• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Museum Manusa Yadnya Memprihatinkan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
13 September 2011
in Berita Utama, Budaya, Kabar Baru
0
0

Kabupaten Badung, salah satu kabupaten di Indonesia terkaya, hanya memiliki satu museum yang kini masih ditelantarkan. Museum Manusa Yadnya, yang dibuat pada era 1979 dan sejak 1997 diambil alih Dinas Kebudayaan Badung ini kondisi koleksinya memprihatinkan.

Museum yang memajang replica perlengkapan sarana upacara untuk manusia Hindu Bali ini sudah hampir selesai direhab secara fisik. Namun koleksi utama museumnya masih belum ditata. Sejumlah replica perlengkapan ritual belum dikelompokkan sesuai urutannya.

“Anggaran dananya sedikit. Semoga tahun ini anggaran sekitar Rp 400 juta bisa turun untuk penyelesaian fisik dan penambahan koleksi,” kata I Gede Sujana, Kepala Museum Manusa Yadnya Agustus lalu.

Sujana mengatakan walau Manusa Yadnya museum satu-satunya yang dimiliki Badung, anggaran dana yang diberikan tahun 2010 masih sedikit. Ia merinci Rp 10 juta per tahun untuk perawatan dan Rp 23 juta untuk pengisian koleksi baru.

Hanya gedungnya yang cukup megah, berdiri di sebelah Taman Ayun, kompleks istana Raja Mengwi yang ramai dikunjungi ratusan wisman tiap hari. Sementara Museum Manusa Yadnya sangat sedikit dikunjungi. Pertama, tidak ada papan nama di depan pintu masuk.

Ketika masuk, pengunjung harus melewati dua stage besar, terbuka dan tertutup. Sementara museum berada di belakang. Tidak ada informasi apapun yang bisa memandu pengunjung. Kita harus berteriak memanggil pegawai yang berjaga.

Koleksi museum ada di lantai II. Juga tidak ada informasi yang layak di tempat yang memajang aneka upakara Manusa Yadnya ini. Hanya dipajang di dalam lemari-lemari kaca seadanya.

Pengetahuan mengenai upakara manusia Bali ini dimulai dari upacara agama ketika bayi dalam kandungan. Setelah itu upacara 3 bulanan bayi, 6 bulanan, lalu upacara naik dewasa. Berikutnya upacara perkawinan sampai kematian.

Museum ini dibuka secara resmi pada 2008 dengan memamerkan koleksi peralatan upacara Pitra Yadnya meliputi upacara Ngaben dan Memukur. Di antaranya sarana pembakaran jenazah seperti bade untuk mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta, lima unsure kehidupa seperti tanah, api, udara, dan angkasa ke asalnya.

Namun pembangunan museum ini sudah dirintis pada 1974, merupakan bagian dari pembangunan Mandala Wisata Mengwi, kawasan wisata di Mengwi sebagai pusat informasi Kabupaten Badung. Koleksi utama museum ini adalah benda-benda budaya yang berhubungan dengan upacara daur hidup manusia Bali.

Misalnya salah satu seniman pembuat bade, AA Bagus Sudarma dari Kapal, Badung membuat replica bade tumpang tujuh yang biasa dipakai untuk membakar jenazah raja-raja dan pandita.

Sujana mengakui, sebagai museum, Manusa Yadnya belum layak dikunjungi walau sudah dibuka secara umum. Koleksinya tak tertata, tidak ada papan informasi, dan lainnya. “Museum ini mungkin satu-satunya di Asia Tenggara yang memajang peralatan upacara ritual agama,” katanya.

Sementara salah seorang petugas museum lainnya, AA Ngurah mengatakan telah membuat surat undangan pada sejumlah sekolah agar siswanya berkunjung. “Tapi, sulit sekali mengajak mereka datang. Wisawatan mancanegara juga belum banyak tahu soal museum ini,” katanya.

Ngurah yang juga seniman topeng dari Gianyar ini memiliki mimpi suatu saat museum Manusa Yadnya bisa menjadi tempat diskusi soal ritual-ritual upakara di Bali yang beragam. “Bali punya sejarah panjang soal banten yang sudah dilupakan. Tapi museum ini belum bisa menginformasikannya secara lengkap,” imbuhnya.

Sedikitnya ada 21 museum di Bali yang dikelola pemerintah dan swasta. Penulis Inggris, Richard Mann menulis dua edisi buku tentang museum di Bali berjudul Treasures of Bali. [b]

Tags: BadungBudayaMuseumSejarah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ruang Baca di Tengah Menjamurnya Konsep Book Cafe

Menyelami Masa Lalu Melalui Fiksi Sejarah

25 October 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Next Post
ODHA pun Belajar Jurnalisme Warga

ODHA pun Belajar Jurnalisme Warga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia