• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mendidik Orang Tua Mengenal Kespro

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
6 May 2009
in Kabar Baru
0
1

Oleh Luh De Suriyani

Minggu sore itu, 30 ibu rumah tangga diajak berdiskusi soal seksualitas dan kesehatan reproduksi oleh aktivis remaja dari Integrated Youth Center (IYC) Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali.

Salah satu ruangan rumah warga di kawasan Denpasar Utara yang dijadilan lokasi diskusi sangat penuh. Kerumunan ibu-ibu sampai berdesakkan di depan pintu.

Pertama kali ini, perempuan-perempuan yang telah berkeluarga ini mendapat pengetahuan kesehatan reproduksi dan bisa berdialog dengan dokter dengan santai.

Mereka tertawa ketika diperlihatkan dildo kayu dan sebungkus kondom.

“Dari pengalaman, banyak perempuan yang tidak cocok dengan sejumlah metode kontrasepsi. Kondom alternatif pencegah kehamilan yang cukup efektif,” ujar I Made Haryoga, dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang aktif di IYC Kisara.

Tak hanya membincangkan alat kontrasepsi, juga dikupas pengenalan persoalan remaja. Misalnya hubungan seksual pra nikah dan penanganan kehamilan diinginkan (KTD).

“Sekitar 90% masalah konseling di Kisara adalah soal KTD. Ini masalah klasik remaja Bali yang membutuhkan perhatian orang tua,” ujar Haryoga di hadapan ibu-ibu.

Kisara mengenalkan istilah-isilah seksualitas remaja yang tidak dimengerti ibu-ibu. Misalnya  kissing, petting, necking. “Setelah itu lalu bunting dan ngeling (menangis),” sahut Haryoga disambut tawa.

Faktanya, dari penelitiaan Kisara, tujuh dari 10 remaja Bali tidak tahu soal masalah akibat hubungan seksual. Sementara empat dari 10 remaja menyetujui hubungan seks di luar nikah.

Pada sesi infeksi menular seksual (IMS), para ibu tertawa dan menutup mata melihat gambar alat kelamin dengan IMS. Misalnya Sifilis, Herpes, Trikomonas Vaginalis, clamidia, dan lainnya.

Materi HIV dan AIDS juga menarik perhatian dengan lontaran sejumlah pertanyaan. “Saya pernah melihat tayangan televisi soal cerita orang terinfeksi HIV dari suaminya yang kemudian menularkan ke anaknya. Kok bisa ya,” tanya Ni Nyoman Sudiarning.

Program edukasi ke perempuan kelas menengah ke bawah di perkotaan Denpasar ini adalah bagian Empowerment training and education Kisara Integrated Youth Center.  Tak hanya ibu rumah tangga, juga menjangkau 450 youth, anak-anak sekolah umur SMP sampai kuliah, difable people, dan anak panti asuhan.

“Salah satu target penting, para guru belum bisa dijangkau hingga kini dengan alasan sibuk mempersiapkan siswanya ujian nasional,” keluh Sri Ratikah, aktivis IYC Kisara.

Selain komunitas disavantages, juga memperhatikan basis keagamaan. Misalnya menjangkau perempuan dan remaja umat Kristen lewat gereja serta kelompok pengajian Muslim.

“Kami paling sulit memberikan edukasi pada komunitas cacat tuna rungu, autis, dan down syndrome. Karena mmebutuhkan teknik presentasi dan komunikasi yang jauh berbeda,” ujar Sri, mahasiswa S2 Filsafat Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini.

Dari pengalaman pembelajaran, diketahui bahwa konsep ideal pendidikan kespro, adalah dengan sharing pengalaman sehari-hari bukan dengan cara ilmiah.

Sayangnya program ini belum bisa keberlanjutan. “Kami tidak punya dana,” ujar Sri. Selain itu, ia menyayangkan program ekstrakurikuler tentang pendidikan seksual dini yang digagas pemerintah Bali tidak berjalan.

Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) yang dibuat di sejumlah sekolah menengah atas negeri dan swasta tidak aktif karena guru-guru tidak siap menjadi pembina. Selain itu, tambah Sri, kegiatan non kurikulum seperti ini dianggap kalah penting dibanding capaian akademik. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
Next Post

Caleg Perempuan Bali Lelah Berkompetisi

Comments 1

  1. haryoga says:
    17 years ago

    hehe jadi inget waktu praktekin masang kondom pakai dildo ama ibu-ibu… ibu-ibu juga malu-malu ya padahal uda sering liat dildo yang asli hehehe
    mari kita kenalkan kondom ke ibu2 yang lain untuk mencegah penularan IMS maupun HIV selain juga untuk menunda kehamilan demi berjalannya program KB

    salam

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia