• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Perempuan Rokatenda dalam Setapak Digital

Rini Kartini by Rini Kartini
13 May 2022
in Kabar Baru, Teknologi, Video
0
0

Liputan ini menggambarkan tentang resiliensi perempuan pengungsi pasca bencana erupsi Gunung Rokatenda 2013. Para pengungsi kehilangan mata pencaharian. Tak ada lagi sampan untuk mencari ikan atau lahan untuk berkebun sementara kebutuhan hidup tidak bisa ditunda. Banyak kepala keluarga yang terpaksa menjadi tenaga kerja ilegal ke Malaysia. Namun tak sedikit pula yang kembali karena tidak mampu bertahan di negeri Jiran ini. Akhirnya para ibu pengungsi ini menjual hasil tenunan agar mereka bisa bertahan hidup.

Menenun yang merupakan aktivitas adat pada mulanya, berubah menjadi aktivitas ekonomi. Namun masalah muncul saat mereka harus melakukan transaksi jual beli di pasar, karena mereka belum pernah melakukan transaksi jual beli di pasar. Hal ini dikarenakan tidak ada pasar di tempat mereka sebelumnya. Kebutuhan dasar yg tak bisa ditunda dan ketidakmampuan berkomunikasi membuat mereka harus melepaskan kain tenun pewarna alam mereka dengan harga Rp. 300.000,- per lembar, padahal harga wajar kain tenun pewarna alam adalah Rp. 800.000,- per lembarnya. Mereka menyadari bahwa utk mampu bertahan, mereka harus membentuk kelompok. Akhirnya mereka membentuk kelompok tenun yang mereka namai Mbola So.

Video Rini Kartini

Kelompok tenun mbola So ini terdiri dari ibu-ibu yang pada umumnya gagap teknologi, namun ada satu anggota yang mempunyai android dan memiliki media sosial, Facebook dan WhatsApp, Natalia namanya. Natalia mulai menawarkan kain tenun pewarna alam yang dibuatnya di sosial medianya dengan foto dan caption seadanya. Dari strategi ini, Natalia mendapatkan harga Rp. 700.00,- per lembarnya. Harga yang jauh lebih layak dari menjual langsung di pasar. Strategi ini kemudian diikuti oleh anggota kelompok lainnya. Dan pada akhirnya, meskipun belum semua anggota mampu mengoperasikan android, namun para suami dan anak turun tangan untuk bahu membahu menjual hasil tenunan melalui sosial media. Buah manis teknologi ini tak hanya dinikmati oleh Natalia, tapi juga semua anggota kelompok Mbola So.

Kemampuan masyarakat dalam mengakses digital, meski dengan cara yang sangat sederhana, nyatanya mampu membuat masyarakat bertahan dalam keadaan yang tak mudah.

kampungbet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Rini Kartini

Rini Kartini

Related Posts

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026

Dua Pantai di Bali Terancam Hilang

8 January 2026

Perjalanan Anti Mainstream di Jembrana

8 January 2026
Next Post
Komik Isul – BPJS

Komik Isul - BPJS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia