• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Penyelamat Bersiap Menyambut Paus Terdampar

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
8 October 2010
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Teks Luh De Suriyani, Ilustrasi Matanews

I Made Jaya Ratha, dokter hewan muda di Bali, beberapa kali bingung bagaimana menangani paus yang terdampar dipantai ketika tiba di lokasi. “Ada banyak orang di sana, tapi kita sulit bergerak cepat karena bingung menanganinya,” ujarnya suatu kali.

Jaya dan beberapa temannya di Turtle Guard, sebuah komunitas peneliti muda khususnya penanganan telur penyu di Bali beberapa kali datang ke lokasi terdamparnya paus tanpa persiapan teknis. Seperti metodelogi penyelamatan dan komunikasi ke jaringan lain. “Kesempatan untuk bisa mempelajari satwa ini hilang karena kita tak bisa cepat menyelamatkannya,” tambahnya.

Itulah salah satu alasan terbentuknya Jejaring Penyelamat  Paus dan Mamalia Laut Bali yang Ia mulai bangun bersama sejumlah komunitas lain.

“Kami berkomitmen secara bersama untuk menyelamatkan paus dan mamalia laut lainnya dari berbagai ancaman baik yang diakibatkan oleh alam maupun manusia,” demikian isi deklarasi yang diucapkan anggota jaringan baru ini. Di antaranya Polair Polda Bali, Balawista, The Westin Resort, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Grand Hyatt Nusa Dua, Nusa Dua Reef Foundation, Kelompok Nelayan Darmamurti, dan lainnya dalam suatu workshop minggu lalu.

“Kebanyakan hewan terdampar di kawasan pantai sekitar hotel. Karena itu perlu koordinasi dan dukungan dari pihak perhotelan,” ujar Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Check Foundation.

Saleh Purwanto dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengatakan keanggotaan Jejaring ini terbuka bagi siapa saja yang mau berkomitmen secara bersama dalam upaya-upaya penyelamatan paus dan mamalia laut lainnya. “Unsur desa pekraman dalam jejaring ini sangat penting karena apabila ada kejadian mamalia laut terdampar, pihak desa bisa bertindak dan mengorganisir pihak-pihak terkait untuk mengamankan lokasi,” katanya.

Hingga saat ini terdapat sekitar 120 jenis mamalia laut yang telah diidentifikasi di seluruh dunia, dan di Indonesia ditemukan 31 jenis, serta setidaknya  7 jenis (teridentifikasi) ditemukan terdampar di perairan Bali.

Sepuluh tahun terakhir ini, sedikitnya terdapat 25 kali kejadian terdamparnya mamalia laut di Bali. Data menunjukkan trend peningkatan, terutama dalam dua tahun terakhir. Pada Agustus 2010 saja ada 5 kali kejadian paus terdampar, baik mati maupun hidup.

Lokasi terdamparnya, antara lain perairan Klungkung, Nusa Penida,Gianyar: Lebih, Keramas, Saba, Denpasar, dan lainnya. “Hampir setiap tahun selalu ada kejadian paus atau lumba-lumba terdampar. Sebagian hewan terdampar tidak diidentifikasi, karena itu perlu penanganan yang lebih terintegrasi,” kata Jaya.

Kebanyakan spesies terdampar yang dicatat adalah jenispigmy killerwhales (feresa Attenuata) dan short-finned pilot whales (Globicephala marcorinchyus).

Tim Tanggap Mamalia terpadu ini akan mengkoordinir penanganan hewan laut terdampar dan melakukan studi mengenai jalur studi imigrasi paus dan hewan mamalia lain di perairan Bali. [b]

Tags: BaliLingkunganLSMPaus
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Next Post

Pers Mahasiswa, Gunakanlah New Media

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Membangkitkan Lima Lapisan Kesadaran Diri

21 May 2026
Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia