denpasar Timur, kawasan tempat tinggalnya. Ia tertular HIV dari suaminya yang telah meninggal lima tahun lalu.

Suma diketahui terinfeksi usai peristiwa penolakan warga untuk memandikan jenazah suaminya. “Saya sempat ditinggal keluarga yang melarikan diri setelah tahu suami saya katanya kena AIDS,” ujarnya dalam Bahasa Bali.  Jero tidak bisa mengerti Bahasa Indonesia.

Setiap hari, Jero bekerja enam jam sehari untuk menarik gerobak sampah dari rumah ke rumah. Bau sampah tak pernah hilang dari tubuhnya.

Karena peristiwa penolakan warga memandikan jenazah suaminya itulah, Jero mendapat pendampingan dari seorang konselor. Mengingatkan minum obat anti retro viral (ARV) dua kali sehari dan melakukan pemeriksaan viral load.

“Pokoknya saya disuruh minum obat rutin, kalau ingin terus sehat. Saya tidak mengerti apa yang disebut AIDS,” ujarnya, Selasa, ketika beristirahat di depan rumahnya. Gerobak sampah itu membantunya hidup mandiri dengan penghasilan sekitar Rp 500.000 per bulan.

Hingga Februari ini Dinas Kesehatan Bali mencatat terdapat 767 orang perempuan telah terinfeksi HIV di Bali. Namun, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali meyakini kenyataannya jauh lebih tinggi karena pekerja seks perempuan yang terinfeksi HIV saja diperkirakan sebanyak 1900 orang dari 3000 orang. Belum lagi jumlah istri atau pasangan ODHA laki-laki yang berisiko besar tertular.

“Jumlah yang dicatat pemerintah hanya yang berhasil dijangkau melalui skrining dan jangkauan LSM saja,” kata dokter Mangku Karmaya, Koordinator Pokja Humas dan Indormasi KPA Bali.

Ratusan perempuan positif lainnya diperkirakan belum terjangkau karena tidak mengetahui statusnya dan belum menunjukkan gejala khas fase AIDS seperti infeksi oportunistik.

“Selama delapan tahun bekerja mendampingi ODHA, kami baru bisa menjangkau 97 orang perempuan positif dan istri  yang terdampak. Sangat sulit menjangkau karena stigma masing sangat tinggi,” ujar Putu Utami, Pendiri Yayasan Bali+, Selasa.

Selain Bali+ (baca Baliplus), memang ada sejumlah lembaga pendampingan Odha lainnya namun juga diperkirakan belum bisa menjangkau setengah perempuan positif di Bali.

Jumlah kasus HIV dan AIDS di Bali meningkat pesat hingga 2666 kasus hingga Februari ini. Faktor risiko terbesar dari hubungan heteroseksual yakni 1679 atau 63 persen. Diikuti injecting drug users sebanyak 26 persen, homo/biseksual 6 persen, dan perinatal 2 persen.

Faktor risiko dari kelahiran ini pertambahannya sangat tinggi tahun ini. Selama dua bulan saja, kasusnya bertambah 18 orang menjadi 46 kasus pada Maret ini. Padahal hingga akhir tahun lalu, jumlahnya 38 kasus.

Utami mengatakan menyelamatkan anak dari penularan HIV ibunya makin sulit lagi karena sikap penolakan dan tidak percaya telah terinfeksi virus yang menyerang kekebalan tubuh itu.

Hasil studi menunjukkan, bahwa perempuan dan remaja putri rentan terhadap HIV, karena lebih mudah tertular 2,5 kali dibanding laki-laki dan remaja putra. UNAIDS melaporkan bahwa 67 persen kasus baru HIV/AIDS di negara berkembang adalah kalangan usia muda 15-24 tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 persen adalah perempuan dan remaja putri.

Kerentanan perempuan tertular HIV umumnya karena kurangnya pengetahuan mereka tentang bahaya HIV/AIDS. Ataupun kurangnya akses untuk mendapatkan layanan pencegahan HIV. Selain itu, secara biologis perempuan lebih berisiko tertular HIV jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom, dibanding laki-laki.

“Ironisnya, di banyak daerah perempuan sulit melindungi dirinya dari infeksi HIV karena pasangan seksualnya enggan menggunakan kondom,” ujar Mangku Karmaya. [b]

Versi Bahasa Inggris tulisan ini ada di http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/22/women-with-hivaids-need-help.html-0

Tags: BaliHIV/AIDSKesehatanKesehatan ReproduksiPerempuan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Di Pojok Kecil Pasar Badung Upadisari Mengadvokasi Kesehatan Reproduksi

Di Pojok Kecil Pasar Badung Upadisari Mengadvokasi Kesehatan Reproduksi

28 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Next Post

Aktivis Bali Raih The Goldman Environmental Prize

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia